Rindu Pulau Dewata! Tempat Paling Suci di Bali yang Belum Anda Ketahui

Di samping keindahan alamnya, satu-satunya hal yang paling menakjubkan dan menonjol di Bali adalah pesona spiritualnya. Banyak tempat di Bali yang memiliki faktor keramat atau sakral yang menjadi pelestarian sekaligus kepercayaan penduduk lokal sebagai warisan dari nenek moyangnya.

Mulai dari danau, pura, hingga hutan dan gunung berapi, Bali memiliki semuanya. Tidak heran, tempat-tempat yang dikeramatkan tersebut sangat populer dan banyak dikunjungi turis domestic maupun mancanegara.

Selalu ada yang menggugah rasa penasaran para pengunjung ketika berwisata ke Pulau Dewata.

Berikut adalah beberapa tempat paling suci yang dikeramatkan oleh penduduk Bali dan bisa Anda kunjungi sebagai destinasi berikutnya.

 

Gunung Agung

Tak cuma terbesar dan tertinggi, Gunung Agung dikeramatkan oleh penduduk lokal karena dianggap sebagai tempat tinggal para dewa, khususnya Mahadewa atau Dewa Siwa.

Gunung Agung dianggap paling suci oleh umat Hindu Bali. Dengan sifat mistis dan lanskap yang menantang. Direkomendasikan, agar Anda menyewa pemandu wisata lokal jika ingin mendakinya.

Sebab, biasanya para pengunjung akan didoakan terlebih dahulu oleh penduduk setempat di salah satu pura agar selamat dan perjalanan aman.

 

 

Pura Besakih

Berdiri kokoh di lereng hutan Gunung Agung, Pura Besakih menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Pulau Dewata. Pura ini terdiri dari 18 candi yang tersebar di wilayah Besakih, sehingga Besakih menjadi pura terbesar di Bali.

Konon candi ini dibangun pertama kali oleh seorang pemeluk agama Hindu yang berasal dari India, bernama Resi Markandeya. Sejak itulah, Bali menjadi pusat keagamaan Hindu.

Sebelum memasuki pura, pengunjung diharuskan memakai pakaian tertutup. Termasuk dada, lengan, dan kaki. Disediakan selendang atau sarung bagi pengunjung yang tidak membawa baju ganti.

 

Gunung Batur

 

Di sinilah, tempat terbaik untuk menyaksikan matahari terbit yang spektakuler di seluruh Pulau Bali. Sementara itu, Gunung Batur merupakan salah satu dari empat gunung keramat utama di Bali.

Meski tidak terlalu besar, Gunung Batur merupakan gunung berapi yang masih aktif dan sempat terjadi letusan dahsyat pada tahun 1926. Pada saat letusan terjadi, seluruh Desa Batur musnah, dan tercipta sebuah kawah besar atau kaldera Batur. Tetapi, uniknya, pura yang ada di Desa Batur, tetap berdiri tegak dengan sempurna.

Penduduk lokal sering membawa sesajen atau pengorbanan selama upacara sakral untuk menghindari bencana atau tolak bala.

 

Danau Batur

Berbentuk unik seperti bulan sabit, Danau Batur berlokasi di kaki Gunung Batur. Dari kejauhan, pengunjung bisa melihat keindahan panorama Gunung Batur dan Danau Batur secara bersamaan. Begitu memukau mata.

Danau vulkanik atau terbentuk dari letusan gunung Batur ini dikeramatkan oleh penduduk lokal sebab menjadi sumber air utama bagi kehidupan masyarakat setempat.

Air tawar kaya akan mineral vulkanis, memberi nutrisi yang cukup untuk pengairan sawah, perkebunan sayur dan buah-buahan, serta keperluan sehari-hari masyarakat.

Danau Batur juga dikaitkan dengan keberadaan Dewi Danu, sang penguasa air. Beberapa mata air yang berasal dari Danau Batur dianggap suci serta mengandung kekuatan penyembuhan.

Di sisi barat danau terdapat Pura Ulun Danu Batur yang menghipnotis dan begitu indah. Menjadi salah satu pura tersuci dan paling banyak dikunjungi wisatawan di Bali.

baca juga:

Hobi Begadang dan Berpesta? Ini 7 Wisata Malam di Bali untuk Party-Goers

 

Hutan Monyet Ubud

 

Ada banyak alas an yang membuat Hutan Monyet Ubud layak untuk dikunjungi. Selain pesona hutan tropis yang menyejukkan mata dan pikiran, di dalamnya terdapat ratusan monyet khas Ubud berekor panjang yang lucu.

Di dalam hutan juga terdapat bangunan kuil berarsitektur kuno yang menjadi tempat penyembahan dewa Monyet (Hanoman) oleh masyarakat lokal.

Jika dilihat secara keseluruhan, lokasi ini sangat cocok untuk menentramkan hati dan pikiran atau sejenak menjauh dari kesibukan perkotaan yang sibuk.

Tak cuma sekedar habitat monyet dan pepohonan, Hutan Monyet Ubud menawarkan pesona keindahan yang luar biasa.

Di dalamnya terdapat tiga pura yang disakralkan. Pura yang pertama didedikasikan untuk Dewa Siwa. Kemudian, Pura yang ke-2, atau Kuil Mata Air Suci dipersembahkan untuk Dewi Gangga. Sementara, Pura ke-3 atau Kuil Kremasi difungsikan untuk memuja Dewa Brahma Prajapati.

Kuil-kuil tersebut memang hanya dibuka ketika ada kegiatan keagamaan, namun jangan khawatir, wisatawan masih bisa kok, berkunjung dan mengamati patung atau arsitektur yang antik.

 

Jadi, jangan lupa mampir ke tempat-tempat paling suci di atas, jika Anda singgah ke Bali, nanti ya. Sampai jumpa di liburan selanjutnya..

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.