Tebing Keraton, Menikmati Kemegahan Bentang Alam Bandung

Bagi Anda yang sangat fanatik dengan wisata alam, mungkin Tebing Keraton adalah tempat yang tidak boleh kelewatan untuk Anda kunjungi juga. Tebing Keraton terletak di Bandung tepatnya di Taman Hutan Rakyat Djuanda atau lebih sering dikenal dengan Tahura Djuanda.

Di sini Anda akan disajikan dengan pembandangan keindahan kutan dari atas bukit. Karena tempat ini berada di dataran tinggi pastinya suasanya sejuk dan dingin, cocok buat Anda yang ingin lari dari hiruk pikuk kota.

Sejarah Tebing Keraton

Sebenarnya nama wisata ini bukanlah “Tebing Keraton” melainkan “Tebing Karaton”, menggunakan a bukan e. Arti dari Tebing Karaton sendiri artinya adalah kemegahan alam.  Tetapi karena masyarakat lebih familiar dengan kata ketaron ketimbang karaton, maka nama Tebing Keraton yang sering digunakan untuk menyebut wisata alam satu ini.

Layaknya Gunung Tangkuban Perahu, wisata ini memiliki asal-usul sendiri loh. Awalnya tebing Tebing Keraton berdiri dengan nama Tebing Jontor. Ini dinamakan karena bentuk tebingnya yang agak maju ke depan. Lalu pada 2014, Pak Ase, penemu objek wisata ini menggantinya menjadi Tebing Karaton. Pak Ase mendapatkan ide itu saat membayangkan kemegahan dan keindahan alam yang bisa Anda nikmati di sini.

Nama Tebing Keraton merupakan apresiasi Pak Ase atas nikmat sebuah kemegahan dan keagungan alam yang terlukiskan di wisata alam ini. Untuk bisa mengetahui lebih detailnya bagaimana wisata Tebing Keraton yang indah ini, Anda bisa menanyakannya pada Pak Ase.

Wisata Alam yang Masih Asri

Wisata Tebing Keraton tidaklah begitu luas. Namun karena ketinggiannya yang mencapai 1200 meter di atas permukaan laut, Anda bisa melihat keindahan pemandangan hutan dari atas. Bagaimana? Seru kan! Tapi tak hanya itu, karena letaknya yang di dataran tinggi Tebing Keraton memiliki hawa yang dingin dan pastinya masih terjaga keasriannya.

Di sini semua pemandangan bisa Anda lihat dari atas. Mulai dari sawah, curug, pemandangan hutan cemara, hingga tebing di sisi kanan-kirinya. Matahari tebit dan terbenam adalah momen yang tidak boleh Anda tinggalkan bila ke Tebing Keraton ini. Disarankan untuk mengunjunginya pada pagi ataupun sore hari. Tidak disarankan saat siang hari. Karena matahari saat itu sedang terik dan panas.

Di sini Anda harus sangat berhati-hati saat ingin berfoto di batu-batu Tebing Keraton karena kondisi tanah di sini berupa tanah kering berpasir yang cukup licin saat dipijak. Walaupun sudah dipasang pengaman di pingir-pinggirnya. Tetap saja Anda harus berhati-hati karena pengamannya hanyalah bambu-bambu biasa.

Baca juga:

Resort Bujet Dibawah 1 Jutaan, Rancang Bulan Madumu ke Pulau Bintan

Rute Menuju Tebing Keraton

 Bagaimana cara untuk sampai ke Tebing Keraton? Untuk menuju ke Tebing Kraton terbilang mudah. Ambil arah menuju ke Terminal Dago (Jalan Juanda). Kemudian carilah arah ke Taman Hutan Raya hingga melewati pintu masuknya dan ambillah belokan pertama yang ke kanan. Di sana ada tanda bertuliskan Tebing Keraton, ikuti saja petunjuk-petunjuknya.

Transportasi umum tidak ada yang sampai ke sini. Angkot hanya akan mengantarkan anda sampai ke Terminal Dago saja. Namun jika Anda beruntung bisa mendapatkan angkot dari Terminal dago hingga ke belokan menuju Taman Hutan Raya. Jika Anda ingin berjalan kaki dari Dago, jarak yang harus Anda tempuh adalah 6,5 km.

Banyak laporan bahwa mobil-mobil dicegat oleh tukang ojek di Warung Bandrek. Mereka biasanya akan menyuruh Anda untuk parkir di sana dan akan mengantarkan Anda ke atas. Banyak alasan para ojek ini agar mobil-mobil parkir di Warung Bandrek. Padahal di dekat pintu masuk ke Tebing Keraton ada lahan parkir untuk beberapa mobil dan motor. Biasanya tukang ojek itu akan mencari alasan-alasan agar Anda parkir di sana. Mereka akan mengatakan parkir di atas penuh, tidak ada lahan parkir mobil, ataupun semacamnya. Sebaiknya Anda ke atas terlebih dahulu untuk mengecek apakah ada tempat untuk parkir atau tidak.

Harga untuk tiket masuk adalah Rp12.000,- untuk WNI dan Rp50.000,- untuk WNA. Biaya parkir untuk sepeda motor sekitar Rp3000,- sampai dengan Rp5.000,-  sedangkan mobil dihargai dengan Rp10.000,- harga ini bisa berubah sewaktu-waktu. Oh iya jagalah barang bawaan Anda karena masih ada monyet yang masuk ke area ini dengan bebas. Jika Anda membawa anak kecil pastikan dia mendapatkan perhatian yang ekstra, mengingat ini berada di daerah ketinggian yang rawan bagi anak-anak.

***

Walaupun rutenya cukup mudah tetapi Anda berasal dari luar daerah yang mungkin tidak mengerti jalan-jalan tersebut, sebaiknya gunakanlah travel yang bisa Anda percaya. Travel yang sudah memiliki profesionalitas yang tinggi seperti Jari Adventure. Jari Adventure akan mengantarkan Anda kemanapun tujuan Anda dengan selamat dan pastinya tanpa rasa kecewa. Selamat berlibur lebaran!

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *