Tanamkan Jiwa Patriotisme Lewat Kunjungan ke Museum Satria Mandala Jakarta

Tertarik mengetahui tentang sejarah perjuangan Tentara Nasional Indonesia? Maka, tepat sekali jika Anda berkunjung ke sebuah museum yang berada di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan ini. Ya, Museum Satria Mandala namanya. Keberadaan musuem ini di ibu kota Jakarta akan dapat menambah wawasan Anda tentang segala hal yang berhubungan dengan TNI, termasuk diantaranya berbagai benda bersejarah, panji-panji dan lambang-lambang dilingkungan TNI juga atribut ketentaraan. Bagi Anda yang ingin menanamkan jiwa patriotisme dan kebanggaan akan kekuatan militer pada anak, museum ini pilihan yang tepat bagi Anda dan buah hati Anda. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Museum Satria Mandala Jakarta, yuk ikuti penjelasannya berikut ini!

Museum Satria Mandala mulai dibangun pada 15 November 1971 di bekas kediaman Nyonya Dewi Sukarno, salah satu istri mantan Presiden Indonesia, Soekarno. Bangunan ini berada diatas lahan seluas 56.670 meter persegi. Pembangunan dilakukan dengan cara memugar dan merenovasi bekas rumah tersebut menjadi sebuah museum yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 5 Oktober 1972. Pemberian nama museum juga dilakukan pada saat itu. Kata Satria Mandala sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti lingkungan keramat pada ksatria.

Museum Satria Mandala menyimpan koleksi berbagai peralatan dan perlengkapan perang di Indonesia,.dari masa lampau hingga modern seperti koleksi rudal, ranjau, torpedo dan tank, meriam bahkan helikopter dan pesawat terbang. Salah satu koleksi pesawat terbang yang ada di museum adalah pesawat Cureng yang pernah diterbangkan oleh  Marsekal Udara Agustinus Adisucipto. Selain senjata berat dan ringan, Museum Satria Mandala juga menyimpan atribut ketentaraan, lambang-lambang dan panji-panji di lingkungan TNI. Serta memamerkan juga tandu yang dipergunakan untuk mengusung Panglima Besar Jenderal Soederman saat bergerilya dalam keadaan sakit melawan pendudukan kembali Belanda pada era 1940-an.

Di Museum Satria Mandala ini, Anda dapat mengenal lebih dekat empat Jenderal yang membentuk Republik Indonesia, yaitu Jenderal Oerip Soemoharjo,.Panglima Besar Jenderal Soedirman, Jenderal Besar (bintang 5) Abdul Haris Nasution dan  Jenderal Besar (bintang 5) H.M. Soeharto. Keempat Jenderal ini ditempatkan masing-masing dalam sebuah ruangan khusus. Dalam ruangan Panglima Besar Jenderal Soedirman, misalnya. Anda dapat melihat benda-benda bersejarah milik pribadi.Beliau mulai dari jaket, seragam, tongkat, tas bintang jasa, surat kematian, furniture sampai tandu yang digunakan saat Beliau sakit parah namun masih bertekad memimpin perang. Anda juga dapat menemukan foto-foto dokumentasi dalam ruangan ini.

 

Baca Juga : Tambah Ilmu dengan Berlibur ke Museum-Museum di Kota Bandung

 

Di dalam Museum Satria Mandala, terdapat sebuah ruangan yang bernama Ruangan Diorama. Ruangan ini berada di lantai utama yang menyajikan diorama-diorama dari zaman Proklamasi, pembentukan BKR, hingga diorama Palagan Ambarawa. Setiap diorama disajikan pula keterangan singkat dalam dua bahasa.

Ingin mengamati koleksi senjata yang ada di Museum Satria Mandala, Anda dan buah hati bisa langsung menuju lantai bawah museum. Di sini Anda bisa menemukan koleksi persenjataan dari masa ke masa. Semua jenis senjata, mulai dari pistol baik manual maupun otomatis, meriam penangkis serangan udara, molotov buatan sampai bambu runcing ada di sini. Keluar dari gedung utama bangunan berlantai 2 ini, Anda akan menuju halaman belakang. Di sini, Anda akan melihat semacam hanggar yang menyimpan sebagian kecil pesawat perintis yang dipunyai TNI.

Barisan kendaraan berlapis baja yang dipakai hingga Operasi Seroja di Timor Timur juga bisa Anda temui di halaman belakang ini. Beberapa pesawat yang dipamerkan, antara lain, pesawat Seulawah yang merupakan pesawat penumpang pertama yang dimiliki negara RI & hadiah dari rakyat Aceh, Pesawat Gelatik yang pernah dipakai memberantas hama tanaman rakyat dan penghijauan, Mustang sebuah pesawat tempur pembom yang moncongnya dihiasi lukisan mulut dan gigi seekor hiu pemburu, dan Pesawat Gannet milik TNI-AL.

Saat akan keluar Museum Satria Mandala, Anda dan buah hati masih disuguhi koleksi museum yang tak kalah menarik dari yang dipamerkan di gedung utama. Di halaman depan museum, Anda bisa melihat replika kapal perang RI Macan Tutul yang tenggelam di Laut Arafura. Ada pula koleksi pesawat tempur dan tank, helicopter dan rudal yang terdapat di halaman luar museum. Selain mengamati, Anda dan anak-anak juga bebas berfoto bersama barang-barang koleksi museum tersebut.

Enjoy your holiday…(Jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *