Cerita Tana Toraja, Negeri Diatas Awan yang Menawan

Salah satu julukan dari Tanah Toraja adalah Negeri Diatas Awan. Dinamai tersebut karena menyimpan sejuta eksotisme yang terkenal di kalangan wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara.

Masyarakat hidup berdampingan dengan alam yang indah dan tak lupa merawat dengan nilai-nilai luhur budaya yang menjunjung tinggi kekeluargaan dan penghormatan atas leluhur.

 

Kebudayaan suku Toraja

Seperti suku-suku lainnya, suku Toraja memiliki kebudayaan lokal yang beragam yang sayang untuk dilewatkan salah satunya upacara kematian suku Toraja yang mampu menarik wisatawan untuk datang ke tanah Toraja.

 

Menurut adat istiadat, upacara kematian hanya bisa dilakukan oleh keluarga dari golongan atas. Upacara kematian ini dilakukan berdasarkan total kekayaan orang yang meninggal, akan tetapi upacara ini tidak dilangsungkan sesaat setelah seseorang meninggal melainkan dilangsungkan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sepeninggalnya orang tersebut.

 

Adat Istiadat Suku Toraja

Berikut beberapa adat istiadat Suku Toraja yang perlu kamu ketahui :

Rambu Solo

Masyarakat Toraja memiliki prosesi adat kematian yang unik, dimana nantinya mereka akan mengantarkan arwah orang meninggal dunia menuju alam roh atau kembali kepada keabadian. Upacara Rambu Solo ini biasanya bertujuan untuk menyempurnakan sehingga arwah dari orang meninggal bergabung dengan para leluhur.

Dan bila belum melakukan rambu solo maka orang meninggal akan dianggap orang sakit serta diperlakukan seperti orang pada umumnya yang akan diberikan makan minum, tempat tidur bahkan dianak berbicara.

Puncaknya dari upacara Rambu Solo akan diadakan pada sebuah lapangan khusus dimana di dalamnya terdapat berbagai rangkaian ritual hingga proses pengantaran pada kuburan.

 

Tradisi Ma’nene

Setiap 3 tahun sekali, para keluarga akan berkumpul dan mengadakan pembersihan jasad leluhur yang sudah meninggal dengan mengeluarkan mereka dari peti masing-masing kemudian dibersihkan dengan kuas dan digantikan pakaiannya.

Banyak wisatawan yang tertarik untuk menyaksikan secara langsung. Karena ritual ini tidak dapat dijumpai pada belahan dunia mana pun.

Apalagi orang Toraja, ahli mengawetkan jenazah menjadi mumi meskipun sudah dikubur selama bertahun-tahun, wujudnya masih tetap bagus. Ya walaupun bagi orang awam itu sedikit menyeramkan.

 

Adu kaki “Sisemba”

Acara sisemba ini diadakan setelah panen sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang didapatkan. Biasanya dilakukan dengan melibatkan puluhan sampai ratusan orang dan dengan rasa kekeluargaan sehingga tidak terjadi rasa dendam antara peserta. Acara ini sebenarnya lebih mirip dengan tawuran namun hanya menggunakan kekuatan kaki.

 

baca juga:

Uniknya Kuliner khas Nusa Tenggara Timur, Bisa Dijadikan Oleh-oleh

 

Kuburan Tana Londa

Bagi kamu yang suka berwisata ke kawasan mistis, berarti kamu tak boleh melewatkan untuk berkunjung ke sebuah kompleks kuburan kuno yang terletak di dalam gua. Pada bagian luar gua kamu akan melihat boneka-boneka kayu khas Toraja. Boneka itu adalah bentuk tiruan dari jasad yang meninggal dan dikuburkan di tempat tersebut.

Namun miniatur tersebut hanya berlaku untuk bangsawan yang memiliki strata sosial tinggi. Dimana peti-peti mayat diatur dan di kelompokkan berdasarkan garis keluarga.

 

Kopi Toraja

Kopi Toraja memang terkenal paling nikmat untuk para pecinta kopi apalagi kopi jenis Arabica Tanah Toraja memiliki karakteristik tersendiri.

Cobalah membuat secangkir kopi Toraja tanpa gula, maka kamu akan menemukan rasa gurih yang jarang ada pada kopi-kopi lokal daerah lainnya. Nah rasa gurih ini adalah salah satu ciri khas utama kopi Toraja dan membuat orang ketagihan menikmati kopi.

Menikmati kopi Toraja di tempat asalnya setelah menjelajah alam Toraja merupakan kebanggan tersendiri dan keinginan semua para penikmat kopi.

 

Makanan Khas Toraja

Cobalah makanan khas Toraja, salah satunya Pa’piong yang merupakan makanan khas suku Toraja yang terbuat dari daging babi atau bisa juga daging ayam.

Kalau masyarakat umumnya mengolah daging babi atau ayam diolah dengan cara dibakar, digoreng atau direbus. Masyarakat Toraja akan mengolah daging dengan memasukkannya ke dalam bambu lalu dibakar.

Sebelum dibakar daging terlebih dulu diberi bumbu rempah-rempah kemudian ditambahkan dengan cabai lokal.

 

Jadi tunggu apalagi yuk berwisata ke Tanah Toraja dan nikmati keindahan alam yang masih terjaga hingga sekarang.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.