Sungai Resun dan Mandi Safar yang Sarat Nilai Religi

Sungai Resun – Keindahan alam yang alami sangat terasa di kawasan ini hanya ada beberapa gubuk atau pondok dan sebuah bangunan toilet yang sudah di bangun oleh Pemerintah Kabupaten Lingga. Air Terjun ini tidak langsung terjun ke dasar tetapi mengalir di dinding landasan tersebut, air terjun di sungai resun memiliki landasan terjun sekitar 45 derajat. Pohon-pohon tinggi masih tertanam dengan baik tidak di ganggu oleh manusia. Di sela-sela dedaunan, cahaya matahari menembus untuk memberikan cahaya yang indah dipandang mata.

Jalan menuju air terjun dapat di tempuh dengan kendaran roda 2 maupun roda 4. Perjalanan menuju air terjun dapat di tempuh dengan sekitar 15 menit dan dengan sungai kecil bebatuan yang mengalir di sisi kanan jalan tersebut.

Mandi Syafar

Menurut pemandu wisata lokal bahwa air terjun resun ini sudah dikenal sejak lama dan sering di selenggarakan event tahun “mandi Syafar” yang menurut masyarakat setempat merupakan ritual yang mampu menjauhkan diri dari bencana dan keburukan. Beberapa dari peserta menyempatkan diri untuk berenang dan menikmati segarnya air asli pegunungan itu. Gemericik air dan suhu sekitarnya sangat menentramkan hati.

Jalan menuju Air Terjun akan diaspal pada tahun 2012 ini akan menjadikan wisata alam Air Terjun Resun mudah dicapai dengen berkendaraan roda 4. Terdapat banyak bebatuan yang mengalir di sisi kanan jalan tersebut ketika melakukan perjalanan menuju lokasi ini, namun pemandangan sangat indah dengan sungai kecil, begitu memanjakan indra penglihatan.

Di Lokasi ini, para wisatawan juga dapat menyaksikan event tahunan yakni Mandi Syafar. Kegiatan ini tentunya sudah dilakukan secara turun temurun dan telah berlangsung semenjak Sultan Lingga Riau yang terakhir, yaitu Sultan Abdurrahman Muazamsyah hingga sekarang, hal ini dikatakan oleh masyarakat sekitar. Mandi Syafar sendiri merupakan sebuah ritual yang dipercaya mampu menjauhkan diri dari bencana dan keburukan.

Tujuan  mandi syafar di Sungai Resun

Mandi Syafar adalah suatu kegiatan tradisi yang dilaksanakan sebagian masyarakat Melayu Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau. Tepatnya rutin pada setiap hari Rabu minggu IV bulan Safar tahun Hijriah. Kegiatan tradisi yang bernuansa Islami ini rutin dilaksanakan setiap tahun tanpa terlewatkan.

Maka mandi syafar sebenarnya adalah intropeksi diri baik jasmani maupun rohani yang di dalamnya terkandung makna filosofis. Mengharapkan keridhaan Allah SWT agar diselamatkan dari musibah dan malapetaka. Serta memohon keampunan-Nya atas segala kesalahan dan kekurangan yang pernah diperbuat agar tidak terjadi lagi dimasa-masa yang akan mendatang.

Baca Juga: Serunya Jelajahi Pesona Pulau Bintan

Sedangkan makna sosialnya adalah tetap terjalinnya hubungan silahturahmi antar keluarga dan masyarakat. Ditandai dengan kekompakan dan kebersamaan. Baik ketika di rumah-rumah ibadah maupun di tempat-tempat pemandian. Atau di banyak objek wisata seperti Air Terjun Resun yang berlokasi di Kecamatan Lingga Utara. Di samping kegiatan mandi safar, juga dilakukan turnamen SAFAR CUP. Mempertandingkan cabang bola kaki, bola volly putra dan putri yang diikuti tim-tim utusan dari kecamatan se-kabupaten Lingga.

Air Terjun Resun yang belokasi di Tanjung Pinang, Indonesia. Merupakan salah satu kawasan obyek wisata yang berada di Desa Resun, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Wisatawan lokal banyak yang mengunjungi obyek wisata ini terutama ketika hari libur sudah tiba.

Beberapa keistimewaan yang dimiliki dari air terjun resun ini. Salah satunya yaitu air yang sangat jernih dan masih begitu alami. Air yang mengalir pada air terjun resun berasal dari beberapa sungai yang langsung bersumber dari Gunung Daik. Kondisi air terjun sungai resun yang masih sangat bernuansa alam. Seperti terdapat banyak pohon yang tinggi, suara gemericik air yang yang jatuh dilengkapi dengan suara-suara alam mampu mendatangkan suasana relaksasi yang dapat menenangkan jiwa.

Air Terjun Resun mempunyai ketinggian hingga mencapai seratus meter. Dengan landasan terjun kurang lebih empat puluh lima derajat yang membuat airnya tidak langsung jatuh ke dasar. Melainkan tetap mengalir di dinding landasan tersebut. Keunikannya lainnya, air terjun ini memiliki duabelas tingkatan. Pada beberapa tingkatan, para wisatawan juga bisa merasakan segarnya air dengan mandi atau berenang. Di antara tingkatan tersebut yang dapat digunakan adalah pada tingkatan ke empat dan tingkatan terakhir. Atau bagian bawah yang membentuk kolam yang dalam sehingga sangat cocok untuk mandi dan berenang.

Desa ini berjarak sekitar limabelas kilometer dari Kota Daik yang dapat ditempuh menggunakan kendaraan darat dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *