Sungai Carang, Legenda dan Potensi Wisata Sungai dari Kekayaan Bahari Riau

Sungai Carang – Sungai besar yang ada di Indonesia pada umumnya bertujuan untuk pengairan juga sebagai jalur transportasi. Namun ada hal unik yang dilakukan warga Kepulauan Riau yaitu menjadikan sungai sebagai tempat berparade. Hal tersebut diadakan untuk Puncak Perhelatan Festival Bahari Kepulauan Riau. Sungai yang dijadikan ajang festival ini adalah Sungai Carang. Dimana Sungai Carang itu sendiri adalah sungai yang penuh dengan legenda. Banyak peristiwa sejarah yang ada di dalamnya. Untuk lebih tahu bagaimana uniknya Sungai Carang baca terus ulasan dibawah ini.

Legenda Sungai Carang

Sungai Carang yang berhulu ke Gunung Bintan adalah saksi bisu diantara banyak peristiwa sejarah yang jatuh bangunnya kemaharajaan Melayu selama hampir delapan abad. Sungai Carang tak sepanjang sungai-sungai lainnya yang meliuk liuk pada bukit barisan. Bagi sejarawan Portugis, Belanda, Inggris dll sungai Carang pasti dikenal dan dikenang sepanjang hayat. Sebab Sungai Carang merupakan urat nadi Kemaharajaan Melayu. Bahkan Marcopolo pelaut Venesia pernah singgah di Bintan dalam pelayaran ekspedisinya.

Baca juga: Uniknya Obyek Wisata Pasar Terapung Lok Baintan di Banjar

Asal nama Riau

Lokasi ini selalu terbilang dan menjadi penting sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan perang. Sempat beberapa kali hancur, tapi kemudian di tepi sungai dibangun kembali pusat pemerintahan untuk meredakan ketegangan politik. Dan menyusun kekuatan baru. Dalam proses pembangunan pusat pemerintah Kesultanan Johor yang baru di hulu Sungai itulah berasal nama Riau. Para pedagang dan armada perang portugis yang mencari pusat ibukota yang baru, menyebut sungai itu Rio (sungai). Sementara itu orang – orang Melayu menandai suara riuh rendah pembangunan dan hilir mudik kapal – kapal yang membawa berbagai bahan bangunan dan makanan, menandai  tempat baru itu sebagai tempat yang “Riuh dan Rioh”. Kemudian disebut Riau.

Potensi Wisata Kapal Pesiar

Sungai Carang tidak hanya kuat dari kisah sejarah dan budaya, kawasan ini juga menyimpan potensi wisata alam bahari, terutama untuk wisata kapal pesiar.

“Ada lebih dari 2400 pulau di Kepri dan pemerintah getol menggelar beragam sail, termasuk Sail Karimata. Ini potensial untuk mengundang ribuan yacht yang ada di Singapura,” kata Guntur, sembari menambahkan kedekatan jarak antara Singapura dengan Kepulauan Riau, bisa mengundang para yachter dunia untuk bersandar ke Indonesia.

Taksi Sampah

Di sisi lain Indonesia masih tersandung masalah lain yaitu banyak nya sampah yang dibuang ke laut, tercatat sebanyak 187,2 ton sampah di laut. Ini akan menjadi kendala besar bagi kapal layar dan yacht bila tersangkut. Tetapi pemerintah kota sudah mulai menyediakan sarana pengangkut sampah dan siap mengoperasikan alat angkut sampah khusus di laut dengan nama Taksi Sampah. Selain itu akan diadakan Eco Heroes yang akan melibatkan masyarakat menjadi pahlawan lingkungan.

Festival di Sungai Carang

Sedikitnya ada 88 kapal hias yang akan berparade untuk menandai puncak perhelatan Festival Bahari Kepulauan Riau. Festival Sungai Carang ini diadakan untuk mengenang masa keemasan Bandar Riau dan sekaligus memperingati hari jadi kota Tanjung Pinang.

Festival ini diadakan tahun lalu. Ya, festival ini sebagai salah satu agenda dalam Festival Sungai Carang 2016 di Tanjung Pinang. Ini merupakan sebuah gagasan yang cemerlang, menteri pariwisata terkagum – kagum mengenai hal ini.

Parade kapal hias

Parade kapal hias ini digagas oleh penyair dan budayawan Melayu. potensi festival ini diharapkan menjadi sebuah agenda pariwisata kelas dunia. Ribuan wisatawan selalu memadati saat Festival Sungai Carang ini digelar, desain yang dibuat meriah saat malam hari membuat destinasi ini  begitu tampak mengesankan. Berbagai kapal memasang bentuk  lampu bermacam – macam yang mengagumkan. Tidak hanya parade kapal, ada juga Fashion Show busana Melayu, panggung Gurindam parade drum band yang turut memeriahkan acara Festival tersebut.

Tujuan diadakan festival dan Parade kapal hias di Sungai Carang

Digagasnya acara ini juga untuk mengangkat tradisi dan agar dapat memberikan roh kehidupan bagi pembangunan pariwisata di anjung Pinang. Selanjutnya, diharapkan agenda ini bisa menjadi even wisata yang istimewa.

Sudah semestinya kegiatan dan acara seperti ini terus dilanjutkan agar kebudayaan, sejarah tidak lenyap begitu saja. Dan ini juga merupakan tanggungjawab pemerintah daerah, sejarawan, budayawan maupun masyarakat untuk merawat sejarah agar Sungai Carang ini tidak dilupakan generasi selanjutnya.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *