Kampung Setu Babakan, Serunya Wisata Budaya Betawi

Kampung Betawi Setu Babakan Salah satu warisan yang perlu dijaga kelestariannya adalah budaya. Budaya yang berasal dari bahasa Sansekerta yaitu ‘buddhayah’ cakupannya cukup luas. Termasuk segala sesuatu yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Jadi bukan hanya sebatas kesenian. Namun budaya juga meliputi kuliner, tradisi, bahasa, kepercayaan, peralatan dan perlengkapan hidup. Bahkan ilmu dan pengetahuan.

Salah satu bentuk pelestarian budaya dapat kita temukan di Jakarta. Tepatnya di Kampung Betawi Setu Babakan. Anda dapat melakukan wisata budaya yang seru di tempat ini. Menariknya lagi, Anda tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk mengenal kekayaan budaya Betawi yang sudah begitu tersohor. Bagi Anda yang belum mengenal tempat menarik yang satu ini. Yuk ikuti penjelasan lebih jauh tentang Kampung Betawi Setu Babakan di bawah ini!   

Sejarah

Pusat perkampungan Betawi Setu Babakan berada di sekitar Setu Babakan atau Danau Babakan yang terletak di di Srengseng Sawah, kecamatan Jagakarsa, Kotamadya Jakarta Selatan. Area perkampungan ini sangat dilindungi demi menjaga kelestarian warisan budaya Jakarta, khususnya budaya Betawi asli.

Danau Babakan ini sendiri merupakan danau buatan dengan luas 30 hektar (79 akre) dan memiliki kedalaman sekitar 1-5 meter. Air danau berasal dari Sungai Ciliwung dan saat ini Setu Babakan dimanfaatkan masyarakat sekitar dan pengunjung sebagai obyek wisata alternatif. Berbagai kegiatan menarik yang dapat dilakukan pengunjung saat berada di sana, antara lain memancing, bersepeda air ataupun berkeliling setu dengan bersepeda sembari menikmati segarnya udara dan pemandangan setu yang indah.

Dibangun di atas lahan seluas 289 Hektar, Kampung Betawi Setu Babakan ini didirikan pada 18 Agustus 2000, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DKI Nomor 92 tahun 2000 yang dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta pada waktu itu yaitu Sutiyoso. Meski kawasan yang dikelola baru sekitar 32 Hektar saja, perkampungan ini seolah merupakan miniatur pemukiman suku Betawi asli yang semakin tenggelam oleh gemerlapnya Ibu Kota.

Tak kurang dari 3000 kepala keluarga mendiami perkampung ini dimana sebagian besar dari mereka adalah warga Betawi asli yang sudah secara turun temuran tinggal di wilayah tersebut. Hingga saat ini terdapat dua perkampungan Betawi saja yang tersisa di Jakarta, dan salah satunya ya di Kampung Betawi Setu Babakan ini.

Perkembangan Kampung Betawi Setu Babakan

Berkat peran serta masyarakat setempat, Pemprov DKI berhasil membuat reka ulang model pemukiman Betawi lengkap dengan pernik atribut budayanya. Bersama mereka merenovasi rumah-rumah tradisional milik warga, membangun sanggar-sanggar seni dan tari, mendirikan pusat informasi budaya, membuat panggung terbuka, dan lain sebagaianya. Hingga akhirnya Kampung Betawi Setu Babakan tak hanya berfungsi sebagai tempat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi, namun juga sebagai tempat wisata.

Cagar Budaya Betawi

Sebagai sebuah kawasan cagar budaya Betawi, Kampung Betawi Setu Babakan termasuk obyek wisata yang terbilang baru. Peresmian kawasan ini dilakukan pada tahun 2004, dilakukan bersamaan dengan peringatan HUT DKI Jakarta ke-474. Ditengah derasnya arus modernisasi, perkampungan ini dianggap masih mempertahankan dan melestarikan budaya asli Betawi, termasuk di dalamnya dialek bahasa, seni musik, seni tari dan seni drama.   

Daya tarik wisata

Kawasan wisata Kampung Betawi Setu Babakan cukup menyita perhatian wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Tak ayal, bila setiap kali liburan tiba, kawasan ini ramai dipadati pengunjung. Pengunjung disuguhi oleh aneka hiburan khas Betawi, mulai tari cokek, kasidah, tari topeng, marawis,  lenong, tanjidor, seni gambus, gambang kromong, dan tak lupa ondel-ondel yang menjadi salah satu ciri khas budaya Betawi.

Baca juga: Wisata Budaya Seru ke Kampung Baduy, Banten

Selain itu, berbagai prosesi budaya asli Betawi juga bisa ditemui di Kampung Betawi Setu Babakan, misalnya upacara pernikahan, akikah, khatam Al-Qur’an dan sunatan. Pengunjung juga dapat melihat generasi muda Betawi berlatih silat. Pecinta kuliner pun amat sangat di manjakan di kawasan wisata kampung Betawi ini dengan sajian masakan khas Betawi yang enak-enak, seperti soto betawi, ketoprak, ketupat nyiksa, kerak telor, gado-gado, ketupat sayur, laksa, arum manis,  mie ayam, soto mie, roti buaya, bir pletok, nasi uduk, kue apem, toge goreng, tahu gejrot dan lainnya.

Jam operasional dan tarif

Tertarik untuk berwisata budaya ke Kampung Betawi Setu Babakan? Kawasan ini beroperasi mulai Selasa hingga Minggu. Namun, bila ingin menikmati hiburan Betawi, datanglah di hari Sabtu dan Minggu, terutama Bulan Maret dan mendekati Ramadan. Harga tiket masuknya pun relatif murah, yaitu sebesar Rp. 2000,- per orang ditambah dengan biaya parkir Rp. 5000,- untuk mobil dan Rp.2000,- untuk motor.

Sedangkan yang ingin berwisata kuliner, Anda perlu menambah pengeluaran sekitar Rp.2000,- hingga Rp. 25.000,- tergantung menu yang di pesan. Ingin lebih seru lagi? Coba saja wisata airnya dengan tarif sekitar Rp. 5000,- per jamnya. Selamat berlibur! (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *