Serunya Island Hopping Trip Ujung Kulon: Sensasi Liburan Ala Selebriti di Pulau Pribadi

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan salah satu destinasi primadona bagi para pecinta petualang. Terutama mereka yang senang mengeksplorasi lebih dalam kekayaan hayati dan satwa – satwa liar asli Indonesia.

Menyebut nama Ujung Kulon, pasti yang terlintas di benak adalah badak bercula satu sebagai primadona wisata. Akan tetapi, tahukah Anda, Taman Nasional Ujung Kulon, juga menyimpan permata wisata lain yang masih tersembunyi? yuk, jelajahi tempat destinasi menarik yang masih diluar radar turis sebagai berikut:

Pulau Peucang

Paket wisata ke Pulau Peucang rata – rata Rp 750 ribu untuk 3 hari 2 malam. Selama berlibur di Pulau Peucang, Anda bisa menikmati bermain di pantai atau berkemah sepuasnya. Seperti memiliki pulau pribadi.

Pulau Badul

Berlibur ke Pulau Badul, terumbu karang yang indah akan menjadi pelarian stres saat naik perahu menuju bibir pantai. Pulau berpasir putih ini masih sepi dari radar turis sehingga akan membuatmu seperti selebriti yang menikmati pulau pribadi.

Pulau Oar

Salah satu pulau yang ada di Taman nasional Ujung Kulon. Dibutuhkan waktu sekitar 7 jam perjalanan dari ibukota Jakarta. Semua penat selama perjalanan, akan terbayarkan ketika menjejakkan kaki di pantai yang masih belum terjamah ini. Pemandangannya yang spektakuler membuat siapa saja ingin merasakan eksotisme yang masih perawan di Pulau Oar.

Pantai Daplangu

Berada di kec. Sumur, Pantai Daplangu relatif lebih dekat dengan pemukiman warga setempat. Bahkan, sudah tersedia sebuah villa yang indah bernama Villa Sarang Badak. Para wisatawan umumnya menjangkau lokasi tanpa perlu menyewa speed boat atau kapal cepat.

Cukup berjalan kaki dari villa menuju Pantai Daplangu. Tarif per malam menginap di Villa Sarang Badak juga relatif terjangkau, mengingat sudah tersedia fasilitas lengkap yang membuatmu senyaman rumah sendiri.

baca juga:

Kano Sungai Cigenter

Dengan menyewa perahu di desa Paniis sebesar kurang lebih Rp 1.500.000 untuk sekitar 20 orang penumpang perjalanan pulang dan pergi. Wisatawan bisa sampai ke Sungai Cigenter.

Sesampainya di lokasi, setiap orang dapat menyewa perahu kano untuk mendayung bernuansa alam Amazon seperti di Brazil menyusuri aliran sungai Cigenter.

Perjalanan kano menempuh jarak sekitar 12 km atau sekitar 30 – 40 menit. Di sisi kanan kiri sungai yang masih hutan rimba, kerap terlihat monyet liar, buaya atau rusa.

Padang Cidaon

Bersebelahan dengan Pulau Peucang, Padang Cidaon juga memiliki akses masuk dari Desa Sumur. Wisatawan yang memilih untuk pergi ke Padang Cidaon, terlebih dahulu harus mencapai hutan lindung Taman Nasional Ujung Kulon.

Dengan menempuh perjalanan trekking menjelajahi lebatnya hutan, maka dibutuhkan waktu sekitar 3 hari agar bisa sampai di Padang Cidaon.

Berbeda dengan atraksi wisata lain di Taman Nasional Ujung Kulon yang menawarkan hutan dan pantai, Padang Cidaon menawarkan pemandangan berupa bentangan savanna padang rumput yang luas seperti safari ke Afrika. Pemandangan rumput ilalang seluas 4 hektar ini mengingatkan kita kepada wisata safari di Zimbabwe atau Namibia. Tapi, masih bercita rasa asli Indonesia.

Padang yang luas ini merupakan konservasi dan rumah bagi satwa – satwa liar yang masih termasuk hewan dilindungi di Indonesia.

Seperti badak bercula satu, banteng jawa, kerbau, sapi liar, burung merak dan burung – burung beraneka spesies tampak terbang berkoloni menghias langit Padang Cidaon.

Badak Bercula Satu

Hewan yang menjadi primadona pengunjung adalah Badak bercula satu yang semakin hari, populasinya semakin mengkhawatirkan. Diprediksi populasi badak bercula satu di Indonesia hanya sekitar ratusan ekor. Bila tidak dilestarikan dan dikembang – biakkan, maka bukan mustahil jika kelak anak cucu kita hanya bisa melihat badak bercula satu melalui gambar atau foto.

Di sebuah spot menara pandang yang tinggi, wisatawan dapat menyapu pemandangan padang savanna yang luas dari ketinggian dengan teropong secara lebih leluasa dan detail.

Tepat menjelang senja berlabuh, sekitar pukul 5 – 6 sore, kawanan burung – burung liar tampak terbang berkerumun dan membuat langit Padang Cidaon lebih semarak.

Pemandangan sejenis juga bisa disaksikan saat matahari mulai terbit sekitar pukul  5- 6 pagi. Saat – saat matahari terbit atau golden times ini kerap dijadikan para pemburu foto alam bebas untuk mengabadikan momen tingkah laku hewan dengan latar cahaya sang surya yang menyulap kondisi sekeliling berubah keemasan.

***

Ingin berwisata ke Ujung Kulon? Pastikan jadwal transportasi dan akomodasi sudah siap bersama agen wisata dan tour travel Jari Adventure. Ayo, liburan praktis, hemat dan sesuai bujet bersama Jari Adventure…

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *