Seberapa Efektif Diet Mediterania? Cek 6 Hal yang Patut Kamu Tahu

Berat badan berlebih memang sangat meresahkan siapapun, baik pria maupun wanita. Bentuk tubuh yang ideal selalu diidam-idamkan oleh setiap orang. Berat badan berlebih dapat menimbulkan berbagai macam penyakit berbahaya seperti diabetes, kolesterol, dan jantung.

Berat badan dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus menyiksa tubuh dengan obat-obat penurun berat badan. Salah satunya dengan diet sehat dan juga berolah raga. Pernahkah Anda mendengar diet Mediterania?

Diet Mediterania sedang banyak digandrungi oleh masyarakat di zaman ini. Apa itu diet Mediterania? Mari kita ulas Bersama berikut ini.

1.    Sejarah Diet Mediterania

Sebelum memulai diet, ketahui dulu sejarah dari apa itu diet mediterania. Konsep diet mediterania kononnya merupakan cerminan dari pola makan penduduk Pulau Kreta, Yunani serta sebagian besar penduduk Italia di saat tahun 1960-an. Diet ini dipublikasikan pada tahun 1975 oleh Ancel Keys, ahli biologi serta Margaret Keys, ahli kimia dari Amerika.

Diet ini baru popular serta mendapat pengakuan di tahun 1990. Namun, diet ini menimbulkan suatu paradoks. Meskipun orang yang tinggal di negara mediterania mengonsumsi makanan tinggi lemak, mereka tetap memiliki tingkat penyakit kardiovaskular yang rendah dibandingkan penduduk Amerika Serikat.

2.    Deretan Makanan untuk Diet Mediterania

Sama halnya dengan diet pada umumnya, diet mediterania tentu juga memiliki daftar makanan yang wajib di makan. Tidak boleh sembarangan atau coba-coba. Diet ini menekankan untuk mengonsumsi sayuran, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, beri-berian, ikan laut, serta minyak zaitun.

Ikan yang bisa dikonsumsi disarankan ikan tuna, salmon, sarden, mackerel, ikan haring, serta ikan forel atau trout. Untuk jenis tuna dan salmon, lebih disarankan untuk dikonsumsi dalam keadaan segar dan mentah. Jika ingin diolah, maka lebih baik untuk dipanggang atau ditumis dengan minyak zaitun. Diet bukan berarti harus menyiksa perut, namun hanya cukup memilah makanan apa saja yang baik untuk menurunkan berat badan.

3.    Sesekali Mengonsumsi Makanan Ini

Setelah rutin mengonsumsi makanan pada point kedua, maka ada baiknya jika Anda sesekali mengonsumsi beberapa makanan ini. Mulai dari daging ungags, susu, telur, keju, dan yogurt. Itu karena diet mediterania menekankan pada tingginya konsumsi sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, serta minyak zaitun.

Diet ini memang cenderung menghindari protein hewani yang tinggi lemak serta daging. Prioritas daging yang bisa Anda konsumsi adalah daging ikan, kemudian daging unggas dan yang terakhir adalah red meat dari daging domba, sapi, kambing, atau babi.

4.    Kurangi Konsumsi Daging Merah

Bagi para pecinta steak, burger, atau sejenisnya, maka harus ucapkan selamat tinggal sebelum menjalani diet mediterania. Diet mediterania menyarankan untuk menghindari daging merah. Rekomendasi daging merah adalah jenis daging dari mamalia seperti domba, kambing, sapi, atau babi.

Nyatanya, Daging merah dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti kolesterol, meingkatkan resiko penyakit jantung, meningkatkan tekanan darah, stroke, serta menambah berat badan. Daging merah dapat membuat diet menjadi gagal, lho! Itulah kenapa kita harus menghindari makanan berunsur daging merah.

baca juga:

Diet Sehat Saat Travelling? Why Not! Siapkan 5 Camilan Superfood Ini

 

5.    Hindari Makanan Ini

Ada beberapa makanan yang menjadi pantangan untuk Anda makan. Diet mediterania menyarankan untuk menghindari makanan olahan, makanan atau minuman dengan pemanis buatan, makanan tinggi garam, daging olahan, serta snack buatan pabrik.

Menghindari fast food memang sangat susah untuk dihindari. Daripada membuat diet gagal, sebaiknya Anda menjauhi makanan cepat saji seperti pizza, burger, donat, kentang goreng, dan yang lainnya. Ini juga demi kesehatan Anda, jadi mengapa tidak?

6.    Diet Mediterania Efektif atau Tidak?

Setelah menghindari makanan favorit dan hanya mengonsumsi makanan tertentu, apakah diet mediterania efektif untuk menurunkan berat badan? Nyatanya, diet ini ternyata lebih efektif untuk menurunkan berat badan dibandingkan diet rendah lemak (menurut laman Consumer Reports).

Tak hanya itu, diet mediterania juga dapat mengurangi akumulasi lemak perut yang sangat berbahaya bagi kesehatan dibandingkan lemak pada paha dan pinggul.

Itulah beberapa fakta dari diet mediterania yang wajib Anda ketahui. Sudah siap mencoba diet ini?

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.