Pura Agung Amerta Bhuana-Batam, Kemegahan Berhadapan Selat Malaka

Lokasi dan Akses Menuju Pura

Menjadi tempat beribadah umat Hindu, sekaligus situs bersejarah, Pura Agung Amertha juga menjadi salah satu destinasi wisata yang ada di Kota Batam, Kepulauan Riau. Pura ini terletak di Jalan Gadjah Mada No. 3 Sei Ladi, Kecamatan Sekupang Batam. Untuk menuju kesana, dari Bandara Hang Nadim, perjalanan ke pura dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit atau 15 menit dari Terminal Ferry Harbour Bay di Sei Jodoh. Anda pasti tidak kesulitan menemukan lokasinya, karena letaknya dapat dibilang cukup strategis.

Yang Ditawarkan Oleh Pura Agung Bhuana

Dibangun pada tahun 1999, Pura Agung Amertha Bhuana adalah sebuah pura yang memiliki arsitektur hindu klasik. Pemandangan di sekitar pura membuat pengunjung betah untuk berlama-lama karena keindahan alamnya. Sejauh mata memandang, anda akan melihat Danau Sei Ladi dan Selat Malaka. Halaman pura dikelilingi tembok yang di dalamnya ada Altar, yakni semacam tempat pendupaan untuk para dewa.

Pembangunan pura dilakukan secara bertahap dan waktu dibalik pembangunan pura dapat dibilang memakan waktu panjang. Hal itu terjadi karena alasan keamanan, karena pendirian sebuah pura harus ada pewarah-warah agar tidak ada konflik nantinya. Setelah sekian lama berunding, akhirnya para tokoh Agama Hindu di Batam itu mendapat tempat di sebuah hutan belantara yang dinilai angker. Konon katanya juga sering terdapat kejadian-kejadian aneh yang dialami masyarakat sekitar. Ukurannya pun terbilang cukup luas, lebih dari dua hektar.

Baca juga: Indahnya Pantai Iboih di Sabang, Aceh

Di dalam pura terdapat bangunan Padmasana yang tingginya kurang lebih 15 meter, Padmasana tersebut merupakan Padmasana terbesar dan tertinggi di Indonesia. Pura Agung Amerta Bhuana dibangun dengan pertimbangan – pertimbangan secara aspek, salah satunya yakni bentuk bangunan pura yang berornamen Hindu klasik digabungkan dengan konsep modern akan memperkaya Pulau Batam sebagai salah satu gerbang pariwisata di Indonesia bagian barat laut menjadi miniatur kebhinekaan Indonesia.

Untuk tarif masuk, anda tidak dikenakan biaya sedikitpun alias gratis, namun pengunjung diharapkan untuk memberikan donasi seikhlasnya. Pura dibuka setiap hari dari mulai pukul 9 pagi hingga 10 malam. Layaknya tempat peribadatan pada umumnya, fasilitas yang ada disini hanya berupa toilet. Pura Agung Amertha Bhuana ini masih aktif digunakan sebagai tempat beribadah umat Hindu, tak terkecuali perayaan hari-hari besar seperti Hari Raya Nyepi.

Tips Untuk Anda Yang Ingin Berkunjung

Konfirmasi Kehadiran Jauh-Jauh Hari

Bagi anda yang berniat datang ke sini bersama grup atau rombongan, alangkah baiknya untuk konfirmasi kehadiran jauh-jauh hari, kurang lebih 2 atau 3 hari sebelumnya dengan menghubungi penjaga pura. Jangan sampai kunjungan anda dan rombongan justru malah menganggu kegiatan keagamaan yang ada di pura.

 

Gunakanlah Pakaian Yang Rapi

Sebagai pengunjung, tentunya anda harus menaati peraturan yang berlaku. Pura ialah tempat yang sakral, untuk itu kita harus menghormatinya dengan cara menggunakan pakaian yang sopan dan tertutup. Beberapa Pura juga mengharuskan pengunjung terutama wanita, untuk memakai semacam jarik. Kain ini bahkan juga disewakan untuk menutupi bagian bawah tubuh (bila memakai celana atau rok pendek)

 

Himbauan Untuk Wanita

Sebelum datang kesini, untuk para wanita jangan lupa perhatikan betul aturan yang satu ini. Wanita yang sedang menstruasi atau sedang dalam keadaan berduka selama 32 hari dilarang untuk memasuki wilayah pura. Tentunya karena alasan pura adalah tempat yang suci, ya.  

 

Menjaga kesopanan dan ketertiban

Berkunjung ke wisata – wisata spiritual atau religi, sebaiknya  tetap menjaga ketertiban dan ketenangan. Jangan berbicara keras – keras atau bahkan bergurau yang berlebihan. Jika membawa anak kecil, sebaiknya orang tua tetap mengawasi dan memperhatikan kebutuhan anak agar tidak rewel atau membuat kegaduhan di dalam pura.

 

Menjaga kebersihan

Satu lagi yang tak kalah penting. Yaitu menjaga kebersihan lingkungan. Bila membawa makanan dan minuman dalam kemasan. Tetap gunakan tempat sampah atau kantung kresek untuk menyimpan sampah atau kemasan plastik bekas makanan dan minuman yang dibawa. Pengunjung yang baik akan selalu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar tempat ibadah.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *