Pulau Sangiang, Surga Tersembunyi di Banten

Pulau Sangiang – Buat para petualang sejati, tentunya ingin selalu menemukan tempat wisata yang masih alami dan tidak terlalu ramai dengan para wisatawan lainnya. Dari Jakarta, Anda tidak perlu jauh-jauh, cukup melangkahkan kaki ke Propinsi Banten. Sebut saja Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sawarna, dan Pantai Bagedur yang alamnya masih asri dan alami. Tapi jika mencari tempat yang letaknya tidak terlalu jauh, namun cukup terpencil dan belum banyak terjamah tangan manusia, coba datang ke Pulau Sangiang.

Lokasi Pulau Sangiang.

Pulau Sangiang secara admistratif terletak di Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Propinsi Banten. Tepatnya, pulau indah ini berada di selat sunda, yang memisahkan antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Berlokasi tidak jauh dari Kecamatan Anyer, hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30-45 menit perjalanan, dengan menggunakan kapal yang tersedia di pelabuhan Paku, Anyer.

Rute transportasi

Rute menuju Pulau ini cukup mudah kok. Dari Kota Serang, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi umum menuju Cilegon, lalu lanjutkan perjalanan ke Kota Anyer dan langsung menuju Pelabuhan Paku Anyer. Namun jika memanfaatkan angkutan umum, dari arah Jakarta dapat menggunakan bis jurusan Merak dan turun di terminal bayangan PCI. Kemudian lanjutkan dengan menaiki angkot warna ungu ke Simpang Tiga Cilegon. Teruskan perjalanan menuju Pelabuhan Paku dengan angkot berwarna silver. Nantinya, Anda dapat menyewa kapal atau perahu motor menuju Pulau Sangiang, dengan besaran tarif yang tergantung dari kesepakatan dengan pemilik perahu.

Obyek wisata dan cagar alam

Awalnya, Pulau Sangiang ini merupakan sebuah cagar alam dengan luas kurang lebih tujuh ratus hektar. Kemudian pada tanggal 8 Februari 1993, keluar Surat Keputusan Menteri Kehutanan , yang mengubah fungsi pulau ini dari kawasan cagar alam menjadi taman wisata, dengan luas daratan mencapai 528,15 hektar dan 200 hektar sisanya merupakan lautan.

Baca Juga: Karimun Jawa, Surga di Utara Pulau Jawa

Sebelumnya, Pulau Sangiang ini sempat akan dijadikan obyek wisata dengan beragam fasilitas, seperti hotel, villa, padang golf, kereta gantung, spot diving, selancar, dan rumah sakit berskala internasional untuk menarik minat para wisatawan lokal dan mancanegara. Akan tetapi pembangunan tersebut mengalami kendala, akibat terkena dampak krisis ekonomi pada tahun 1998. Dilanjutkan dengan terungkapnya perusakan alam yang disebabkan oleh pembangunan tersebut, akhirnya membuat Pulau Sangiang tetap dipertahankan alami, eksotik, dan asri seperti sekarang ini.

Seven Wonders of Banten.

Keindahan darat dan bawah laut Pulau Sangiang bahkan dijadikan sebagai Seven Wonders of Banten. Selain menawarkan pemandangan alam yang luar biasa, dengan pantai berpasir putih dan air laut yang jernih, Pulau ini juga menyimpan aneka ragam tumbuhan dan hewan langka yang banyak menarik perhatian para peneliti dari segala penjuru dunia. Belum lagi adanya peninggalan sejarah Perang Dunia Kedua, membuat pulau ini semakin lengkap dan wajib untuk dikunjungi.

Buat Anda yang menyukai kegiatan alam, ada banyak cara untuk menikmati keindahan Pulau Sangiang. Mulai dari lintas alam, mendaki gunung, memancing, diving, dan snorkeling. Untuk lokasi scuba diving yang apik, Anda dapat menemukannya di sekitar perairan Tanjung Raden, sedangkan yang berada di Legon Waru, dapat dilakukan dengan menggunakan glass bottom boat untuk menikmati keindahan terumbu karang dan ikan warna-warni.

Peninggalan Perang Dunia ke-2

Sedangkan untuk wisata budaya, traveler bisa mengamati sisa-sisa Perang Dunia Kedua. Yaitu berupa benteng-benteng dan meriam bekas pertahanan Jepang. Terletak di sekitar pos TNI Angkatan Laut. Jangan lewatkan juga untuk melihat menara pandang dengan anak tangga berjumlah 114. Yang dibuat oleh Perancis pada tahun 1999 dan anak tangga berjumlah 279 buatan Jerman di tahun yang sama. Hal ini membuat para penduduk Pulau Sangiang menyebutnya sebagai tangga seribu.

Pulau Sangiang sendiri memang terpencil dan sangat sepi, dibandingkan dengan pantai-pantai di kawasan Anyer. Di sini, hanya terdapat sekitar 40 kepala keluarga. Dengan kurang lebih sepuluh rumah warga asli yang terpencar di beberapa penjuru pulau. Oleh karena itu, fasilitas yang ada di sini sama sekali tidak lengkap.

Tapi justru keeksotisan dan kealamian pantai ini yang menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke sini. Jika ingin bermalam, jangan lupa membawa tenda dan perbekalan yang cukup. Namun ingat, keindahan alam ini pun harus dijaga betul. Dengan tidak membuang sampah sembarangan, merusak terumbu karang, dan melakukan hal-hal lainnya yang memberikan dampak buruk bagi pantai ini.

Yuk jadi traveler yang bertanggung jawab dalam menelusuri kecantikan Pulau Sangiang yang alami dan eksotik ini. (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *