Pulau Penyengat Tanjungpinang, “Pulau Mars” di Planet Bumi, Berminat Kesini?

Lokasi Pulau Penyengat

Datang ke tanah Melayu, rasanya kurang pas kalau belum berkunjung ke Pulau Penyengat. Pulau Penyengat adalah sebuah pulau kecil di Tanjungpinang yang menjadi tempat banyak bangunan bersejarah. Lokasi tepatnya berada di Kota Tanjungpinang, provinsi Kepulauan Riau, sekitar 2 kilometer dari pusat Kota Tanjungpinang dan 25 kilometer bila dari Kota Batam. Bila dari Tanjungpinang, pulau ini dapat ditempuh dengan menggunakan perahu bermotor atau lebih sering disebut pompong dan memerlukan waktu perjalanan kurang lebih 15 menit.

Yang Ditawarkan Oleh Pulau Penyengat

Saat akhir pekan, jumlah wisatawan meningkat hingga 2.000 pengunjung. Tak hanya dari Indonesia, namun juga dari Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam. Setibanya di Pulau Penyengat, wisatawan akan disambut jejeran oleh becak motor yang dimodifikasi. Bagi pengunjung yang mau, becak motor ini siap mengantar berkeliling pulau.

Konon dahulu kala, ada beberapa pelaut yang melanggar larangan saat mengambil air, sebagai balasannya mereka akhirnya diserang oleh ratusan serangga berbisa yang disebut penyengat. Sejak itulah pulau kecil ini dijuluki Pulau Penyengat, orang-orang Belanda sendiri menyebutnya dengan nama Pulau Mars.

Baca juga: Masjid Raya Sultan Riau, Kemegahan Tempat Ibadah Sultan Riau Tertua di Pulau Penyengat

Pulau Penyengat memiliki begitu banyak bangunan bersejarah di dalamnya, sehingga pada tanggal 19 Oktober 1995 ditetapkan sebagai salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO. Yuk, lihat apa saja yang ada di Pulau Penyengat ini?

Masjid Raya Sultan Riau

Masjid Raya Sultan Riau dibangun oleh Sultan Mahmud pada tahun 1803 dan mengalami renovasi ketika masa pemerintahan Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdurrahman. Memiliki ukuran 18 x 20 meter dan ditopang oleh 4 buah tiang beton, masjid ini katanya dibangun dengan menggunakan campuran putih telur, kapur, pasir  dan tanah liat. Pada bagian sisi kiri dan kanan depan masjid, ada bangunan tambahan yang biasa disebut dengan Rumah Sotoh atau tempat pertemuan. Yang menjadi keunikan masjid ini ialah jumlah keseluruhan menara dan kubah di Masjid Sultan Riau sebanyak 17 buah yang melambangkan jumlah rakaat salat wajib lima dalam waktu satu hari.

Mushaf al-Quran

Mengulik lebih dalam Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat, anda akan menemukan dua buah mushaf Al-Qur’an bertuliskan tangan yang masih tersimpan rapi hingga kini. Salah satu yang dapat dilihat oleh pengunjung adalah hasil karya milik Abdurrahman Stambul, yakni salah seorang penduduk Pulau Penyengat yang dikirim oleh Kerajaan Lingga ke Mesir untuk memperdalam ilmu Agama Islam. Al-Quran tersebut selesai ditulis pada tahun 1867.  Keiistimewaan Mushaf Al-Quran Abdurrahman Stambul ini terletak pada banyaknya penggunaan “Ya Busra” serta beberapa rumah huruf yang titiknya sengaja disamarkan dengan tujuan pembacanya akan cenderung berdasarkan interpretasi individu sesuai ilmunya. Wah, unik ya.

Balai Adat Melayu

Memiliki bentuk bangunan yang sama seperti rumah panggung khas Melayu. Balai Adat ini difungsikan sebagai tempat untuk menyambut tamu atau mengadakan perjamuan bagi orang-orang penting. Masuk ke dalam gedung, anda dapat melihat bagaimana bentuk tata ruang dan berbagai perlengkapan atraksi kesenian. Digunakan untuk menjamu para tamu tertentu. Di bagian bawah Balai Adat terdapat sebuah sumur air tawar yang usianya sudah berabad-aba. Hingga kini airnya masih mengalir jernih dan dapat langsung diminum.

Tips Untuk Yang Ingin Berkunjung

Menghormati Dengan Bersikap Sopan dan Santun

Sebagai tempat wisata yang memiliki benda peninggalan masa lalu. Ada baiknya kita selaku pengunjung menjaga etika dan sopan santun selama berada disana. Begitu pula dengan warga lokal, jangan lupa untuk budayakan senyum dan sapa.

Reservasi hotel

Persiapkan liburan Anda sejak jauh – jauh hari. Terutama ketika Anda datang dari luar daerah atau kota lain. Usahakan untuk memesan kamar atau booking hotel di kota Tanjung pinang agar tidak kehabisan kamar. Di musim – musim liburam atau high season, pengunjung atau wisatawan akan memadati kota Tanjungpinang. Bahkan, tak berasal dari dalam negeri saja, lebih banyak yang dari Singapura, Malaysia atau Brunei Darussalam. Oleh karena itu, gunakan waktu yang ada sebaik mungkin untuk memesan hotel agar liburan makin menyenangkan.

 

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *