Pulau Penyengat, Simpan Banyak Atraksi Wisata Bahari Memikat

Pulau Penyengat – jika berkunjung ke Kepulauan Riau tujuan wisata yang sempurna adalah mengunjungi pantainya yang terkenal dengan cerita sejarahnya dan taman laut yang indah karena pemerintah dan masyarakat yang masih selalu menjaganya. Pulau Penyengat, yah pulau ini merupakan salah satu pulau yang berada di Tanjung Pinang. Menyimpan begitu banyak cerita sejarah dan peninggalan – peninggalan bersejarah lainnya. Dan masih banyak cerita lainnya yang menarik tentang Pulau Penyengat ini. Ikuti terus ulasan berikut ini.

Sedikit Sejarah Pulau Penyengat

Nama Penyengat sendiri diambil dari nama binatang yaitu penyengat merupakan hewan sebangsa lebah. Pulau yang lumayan besar dan berjarak sekitar 2 km dari Tanjung Pinang dulunya merupakan lokasi pemerintahan kesultanan Johor – Riau dan sering disinggahi pelut dari berbagai daerah, mereka membawa air laut tawar  dari sumur pulau tersebut. S

umur  tersebut terdapat di sebuah Balai Adat yang dibagian bawahnya terdapat sebuah sumur air tawar yang bisa dipercaya menyembuhkan berbagai macam penyakit. Konon dulunya ada sekelompok orang yang mengambil air dari sumur tersebut diserang oleh  penyengat karena melanggar pantangan di pulau tersebut. Terlepas dari namanya pulau ini dikenal sebagai mas kawin salah satu sultan kerajaan Riau Lingga ketika mempersuting seorang permaisuri, yang ternyata makamnya juga terdapat di pulau tersebut.

Lokasi Pulau Penyengat

Perjalanan ke pantai Penyengat ini membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit dari pusat kota Tanjung Pinang, untuk menyebrangi lautan menggunakan pompong, cukup merogoh kocek sebesar 6000 rupiah saja (2014). Setelah sekitar 20 menit pompong akan mendarat di dermaga pulau Penyengat dan Anda dapat melajutkan perjalanan mengelilingi Pulau Penyengat.

Tempat – tempat yang wajib dikunjungi

Saat berada di Pulau Penyengat anda wajib mengunjungi kompleks makam petinggi kerajaan Riau Lingga, para petinggi diantaranya Raja Hamidah, Raja Ali Haji, Raja Ahmad, Raja Ja’far, juga Raja Haji Fisabilillah. Setiap petinggi di kerajaan Riau Lingga tersebut memiliki peran yang berbeda – beda, seperti Raja Haji Fisabilillah adalah seorang panglima perang saat melawan Belanda, Raja Hamidah selaku permaisuri yang mempunyai otoritas melantik sultan dan Raja Ali Haji sebagai pengarang 12 Gurindam, pengunjung dapat membaca 12 Gurindam tersebut sambil berkeliling kompleks makam.

Selain makam pengunjung dapat berkunjung ke area bangunan adat melayu dan masjid yang terbuat dari putih telur. Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari Indonesia melainkan wisatawan dari Malaysia, Singapura serta Brunai Darussalam. Terdapat pula sebuah pemandian kaum hawa pada masa kerajaan Johor – Riau yang bernama Perigi Putri. Gedung mesiu yang terdapat di Bukit Kursi bangunan yang digunakan sebagai gudang tempat penyimpanan mesiu. Bukit Kursi ini dulunya merupakan tempat pertahanan kerajaan.

Penduduk Pulau Penyengat

Jalan di Pulau Penyengat inipun lumayan bagus dan mulus walaupun terbilang sempit. Saking sempitnya jalan membuat mobil tak dapat digunakan di Pulau Penyengat ini, becak motor yang kadang berpapasan pun harus mengalah salah satunya. Di setiap gang kecil terdapat sebuah petunjuk yang bertuliskan menggunakan  arab gundul. Warga kampung di Pulau Penyengat ini juga memelihara kebersihan sekitar, maka tak heran di setiap jalan atau gang yang sempit jalanan ini bersih dari sampah yang berserakan.

Baca juga: Liburan Seru ke Tempat Wisata di Bangka Belitung Ini

Fasilitas yang tersedia

Di pulau ini terdapat becak motor yang siap mengantar wisatawan berkeliling Pulau Penyengat yang memiliki luas 3,5 km2. Untuk menyewa pulau ini wisatawan cukup membayar 25.000 per trip. Terdapat masjid Raya Sultan Riau. Masjid ini merupakan saksi bisu sejarah kejayaan kerajaan islam di Indonesia. Masjid yang di dominasi warna kuning hijau ini dibangun sekitar tahun 1761 – 1812, yang memakan waktu setengah abad.

Yang dipertuan muda Raja Abdurrahman Sultan Kerajaan Riau memperluas masjid tersebut karena tak lagi mampu menampung Jemaah. Terdapat juga Balai yang disediakan untuk kegiatan keagamaan dan acara sosial lainnya. Walaupun tidak ada rambu – rambu untuk menjaga kebersihan. sudah semestinya kita harus sadar dan berupaya menjaganya. Karena pulau ini termasuk dalam pulau yang menyimpan begitu banyak cerita sejarah kerajaan Melayu di Indonesia. 

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.