Pulau Mensemut, Butuh Perhatian dan Sentuhan Wisata Profesional

Pulau Mensemut  – Secara geografis Pulau Mensemut berada di ujung selatan di Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau. Kepulauan Riau ini memiliki berbagai macam wisata bahari yang dapat terus kita kembangkan. Kabupaten ini memiliki 377 pulau , dengan Pulau Lingga dan Singkep sebagai pulau induk atau pulau terbesarnya. Pulau ini memang tak banyak dikenal oleh masyarakat. Selain aksesnya yang sulit karena memakan waktu hingga dua jam perjalanan menggunakan pompon (kapal kecil) dari Pulau Pena’ah , Pulau Mensemut ini jika memasuki musin selatan sulit dijangkau akibat angin yang kencang karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Laut Bangka dan Selat Berhala di bagian selatan, Selat Karimata dan Laut Cina Selatan pada bagian utara dan timur.

Pesona Pulau Mensemut

Namun jangan salah , lingkungan Pulau Mensemut ini masih terjaga kebersihannya dan untuk ekosistem laut di Pulau Mensemut sangat cocok buat kalian pecinta keindahan bawah laut . Ragam ikan yang masih melimpah dan unik masih tersedia di Pulau Mensemut . Apalagi jika kalian mengajak kolega,sahabat,teman untuk snorkling bawah laut. Keindahan laut yang benar-benar memanjakan mata serta lingkungan yang jauh dari kekotoran ini ternyata perlu mendapatkan banyak perhatian dari masyarakat dan pemerintah khususnya bapak presiden republik  Indonesia.

Deretan pepohonan yang hijau rindang membawa kita pada rasa nyaman ditambah jamuan warna air laut yang biru bercampur tosca dengan pasir putih yang sangat bersih.

 

Kondisi masyarakat Pulau Mensemut

Banyak relawan dan aktivis yang datang mengunjungi Pulau Mensemut ini untuk mendedikasikan waktu dan ilmu ke anak-anak suku laut. Mereka mengajarkan membaca dan menulis dengan fasilitas seadanya. Semangat anak-anak suku laut ini tak pernah hilang , terbukti ketika tempat yang biasa digunakan untuk mengajar tersebut roboh dihantam angin kencang. Dan para aktivis sedang mengalami kendala yakni pompong yang digunakan untuk transportasi dari pulau satu ke pulau lainnya mengalami kerusakan, tak ada lagi pompong yang bisa digunakan. Dengan perasaan haru dan senang , pemerintah Kabupaten Lingga ini memberikan santunan tempat belajar, pompong , dan peralatan savety lainnya kepada aktivis.

Baca juga: Pulau Sangiang, Surga Tersembunyi di Banten

Sebelulmnya untuk mobilitas , para aktivis cukup sulit karena warga Suku Laut terpisah di pulau-pulau kecil. Bersyukur sekali karena berkat bantuan Bapak Alias Wello selaku Bupati Kabupaten Lingga ini aktifitas belajar mengajar bisa kembali terealisasi. Melihat keseriusan pemerintah ini, menjadikan motavasinya untuk dapat terus berjuang mendedikasikan ilmu bagi warga Suku Laut di Kabupaten Lingga.

Masyarakat yang hangat dan tentram tinggal di Pulau Mensemut ini enggan untuk pindah ke pulau yang lebih aman. Hal ini dikarenakan mata pencaharian mereka sebagai nelayan. Di pulau ini rejeki untuk kehidupan sehari-hari dan sudah turun temurun mereka berada di Pulau Mensemut.

Ketergantungan akan hasil alam dan hasil laut yang melimpah membuat banyak nelayan tidak bisa meninggalkan pulau. Karena sumber mata pencahariannya berada pada laut. Walaupun pemerintah sudah mensosialisasikan mengenai bahayanya Pulau Mensemut terhadap bencana alam. Dilihat dari letak geografisnya, Pulau Mensemut terletak menghadap ke Laut Cina Selatan.

Masyarakat buta huruf

Saat ini kondisi masyarakat di Pulau Mensemut ini banyak yang mengalami buta huruf. Banyak aktivis dan sukarelawan yang mengulurkan tangan dan peduli terhadap masyarakat suku laut. Kemudian, mengirimkan beberapa bantuan berupa alat tulis dan mengajar. Tingginya gerakan aktivis untuk memberantas buta huruf di Pulau Mensemut ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat.

Aktivis juga mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah kepada masyarakat akan status perkawinan masyarakatnya. Banyak diantaranya yang sudah menikah namun berdasarkan adat saja, karena sekarang sudah banyak yang muslim, dihimbau kepada pemerintah atau instasi bisa membantu menikahkan mereka secara agama. Supaya mereka dapat mengurus kartu identitas dan anak-anak mereka juga bisa mendapatkan akte kelahiran.

Uluran tangan dan perhatian dari masyarakat serta wisatawan dapat menjadi harapan besar bagi Pulau Mensemut ini . Semoga kita semua dapat berbagi satu sama lain dan tetap dapat melestarikan wisata bahari Indonesia.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.