Pulau Kembang, Obyek Wisata di Kalimantan Selatan yang Sarat Nuansa Mistis dan Ditinggali Ribuan Kera

Pulau Kembang  Setelah puas menikmati keindahan pemandangan dari atas Jembatan Barito, Anda dapat melanjutkan perjalanan wisata ke Pulau Kembang, sebuah pulau yang berada di tengah-tengah sungai Barito, tepatnya berada di Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Selain Jembatan Barito, Pulau ini letaknya juga tak begitu jauh dari obyek wisata unik lainnya yang dimiliki Kalimantan Selatan, yaitu Pasar Terapung, dan juga Pelabuhan Trisakti. Seperti apa serunya berkunjung ke obyek wisata Pulau Kembang yang dihuni banyak kera dan sarat akan nuansa mistis ini? Yuks, simak ulasannya berikut ini!    

Lokasi

Obyek wisata Pulau Kembang merupakan sebuah delta yang memiliki luas 60 Ha. Pulau ini menjadi habitat kera ekor panjang. Karena vegetasi hutan belukar rawa dan banyak pohon nipah di sana membuat pulau yang terletak di sebelah barat Kota Banjarmasin ini sebagai tempat tinggal yang cocok bagi kawanan kera. Di kawasan obyek wisata Pulau Kembang, Anda dapat menikmati dari dekat koloni kera yang jumlahnya mencapai ratusan bahkan diperkirakan ribuan. Bila beruntung, Anda dapat juga menjumpai Bekantan, monyet ekor panjang berwarna kuning dengan moncong hidung yang panjang, di sana. Selain kera, pulau yang ditetapkan sebagai hutan wisata sesuai dengan SK. Menteri Pertanian No. 788/Kptsum12/1976 ini juga merupakan habitat beberapa jenis burung. Pulau ini dikelola oleh Balai Konservasi sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan, Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kementerian Kehutanan.

Pulau tempat tinggal ribuan kera kuning ekor panjang/Bekantan

Karena banyaknya kera yang tinggal di Pulau Kembang, Anda akan disambut oleh kawanan hewan berbulu ini sekitar 100 meter sebelum mencapai dermaga pulau ini. Para kera ini bisa berenang hingga ke perahu Anda dan merebut makanan yang Anda bawa. Jangan kaget, bila kera-kera ini akan merusak kantong plastik yang Anda bawa atau merogoh saku tas demi mencari makanan. Mungkin nampak menakutkan, namun kera-kera ini tidak galak karena sudah terbiasa dengan kehadiran manusia. 

Di obyek wisata Pulau Kembang, pengunjung dapat bercengkrama dengan kera-kera dan biasanya juga membagi makanan yang mereka bawa. Saking banyaknya kawanan kera yang ada di sana, suasana di Pulau Kembang begitu gaduh dengan suara monyet yang saling berebut makanan. Suara pengunjung yang menjerit ketakutan akan kenakalan primata yang memiliki hubungan kekerabatan paling dekat dengan manusia ini semakin menambah meriah suasana.

Meski monyet-monyet ini yang menjadi daya tarik utama para wisatawan untuk mngunjungi obyek wisata Pulau Kembang, namun kelangsungan hidup hewan-hewan ini belum terjamin sepenuhnya sebab vegetasi yang dimiliki Pulau Kembang kurang beragam. Oleh sebab itulah, para monyet ini agak sedikit tergantung dengan makanan yang dibawa pengunjung.  

Baca juga: Soto Banjar, Kuliner Terpopuler Asal Kalimantan Selatan

Hal menarik lain yang bisa Anda lihat saat berada di Pulau Kembang adalah kapal-kapal besar yang melewati pulau menuju ke pelabuhan Trisakti. Pelabuhan ini memang letaknya tak jauh dari Pulau Kembang.

Kisah-kisah legenda

Banyak kisah yang menjelaskan tentang asal muasal Pulau Kembang. Salah satu kisah yang populer berasal dari kapal China, Law Kem Bang, yang tersesat dan kemudian dihancurkan oleh orang Biaju pada 1750-an atas perintah Sultan Banjar. Puing-puing kapal tersebut kemudian ditumbuhi pepohonan dan berubah menjadi sebuah pulau yang kemudian didiami sekelompok kera. Masyarakat setempat percaya bahwa kera-kera ini merupakan penjelmaan dari makhluk halus.

Berdasarkan cerita ini, masyarakat Tionghoa kemudian membangun kelenteng dan arca Hanoman di Pulau Kembang sehingga banyak dari mereka yang mendatangi Pulau Kembang untuk berziarah mendoakan leluhur. Masih menurut cerita mistis yang berkembang, di pulau ini tinggal seekor kera yang sangat besar yang merupakan raja dari para kera yang mendiami pulau ini.    

Pulau Kembang juga sering sekali dihubungkan dengan kejadian-kejadian mistis. Banyak dari pengunjung mengaku mengalami hal-hal mistis selama berada di sana, misalnya melihat jembatan yang menghubungkan Pulau Kembang dengan daratan; melihat sosok pangeran berbaju putih mengendarai kuda melintas di atas jembatan itu, dan lain sebagainya. Di pulau ini juga terdapat sebuah kuil yang biasanya digunakan para pengunjung untuk meletakkan sesajen atau melaksanakan nadzarnya.

***

Tips berwisata ke Pulau Ribuan Kera Kuning Bekantan di Pulau Kembang, Kalimantan Selatan

Beriwisata ke pulau yang dihuni ribuan monyet tentu akan memberikan sensasi petualangan yang berbeda. Namun demikian, para pengunjung tidak perlu takut ataupun cemas merasakan keceriaan di Pulau Kembang. Karena dengan mengikuti tips-tips yang kami berikan, kecemasan akan hal-hal yang Anda khawatirkan seperti gangguan monyet/kera Bekantan dapat diminimalisir. Berikut tipsnya:

1. Jangan memakai perhiasan

Mungkin karena ingin sekadar bermain atau usil, beberapa kera Bekantan terkadang akan mencoba untuk mengambil barang-barang para pengunjung. Jika barang tersebut seperti pita rambut atau gelang karet mungkin tidak begitu bernilai. Akan tetapi bagaimana jika barang tersebut berharga mahal seperti kacamata bermerek, gelang emas, kalung emas, dan juga kamera? Nah, pasti Anda akan rugi dan kebingungan untuk mengambilnya. Pasalnya, setelah mengambil barang-barang dari para pengunjung, tak jarang kera tersebut kemudian akan memanjat pohon untuk melindungi barang yang sudah dicurinya. Jika tidak ingin acara liburan ke Pulau Kembang terganggu, lebih baik simpan barang-barang berharga Anda di rumah.

2. Jangan memberi makan kera

Pada beberapa kondisi mungkin masih relatif aman untuk memberi makanan kepada kera-kera. Lantaran, para petugas juga terkadang sudah menyiapkan makanan khusus kepada para kera di Pulau Kembang yang memang hidup liar. Namun, jika para pengunjung ingin memberi makan diharapkan agar selalu berhati-hati dengan kawanan kera lain yang kemungkinan juga akan berdatangan. Jumlah kera di Pulau Kembang bisa mencapai ribuan, maka dari itu, jika salah satu diberi makan, maka kera yang lain pasti juga iri untuk meminta diberi makan. Hal ini bisa sangat berbahaya bagi para pengunjung.

3. Jangan membawa kantong plastik hitam/kresek

Kawanan kera-kera di Pulau Kembang mungkin terbiasa melihat para pengunjung yang datang membawa makanan di dalam tas plastik hitam. Oleh karena itu, hindari membawa tas kresek atau plastik hitam karena bisa dikira makanan oleh para kera dan menjadi rebutan yang bisa membahayakan keselamatan pengunjung. Selain itu, jika Anda membawa makanan di dalam tas, kemungkinan kera juga masih bisa mencium aromanya dan mengambil tas Anda untuk dicuri atau dibawa berlari ke atas pohon. Selalu waspada dan tidak perlu membawa makanan berlebihan ke dalam Pulau Kembang.

Penasaran ingin melihat Pulau Kembang? Anda hanya akan dikenakan biaya masuk pulau ini sebesar Rp. 5000,- saja bila termasuk wisatawan domestik. Untuk wisatawan mancanegara dikenakan tarif masuk sebesar Rp. 25.000,-. Selamat berkunjung! (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.