Pulau Galang-Batam, Saksi Sejarah Pilu Arus Pengungsi Vietnam

Lokasi dan Akses Menuju Pulau Galang

Menelisik sejarah lebih dalam sekaligus berwisata di salah satu tempat yang ada di Batam, mungkin bisa anda coba ketika berada di Pulau Galang. Sempat menjadi camp warga Vietnam, Pulau Galung rupanya diselimuti banyak kisah misteri. Bagaimana tidak? Disana terdapat pula kurang lebih 500 makam orang vietnam yang sempat menempati pulau tersebut.

Berlokasi tidak jauh dari Kota Batam sekitar 50 – 60 km, anda dapat menuju ke Pulau Galang lewat Jembatan Barelang dan menghabiskan waktu kurang lebih satu setengah jam.

Yang Ditawarkan Oleh Pulau Galang

Bermodalkan kapal, sekitar tahun 1975 orang-orang Vietnam melarikan diri ketika terjadi perang saudara di negara asalnya tersebut. Jumlahnya tidaklah sedikit, bahkan kapal yang mereka tumpangi sempat memakan banyak korban akibat penuh sesak dan terombang-ambing oleh ganasnya Laut Cina Selatan. Tak semua pengungsi menempati Pulau Galang, beberapa diantaranya lebih memilih ke Pulau Natuna, atau Tanjung Pinang. Sebelum dihuni oleh para pengungsi, Pulau Galang ini hanyalah pulau tak berpenghuni. Kedatangan mereka yang membuat pulau ini akhirnya memiliki berbagai fasilitas umum, seperti rumah sakit, barak, tempat ibadah, sekolah maupun penjara.

Berkunjung ke Pulau Galang, seperti terbawa suasana mengerikannya hidup di sebuah pulau yang ditinggali sekitar 250.000 pengungsi.  Terlebih interaksi para pengungsi dengan dunia luar benar-benar dibatasi untuk menghindari penularan penyakit Vietnam Rose, yakni penyakit kelamin pada masa perang Vietnam.

Monumen dan benda peninggalan

Banyak benda-benda bersejarah peninggalan pengungsi Vietnam yang sekaligus menjadi saksi bisu betapa pilunya kisah upaya mereka melarikan diri menuju Batam ini. Misalnya saja Monumen Perahu di Kampung Vietnam, Pulau Galang. Perahu yang ukurannya tidak terlalu besar tersebut dapat menampung hingga 100 orang pengungsi.

Baca juga: Pesona Laut Natuna, Kab Natuna, Kepulauan Riau Jadi Primadona Wisatawan

Ada pula Pemakaman Nghia – Trang Galang yang menjadi tempat bersemayam 503 pengungsi yang terkena wabah penyakit. Kondisinya sudah tidak lagi terawat, terlihat banyak makam yang kotor. Ketika masuk, anda akan melihat sebuah kalimat yang ditulis dengan 4 bahasa, kalimat tersebut berbunyi :

“Dipersembahkan kepada para pengungsi yang meninggal dunia pada waktu perjalanan menuju kebebasan”.

Pesannya cukup membuat bulu kuduk berdiri, ya. Tersirat pesan di dalamnya bahwa begitu kejamnya perang yang melibatkan tragedi kemanusiaan pada masa itu.

Seperti halnya museum saksi kejahatan genosida di Kamboja, di Pulau Galang pun ternyata ada! Namanya adalah Museum Kampung Vietnam. Museum ini menyuguhkan foto-foto para pengungsi dan berbagai barang peninggalan mereka.

Yang tak kalah membuat kita merinding bila datang ke sana adalah rumah sakit dan penjara Kampung Vietnam. Suasana sekitar yang sepi dan mencekam membuat nuansa mistis begitu terasa.

Tips Untuk Anda Yang Ingin Berkunjung :

Jangan Bercanda Berlebihan

Untuk menghormati para pengungsi yang dahulu pernah tinggal di sana, usahakan agar anda tidak tertawa atau bercanda berlebihan. Yang ditakutkan adalah bila nantinya terjadi kesurupan. Jadi jangan lupa untuk tetap menjaga etika.

Usahakan Datang Sebelum Matahari Tenggelam

Populer berkat misteri yang ada di dalamya, Pulau Galang akan lebih baik jika anda kunjungi sebelum matahari tenggelam, misalnya pagi atau sore hari. Namun untuk anda yang ingin uji nyali, berwisata kesana ketika malam bisa dicoba tuh.

Reservasi Penginapan Terlebih Dahulu

Di sekitaran area Pulau Galang belum terdapat penginapan untuk para wisatawan, sehingga bagi anda yang berminat kesini leih baik mencari hotel di sekitaran pusat kota terlebih dahulu. Jika ingin low budget, anda juga bisa berkemah di area Pulau Galang tapi hanya untuk mereka yang memiliki keberanian lebih ya.

Bawa uang tunai

Berburu petualangan di sekitar Pulau Galang yang terpencil, pastinya masih belum tersedia ATM  untuk tarik tunai. Tapi, tak perlu khawatir, Anda cukup membawa kocek dengan dana secukupnya. Pasalnya, tidak begitu banyak hal yang bisa membuat Anda membayar mahal. Semua masih relatif murah meriah dan tidak terlalu menguras dompet. Sediakan saja seperlunya dana untuk transportasi menyewa perahu dan uang jajan atau beberapa ekstra untuk tip tambahan bagi pemandu wisata.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *