Pulau Basing, Eksotisme Pangkalpinang yang Tersembunyi

Pulau Basing – di Kepulauan Riau ternyata terdapat pulau yang masih tersembunyi. Pulau ini semakin dikenal dan menjadi sorotan, pasalnya selain memiliki keindahan  pulau ini menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan. Walaupun pulau ini tidak lebih besar dari Pulau Penyengat tetapi nantinya pulau ini akan dijadikan salah satu ikon wisata sejarah di Tanjung Pinang. Yah pulau ini bernama Pulau Basing di Tanjung Pinang. Penasaran seperti apakah misteri yang belum terpecahkan. Baca terus ulasan berikut ini.

Lokasi Pulau Basing yang tersembunyi

Pulau yang memiliki panjang kurang lebih 750 meter dan lebar kurang lebih 440 meter ini lokasinya tepat di depan Pantai Tanjung Siambang, yang berada di kelurahan Dompak kecamatan Bukit Bestari. Luas pulau ini sekitar 20 Hektare. Untuk dapat mencapai Pulau Basing masih menggunakan jalur laut yaitu menggunakan pompon dari Pantai Tanjung Siambang. Pihak masyarakat juga akan merencanakan pembangunan pelantar untuk mempermudah akses ke Pulau Basing dan mempermudah jika diadakan acara yang diselenggarakan di Pulau Basing. Dan dermaga yang menjadi akses ke pulau tersebut nantinya akan turut serta diperbaiki terlebih dahuli.

Sejarah Pulau Basing

Pulau ini mulai diperkenalkan oleh Pemerintah kota Tanjung Pinang mulai tahun 2013 dan perlahan lahan mulai naik daun karena keasrian dan kerindangannya. Dulunya pulau ini belum mempunyai nama, dan sampai saat ini masih belum diketahui siapa yang memberi nama tersebut. Dalam Bahasa dialek Palembang Basing berarti sembarang. Di Pantai Basing ini terdapat sebuah situs peninggalan sejarah yaitu sebuah penjara untuk pengasingan tahanan yang dibangun pada zaman kolonialisme Belanda. Diketahui dulunya pantai ini adalah pulau yang digunakan untuk banteng pengawasan lalu lintas kapal ke Nusantara yang melintasi Selat Malaka.

Keindahan Pulau Basing

Saat Anda mengunjungi pulau ini pertama kali kesan yang anda rasakan adalah keasrian dan keindahan yang benar – benar memanjakan mata. Pasir yang putih bersih bebas sampah menambah kesan eksotis. Karena pulau ini masih benar – benar perawan maka pulau ini belum berpenghuni seperti pulau pada umumnya. Pulau ini juga masih ditumbuhi rumput liar setinggi lutut orang dewasa. Masih terdapat banyak pepohonan rimbun menambah kesan sejuk di sekitar pantai. Selanjutnya pulau ini akan dikembangkan lagi melihat pemandangan yang disuguhkan begitu sangat memanjakan mata. Dan dengan dibukanya pulau ini sebagai objek wisata juga akan membantu masyarakat dalam sektor perekonomian.

Cagar Budaya di Pulau Basing

Jika Anda berjalan sekitar 100 meter ke  daerah bibir pantai maka Anda akan menemukan sebuah cagar budaya yang bentuknya berwujud struktur bangunan. Bangunan itu berbentuk persegi dengan permukaan yang datar. Sayangnya bangunan itu masih dibiarkan begitu saja oleh pemerintah kota pasalnya rerumputan liar yang rimbun menutupi bangunan tua tersebut. Dan akar – akar pohon besar yang merambati dinding bangunan tua itu semakin membuat bangunan tersebut tertutupi.

Baca Juga : Pantai Tanjung Setia Lampung Barat, Surga Bagi Para Peselancar

Di depan bangunan tua tersebut terdapat suatu bangunan kecil berukuran 3×3 yang terdapat di depan bangunan. Dan bentuknya menyerupai gua. Kini gua tersebut telah dihuni puluhan  kelelawar dan sudah dibangun sebuah tembok pembatas. Banyak cerita yang beredar di masyarakat tentang gua tersebut. Namun aparat pemerintah dan masyarakat nantinya akan menjebol tembok pembatas untuk melihat dalamnya.

Fasilitas di Pulau Basing

Fasilitas yang ada di Pulau Basing memang masih dalam tahap pembangunan, dan kini mulai membangun fasilitas musholah dan toilet. Disparbud Kota Tanjung Pinang menginginkan Januari 2015 sudah bisa menyediakan alat transportasi laut. Berupa Pompom gratis untuk masyarakat yang akan pergi ke Pulau Basing. Selain itu Beliau juga berharap agar bangunan yang terdapat di Pulau Basing bisa tercatat sebagai cagar budaya. Sehingga nantinya bisa dilindungi undang – undang.

Mungkin saat ini (2017) Pulau ini sudah ramai dikunjungi masyarakat karena pemerintah telah mengembangkannya menjadi pulau wisata cagar budaya. Harapan kami semua tetap yaitu selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Agar pulau yang baru ditemukan ini bisa terus menjadi ikon wisata kota Tanjung Pinang dan dapat dinikmati keasriannya. Selain itu ekosistem yang berada di dalamnya juga akan terjaga. (jari adventure – det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *