Uniknya Mengunjungi Obyek Wisata Pendulangan Intan Cempaka di Banjarbaru, Kalsel

Pendulangan Intan Cempaka – Ingin liburan yang berbeda? Kalimantan Selatan adalah jawabannya. Provinsi yang beribukota Banjarmasin ini memang menawarkan banyak obyek wisata unik dan sangat menarik untuk dikunjungi. Selain Pasar Terapung yang memiliki kesan tradisional yang kental dan unsur budaya yang kuat, Kalimantan Selatan juga mempunyai obyek wisata yang lain daripada yang lain, yaitu Pendulangan Intan Cempaka. Berada di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Pendulangan Intan Cempaka terkenal sebagai lokasi pendulangan batu intan dan emas yang diolah secara tradisional yang pastinya sangat menarik untuk dijadikan tujuan wisata. Penasaran dengan obyek wisata Pendulangan Intan Cempaka? Yuk, ikuti lebih lanjut ulasannya berikut ini!

Hasil tambang

Sebagian besar masyarakat Indonesia bisa jadi sudah mengenal Pasar Cahaya Bumi Selamat atau disebut juga Pasar Intan Martapura. Namun, mungkin hanya sebagian kecil saja yang mengetahui intan-intan yang dijual di pasar tersebut asalnya adalah dari pertambangan rakyat Pendulangan Intan Cempaka. Apabila di pasar intan yang dijual sudah tertata rapi di kios-kios, di Pendulangan Intan Cempaka ini keadaannya sangat berbeda jauh.

Di lokasi Pendulangan Intan Cempaka terlihat kondisi tanah yang penuh dengan lubang-lubang dan terdapat banyak gundukan tanah. Nampak pula para pendulang yang bekerja di bawah terik matahari dengan badan yang dipenuhi lumpur. Dari balutan lumpur inilah didapat intan-intan cantik yang terpajang rapi di etalase kios-kios di Pasar Intan Martapura. Sebelum diasah, intan mentah akan nampak seperti batu biasa dan bagi yang belum berpengalaman akan sulit sekali mengenalinya. Lain halnya dengan para pekerja di Pendulangan Intan Cempaka yang sudah berpengalaman, mereka bisa menemukan batu-batu intan ini meski tertumpuk dan berbalut lumpur dan juga  batu lainnya di lokasi pendulangan.  

Teknik mendulang batu permata

Metode pendulangan di lokasi Pendulangan Intan Cempaka terbilang masih sangat sederhana. Bahkan alat paling canggih yang mereka miliki hanyalah berupa mesin pompa air. Mesin pompa air ini berguna untuk meluruhkan tanah tanpa harus menggalinya. Caranya dengan menyemprotkan air yang keluar dari pompa ke arah tebing tanah sehingga tanah akan runtuh akibat tekanan dari semprotan air. Di Pendulangan Intan Cempaka, Anda juga akan menjumpai para pendulang yang masih menggunakan alat-alat yang sangat tradisional, seperti cangkul dan sekop.

Baca juga: Soto Banjar, Kuliner Terpopuler Asal Kalimantan Selatan

Para pendulang yang menggunakan peralatan sederhana ini rupanya memiliki kepedulian dengan faktor keamanan sebab mendulang menggunakan pompa air termasuk berbahaya. Bila tak diperhitungkan secara seksama, pendulangan dengan pompa air bisa mendatangkan celaka karena pekerja yang berada di bawah tebing bisa beresiko terkena timbunan longsoran tanah yang menjadi lembek akibat disemprot air. Kecelakaan saat mendulang ini sudah seringkali terjadi dan biasanya akan sulit mengevakuasi para pekerja yang tertimbun tanah hingga jarang ada yang ditemukan selamat.

Dibalik bahaya kematian yang mengintai, para pendulang di Pendulangan Intan Cempaka tetap saja melakukan aktivitas mencari batu-batuan berharga ini sebab mereka berharap bisa menemukan bongkahan intan yang cukup besar yang hasil penjualannya nanti bisa mereka gunakan untuk memenuhi segala kebutuhan hidup di masa mendatang tanpa harus bekerja lagi.

Namun, mendulang intan di Pendulangan Intan Cempaka dengan peralatan seadanya bukan berarti tanpa resiko sama sekali. Para pekerja membuat lubang-lubang yang sangat kecil dan dalam dengan alat yang sederhana. Semakin dalam lubang maka cadangan oksigen pun semakin menipis hingga akan fatal akibatnya bila para pendulang terjebak di dasar lubang tanpa pasokan udara segar yang mencukupi. Untuk menghindari resiko ini, para pekerja hanya menggunakan bantuan kipas kecil untuk memompa udara kedalam pipa paralon yang dijulurkan ke dasar lubang.

Wanita ikut terlibat mendulang

Uniknya, tak hanya para lelaki saja yang melakukan pekerjaan berbahaya mendulang intan di Pendulangan Intan Cempaka ini. Banyak juga dijumpai para perempuan yang tergabung dalam beberapa kelompok pekerja. Masing-masing kelompok pendulang yang dijumpai di Pendulangan Intan Cempaka ini biasanya dipimpin oleh seorang bos yang membiayai segala keperluan pekerja selama proses pendulangan. Bos ini sangat besar peranannya bagi para pekerja apalagi tak setiap hari mereka bisa mendapatkan intan. Selama tak ada intan yang di dapat, para bos inilah yang menanggung biaya kehidupan mereka sehari-hari.

Karena sistem kerja berkelompok, apabila seorang pekerja berhasil menemukan intan maka hasil penjualannya akan dibagi sesuai anggota kelompoknya. Para pekerja akan mendapatkan hasil beberapa juta rupiah dari intan yang mereka peroleh kecuali mereka berhasil menemukan intan yang berukuran besar hasilnya pun akan lebih besar.       

Bila benar-benar tertarik mengunjungi tempat pendulangan intan yang juga menjadi obyek wisata ini, Anda langsung dapat menuju lokasi yang berjarak sekitar 47 km dari Banjarmasin atau sekitar 7 km dari pusat kota Banjarbaru. Bila dari Kota Banjarmasin, Pendulangan Intan Cempaka bisa ditempuh dalam waktu satu jam perjalanan darat. Sedangkan bila dari Kota Martapura, lokasi Pendulangan Intan Cempaka bisa ditempuh sekitar 30 menit saja.

CARA MENELITI BATU PERMATA ASLI SEBELUM MEMBELI

Melihat bermacam-macam batu permata dan intan, sebagai seorang wisatawan, pasti ujung-ujungnya Anda akan tergiur untuk membeli sebagai oleh-oleh atau sekadar kenang-kenangan dari Kalimantan. Nah, simak yuk tips bagaimana membeli batu intan permata dari Kalimantan agar tidak terkecoh oleh batu yang ‘aspal’ yaitu terlihat asli padahal palsu:

1. Terawang menggunakan lampu senter

Beberapa toko batu permata memiliki alat untuk mengecek keaslian batu. Namun, jika tidak memiliki alat khusus, sebagai orang awam, para wisatawan dapat mengecek memakai lampu senter. Batu permata yang asli, biasanya jika diterawang akan terlihat serat-serat alami yang terbentuk sejak jutaan tahun yang lalu dari perut bumi. Tidak bisa dipastikan, namun justru batu permata yang tidak memiliki serat sama sekali kemungkinan bisa palsu.

2. Suhu terasa dingin

Karena pembentukan  yang alamiah. Batu permata asli juga memiliki kadar suhu yang rendah. Jika terkena udara bebas, batu permata akan terasa dingin. Anda dapat mencoba untuk menempelkan ke area sensitif. Seperti pipi dan pergelangan tangan. Jika terasa dingin, maka kemungkinan batu permata asli.

3. timbangan

Sebelum membeli memang diharuskan untuk sangat cermat dan teliti dalam mengecek kondisi batu permata. Bukan tanpa alasan, pasalnya Anda harus merogoh kocek cukup dalam untuk membeli batu permata. Timbangan juga bisa menjadi salah satu indikasi keaslian batu permata. Jika berat timbangan menunjukkan angka yang lebih, kemungkinan permata asli.

4. minta surat-surat resmi/sertifikat

Batu permata yang mahal seperti berlian atau batu langka. Terkadang juga dilengkapi dengan surat-surat resmi atau sertifikat resmi dari lembaga terkait. Anda dapat meminta surat kelengkapan batu permata atau batu berlian. Untuk menambah kredibilitas batu permata jika akan dijual lagi.

***

Nah, setidaknya Anda sudah memiliki gambaran bagaimana. Agar dapat membeli oleh-oleh intan dari Kabupaten Cempaka. Selamat berpetualang di obyek wisata yang unik sekaligus menarik ini! (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *