Palangkaraya, Kombinasi Kekayaan Wisata Alam dan Wisata Budaya

Ibukota provinsi Kalimantan Tengah ini menawarkan berbagai pengalaman liburan yang banyak didominasi oleh hutan dan sungai sehingga sajian utama wisata utama di Palangkaraya adalah alam.

Kota Palangkaraya ini merupakan satu kota terluas di Indonesia dengan luas 3,6 kali lipat dari luas Kota Palangkaraya di Indonesia selain Kota Dumai, Tidore dan Sorong.

Dengan jumlah penduduk pada tahun 2015 sebanyak 259.865 orang terdiri dari orang laki-laki sebanyak 132.980 dan 126.885 orang perempuan.

Wisata di Palangkaraya ini akan memberikan banyak pilihan mulai dari alam hingga budaya. Bahkan kamu bisa melihat habitat asli binatang dan tumbuhan endemik yang dilindungi.

Seperti di beberapa taman nasional taman nasional tanjung puting maupun taman nasional sebangau yang bisa kamu jelajahi.

 

Jembatan Kahayan

Jembatan Kahayan ini cukup dekat dengan Bandar Udara Tjilik Riwut dan hanya berjarak sekitar 14 km. kamu bisa melihat bentang jembatan diatas sungai Kahayan

dengan panjang mencapai 640 meter dan lebar 9 meter. Jembatan Kahayan ini berlokasi di Jl. S. Parman, Langkai, Pahandut, Kota Palangkaraya yang melewati jembatan.

Disini kamu bisa melihat kehidupan masyarakat asli Kalimantan Tengah yang masih tergantung dengan keberadaan sungai ini.

 

Taman Pasuk Kameloh

Setelah dari Taman Pasuk Kameloh, kamu bisa mampir ke taman kota yang menjadi tempat terbaik untuk melihat matahari terbenam dengan view Jembatan Kahayan yang megah.

Selain itu kamu akan menjumpai masjid mewah dengan kubah kerucut dan juga Tugu Soekarno yang menjadi lambang bahwa pada tahun 1957.

Soekarno sudah mempertimbangkan Palangkaraya sebagai alternatif ibu kota Indonesia.

 

Taman Nasional Tanjung Puting, Pangkalan Bun

Taman ini berlokasi di Teluk Pulai, Kabupaten Kotawaringin Barat. Ketika kamu berpetualang ke taman ini, kamu akan merasakan pengalaman menyusuri hutan yang tidak akan terlupakan.

Dalam taman ini, kamu akan mengunjungi lokasi rehabilitasi orang utan di Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, Camp Pondok Ambung, dan Camp Leakey sambil menjelajahi Sungai Sekonyer.

Selama perjalanan kamu akan melihat sekumpulan bekantan, kera berwarna kuning coklat kemerah-merahan dan berwarna panjang yang berhidung besar serta beragam spesies hewan unik lainnya.

Di beberapa tempat, kamu diperbolehkan untuk berinteraksi langsung dengan orang utan sekaligus berjalan-jalan di dalam hutan.

 

Taman Nasional Sebangau

Kamu berjiwa petualang pastinya akan cocok mengunjungi lokasi ini yang tepat berada di Desa Bangkirai, Kecamatan Sebangau, Kota Palangkaraya.

Menjadi salah satu rumah untuk berbagai jenis flora, fauna dan hewan langka.

Dengan detail pembagian sebagai berikut 808 jenis flora, 182 jenis burung, 54 spesies ular serta 35 spesies mamalia termasuk Orang Utan, Bekantan, Owa, Beruang Madu, Burung Rangkong dan satwa yang dilindungi lainnya.

baca juga:

Destinasi Liburan di Bandung Saat Akhir Tahun

 

Danau Tahai dan Nyaru Menteng

Kawasan ini merupakan lahan danau gambut, salah satunya hutan gambut Danau Tahai dan memiliki air yang berwarna merah yang disebabkan oleh akar-akar pohon gambut.

Ada jembatan kayu dan rumah terapung yang disebut rumah lanting di sekeliling danau.

Selesai menjelajah Danau Tahai, kamu bisa berkunjung ke Penangkaran Orang Utan Nyaru Menteng yang berjarak satu kilometer.

Kamu bisa berkenalan secara langsung dengan Orang Utan yang sedang dilatih untuk kembali ke habitatnya.

 

Bukit Tangkiling

Menjadi kota yang paling harmonis untuk para pemeluk agama, membuat Palangkaraya memiliki bukti di BUkit Tangkiling yang berada di ketinggian 500 meter mdpl.

Kamu akan menemukan biara pertapaan (Bukit Doa) Karmel serta bangunan Pura Hindu Kaharingan dan Pura Sali Paseban.

 

Rumah Adat Dayak Pasir Panjang, Pangkalan Bun

Belum lengkap kalau ke Kalimantan tanpa mengunjungi rumah adat masyarakat dayak. Di Pangkalan Bun ini, kamu bisa mengunjungi Rumah Adat Dayak Pasir Panjang.

Pangkalan Bun, merupakan wilayah yang masih banyak rumah adat “Betang” namun di Pangkalan Bun ada replika yang dibangun dan dirawat untuk dijadikan tempat wisata.

Rumah Betang adalah rumah panggung yang besar dan dapat menampung keluarga Dayak.

 

Museum Balanga

Nah kalau beneran masih penasaran dengan Suku Dayak, kamu bisa berkunjung ke museum ini yang terletak di jalan Tjilik Riwut.

Museum Balanga bisa dijadikan tempat sarana wisata edukasi dan terdapat juga replika rumah adat, baju-baju tradisional hingga ritual keagamaan setempat.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.