Obyek Wisata Unik, Pusat Penjualan Batu Permata Cahaya Bumi Selamat Martapura

Pusat Penjualan Batu Permata Cahaya Bumi Selamat Martapura Di luar sisi religiusnya, Martapura dikenal luas sebagai Kota Intan. Ibukota Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan ini merupakan penghasil batu mulia intan / berlian dan juga batu aji. Bila Anda penyuka atau mungkin gemar mengoleksi batu mulia, obyek wisata Pusat Penjualan Batu Permata Cahaya Bumi Selamat Martapura patut Anda kunjungi. Sebab, beragam batu-batu indah dan berharga bisa Anda jumpai di sana. Bahkan intan yang ada di sana bisa mencapai ukuran sebesar telur ayam. Cukup menarik bukan? Uraian lebih jauh tentang obyek wisata Pusat Penjualan Batu Permata Cahaya Bumi Selamat Martapura bisa Anda temukan dalam artikel berikut ini!  

Profil singkat

Pusat Penjualan Batu Permata Cahaya Bumi Selamat Martapura merupakan tempat penjualan batu permata/batu mulia dan beragam produk unggulan lainnya yang berlokasi di Martapura. Batu permata yang ditawarkan di tempat ini terdiri dari beragam tingkatan harga, dari puluhan ribu hingga milyaran rupiah. Saking menariknya, Pusat Penjualan Batu Permata Cahaya Bumi Selamat Martapura selalu ramai dikunjungi wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri atau manca negara. Mereka yang datang berkunjung ke obyek wisata ini tak mengkhususkan diri untuk berbelanja permata saja tapi ada sebagian yang ingin melihat-lihat keindahan batu permata yang ada di sana.     

Cara tambang tradisional

Batu intan dan permata di Pusat Penjualan Batu Permata Cahaya Bumi Selamat Martapura ternyata ditambang dengan cara yang masih tradisional. Warga mula-mula menggali lubang pendulangan sedalam 1-3 meter. Kedalaman sebuah lubang pendulangan biasanya tergantung pada lokasi batu dulangan (batu yang diduga mengandung intan) yang terpendam didalam tanah. Setelah digali, batu dulangan dinaikkan ke atas dan ditumbuk tak jauh dari lubang pendulangan. Batu dulangan kemudian diangkat lagi ke tepi sungai untuk dicuci.

Menjaga kesopanan selama mendulang

Pencucian batu dibantu dengan alat yang disebut dulangan atau linggangan yang terbuat dari pohon kayu besar yang dibentuk seperti kerucut, mirip topi para petani di pulau Jawa. Batu dulangan dicuci sedikit demi sedikit dan disortir. Bila sudah yakin tidak mengandung intan, batu dulangan tersebut kemudian dikeluarkan dari dulangan. Proses seperti ini dilakukan secara terus menerus hingga pendulang dapat menemukan sebutir intan yang ditandai dengan mengumandangkan shalawat nabi dan pendulang yang bersangkutan harus mengulum temuannya itu ke dalam mulutnya. Selama menjalani proses mendulang, pendulang tak diperbolehkan melakukan hal-hal tabu, seperti kencing di lubang pendulangan, kentut di lubang pendulangan, mengibaskan pakaian, bersiul-siul, bernyanyi, dan tertawa terbahak-bahak. 

Baca Juga: Pulau Sebuku, Nusa Elok di Kotabaru, Kalimantan Selatan

Pembagian hasil

Meski tambang di Kalimantan Selatan menyimpan kandungan intan yang besar, penambang tak serta merta bisa menemukan hasil yang besar setiap harinya. Mereka biasanya hanya memperoleh serpihan-serpihan kecil intan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bila sedang tak beruntung, mereka bahkan pulang dengan tangan hampa. Namun, hasil yang tak menentu tak menyurutkan para penambang untuk mengais rejeki.

Batu-batu hasil pendulangan kemudian diolah dan dibentuk menjadi berbagai macam kerajinan. Setelah menjadi perhiasan atau cinderamata, batu-batu ini kemudian dijual di sentra perdagangan. Sentra penjualan merangkap etalase batu intan dan cinderamata terbesar di Martapura adalah Pusat Penjualan Batu Permata Cahaya Bumi Selamat. Pasar yang sudah menjadi ikon Martapura ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Obyek wisata Pusat Penjualan Batu Permata Cahaya Bumi Selamat Martapura lokasinya cukup luas. Terdapat deretan toko-toko yang memamerkan keindahan batu permata di sana. Anda dapat membeli batu permata yang sudah dipadupadankan dalam bentuk perhiasan maupun yang masih berupa batu murni. Tak hanya itu, Anda juga dapat menemukan aneka aksesoris yang dibuat dengan bahan dasar batu. Di sana juga terdapat kerajinan tangan khas daerah hingga ramuan obat dari Kalimantan, seperti pasak bumi.

Bila Anda berkunjung ke Kalimantan Selatan, jangan lewatkan mampir ke Pusat Penjualan Batu Permata Cahaya Bumi Selamat Martapura. Obyek wisata ini bisa dikatakan sebagai pasar intan yang paling unik di dunia. Kondisi di pasar intan ini tidaklah semewah di mal-mal. Malahan, toko-toko yang ada di sana sering dijumpai dalam keadaan tutup karena pemilik toko lebih suka menjual intannya secara asongan.  

Bagi yang belum tahu lokasi obyek wisata ini, Pusat Penjualan Batu Permata Cahaya Bumi Selamat Martapura terletak di pusat kota Martapura, sedangkan tempat pendulangannya berada di Kecamatan Cempaka yang berjarak sekitar 7 km saja dari pusat kota Martapura.

Tips berbelanja batu permata di Pusat Penjualan Batu Permata Cahaya Bumi Selamat Martapura

1. Toko Kalimantan

Di Pusat Penjualan Batu Permata Cahaya Bumi Selamat Martapura ada satu tempat yang memiliki lahan parkir cukup luas. Namanya, toko Kalimantan, setiap pengunjung yang datang ke Pusat Penjualan Batu Permata Cahaya Bumi Selamat Martapura  hampir selalu tidak pernah absen mengunjungi toko yang senantiasa ramai ini. Di dalamnya, Anda bisa membeli aneka macam batu permata yang sudah dibentuk dalam beraneka perhiasan sekaligus mencari suvenir berupa makanan maupun busana.

Bukan berniat untuk mempromosikan, namun ada kalanya beberapa pengunjung lebih senang untuk mencari barang-barang suvenir alias berbelanja dalam satu tempat yang lengkap tanpa ingin repot-repot berkeliling. Nah, toko ini bisa menjadi salah satu alternatif pilihan yang dapat dikunjungi.

2. Memilih batu permata

Di dalam Pusat Penjualan Batu Permata Cahaya Bumi Selamat Martapura, Anda akan menjumpai sekitar puluhan toko yang menjual aneka batu permata. Belum lagi para pedagang asongan atau pedagang kaki lima yang berada di emperan juga turut tak ketinggalan menjual aneka batu perhiasan. Ada yang dalam bentuk batu murni, ada pula yang sudah dibentuk sebagai perhiasan berupa gelang, kalung, dompet, tas, hingga aksesoris fashion seperti bros, pita, dan sebagainya.

3. Berburu batu kecubung

apalagi yang dicari di Pusat Penjualan Batu Permata Cahaya Bumi Selamat Martapura selain batu kecubung. Memang batu permata yang satu ini seakan menjadi primadona para penggila batu permata dikarenakan bentuknya yang sangat cantik dan mempesona. Di sini para pengunjung dapat melihat batu kecubung murni yang sudah jadi atau dibelah berupa intan berwarna ungu seberat 44,5 kg.

4. Bawa uang secukupnya

Sekali lagi, para pengunjung dihimbau untuk tidak terlalu konsumtif karena sekadar lapar mata atau membeli karena ‘keinginan’. Pasalnya, perhiasan hanya bersifat sekunder. Jika Anda tidak bisa menahan diri, bisa-bisa dompet dan rekening tabungan bisa terkuras. Karena untuk satu biji permata harganya beragam. Mulai dari Rp 20.000 hingga 3 milyar rupiah.

Pusat Penjualan Batu Permata Cahaya Bumi Selamat Martapura berjarak 45 km ke arah timur. Dari ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin yang bisa ditempuh dengan perjalanan darat selama kurang lebih 45 menit. Jika datang dari Bandara Syamsudin Noor, Anda dapat menghemat waktu tempuh hingga 25 menit untuk sampai ke pusat penjualan intan ini. Wisatawan tak dikenai biaya masuk sepeserpun untuk masuk ke sana. Selamat berkunjung! (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *