Candi Agung Amuntai di Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan

Candi Agung Amuntai – Pernah dengar Kerajaan Negara Dipa? Kerajaan ini berdiri sekitar 1387-1495 M di pedalaman Kalimantan Selatan,  setelah Kerajan Kahuripan dan merupakan pendahulu dari Kerajaan Negara Daha. Nah, Kerajaan yang pernah diperintah oleh Lambung Mangkurat ini meninggalkan beberapa situs yang kini menjadi obyek wisata yang menarik di wilayah Kalimantan Selatan. Salah satu situs yang wajib dikunjungi adalah Candi Agung Amuntai yang berada di Desa Sungai Malang, Kecamatan Amuntai Tengah, Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Bagaimana seluk beluk berdirinya candi Hindu peninggalan Kerajaan Negara Dipa ini serta siapa saja raja-raja yang pernah berkuasa di sana? Yuk, simak ulasan tentang obyek wisata Candi Agung Amuntai berikut ini!        

Sejarah

Pada abad ke-14 M, Ampu Jatmika membangun sebuah Kerajaan yang dikenal dengan Negara Dipa. Berdasar hikayat Banjar, Ampu Jatmika berasal dari Keling (Coromandel) yang berjarak sekitar dua bulan perjalanan laut menuju pulau Hujung Tanah (Kalimantan). Sedangkan Veerbek menyebutkan bahwa Keling merupakan provinsi Majapahit di bagian barat daya Kediri, bukan Kalingga di India. Ampu Jatmika bukanlah keturunan bangsawan dan juga bukan keturunan raja-raja Kahuripan meski ia kemudian berhasil menggantikan kedudukan raja Kuripan sebagai penguasa Kerajaan Kuripan dengan wilayahnya yang lebih luas. Dibalik kesuksesannya, Ampu Jatmika tak pernah menyebut dirinya sebagai raja melainkan hanya sebagai Penjabat Raja (pemangku).

Kerajaan Negara Dipa

Menurut cerita, Kerajaan Hindu Negara Dipa yang didirikan oleh Ampu Jatmika berada di persimpangan tiga aliran sungai, yaitu Balangan, Tabalong dan Negara. Kerajaan ini nantinya akan melahirkan Kerajaan Daha di Negara dan Kerajaan Banjarmasin. Cikal bakal Kerajaan Banjar diperintah oleh Pangeran Suryanata dan Putri Junjung Buih dengan kepala pemerintahan Patih Lambung Mangkurat. Negara Dipa kemudian berkembang menjadi Kota Amuntai.

Semula Kerajaan Negara Dipa beribukota di Candi Laras yang berada di dekat hilir sungai Bahan, tepatnya pada suatu anak sungai Bahan. Setelah ibukotanya pindah ke hulu sungai Bahan yaitu di Candi Agung Amuntai, Ampu Jatmika lah yang berkuasa menggantikan Raja Kahuripan yang tidak berputera. Dari sinilah muncul nama Kerajaan Negara Dipa yang memiliki ibukota di Candi Agung Amuntai. Pada zamannya, kerajaan ini dikenal sebagai penghasil batu intan. 

Sarana wisata

Kini, Candi Agung Amuntai menjadi salah satu obyek wisata yang cukup tenar di kawasan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Banyak wisatawan yang datang ke tempat ini untuk berekreasi melepas segala kepenatan akibat rutinitas sehari-hari. Banyak pula siswa-siswi yang datang ke sana untuk mempelajari salah satu situs sejarah ternama di wilayah Kalimantan Selatan ini. Selain itu, banyak wisatawan yang datang ke Candi Agung Amuntai untuk berziarah. Maklumlah di kawasan Candi Agung Amuntai ini juga terdapat makam kuno.

Baca Juga: Melihat Koleksi Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, Kalsel

Obyek wisata Candi Agung Amuntai diperkirakan sudah berusia 740 tahun. Batu dan kayu mendominasi bahan material pembentuk Candi ini. Kondisi candi yang memiliki bentuk yang berbeda dengan candi yang ada di Jawa ini masih sangat kokoh. Di Candi Agung juga terdapat benda-benda peninggalan sejarah yang usianya diperkirakan sekitar 200 tahun SM.

Uniknya, batu yang dipergunakan untuk mendirikan Candi Agung ini pun masih ada di sana. Bila diperhatikan batu tersebut mirip sekali dengan batu bata merah. Namun bila Anda menyentuhnya barulah terlihat perbedaannya. Batu tersebut nampak lebih kuat dan lebih berat dari batu bata biasanya. Batu yang terdapat di Candi Agung Amuntai ini mirip sekali ukurannya dengan batu yang ditemukan di situs Candi Kayen di Dusun Buloh Kayen, Jawa Tengah.

Lingkungan asri

Suasana di sekitar obyek wisata Candi Agung Amuntai sangat nyaman. Banyak pepohonan besar berjajar di sepanjang jalan munuju situs candi hingga jalanan terasa adem karena terlindung dari cahaya matahari. Terdapat jembatan kayu di sekitar kolam atau telaga yang ada di sana yang sangat cocok untuk tempat foto. Lingkungan candi pun terlihat begitu bersih. Menariknya, di sana pengunjung juga dapat mengunjungi sebuah museum yang menyimpan koleksi benda-benda bersejarah peninggalan situs Candi Agung Amuntai.  (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *