Obyek Wisata Alam Pagat Batu Benawa di Hulu Sungai Tengah, Kalsel

Pagat Batu BenawaSuka dengan wisata alam? Maka salah satu obyek wisata alam yang ada di Kalimantan Selatan ini tak selayaknya Anda lewatkan. Pagat Batu Benawa namanya. Pagat sendiri dalam bahasa Banjar berarti putus. Bagi masyrakat Hulu Sungai Tengah dan sekitarnya obyek wisata alam Pagat Batu Benawa sudah sangat populer dan menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Biasanya penduduk sekitar lokasi wisata ramai-ramai mendatangi obyek wisata ini saat liburan lebaran. Bagaimana dengan Anda? Sebelum berkunjung ke sana, ada baiknya Anda menyimak ulasan tentang obyek wisata alam  Pagat Batu Benawa berikut ini!

Lokasi

Obyek wisata alam Pagat Batu Benawa berada di kaki Bukit Batu Bini, Desa Pagat, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan, atau sekitar 7 km dari Kota Barabai. Dengan menggunakan kendaraan roda dua atau empat, perjalanan ke Pagat Batu Benawa dari Barabai memakan waktu hanya 15 menit saja. Perjalanan yang relatif singkat terasa semakin singkat karena suguhan indahnya pemandangan persawahan dan pegunungan Meratus yang nampak dari kejauhan.

Tarif

Begitu sampai di lokasi, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 3000,- saja per orang. Dengan biaya semurah itu, pengunjung sudah dapat menikmati wisata alam yang menarik di kawasan Pagat Batu Benawa. Namun, sebelum berkelana, pengunjung dapat mengetahui sejarah terjadinya Pagat Batu Benawa yang tertulis di sebuah dinding di dekat pintu masuk.

Mitos dan legenda

Menurut cerita di dinding, terjadinya Pagat Batu Benawa mempunyai kisah yang hampir sama dengan legenda si durhaka Malin Kundang yang berasal dari Sumatera. Alkisah, hiduplah seorang pemuda yang bernama Raden Penganten dan ibunya Diang Insun. Mereka hanya tinggal berdua saja di suatu tempat. Karena ingin merasakan kehidupan yang lebih baik, Raden Penganten pun memutuskan untuk pergi merantau dan meninggalkan ibunya.

Setelah sekian waktu lamanya, Raden Penganten berhasil mengumpulkan banyak uang dan barang-barang berharga yang nantinya akan dibawa pulang sebagai oleh-oleh untuk ibunya. Sebelum niatnya terlaksana, Raden Penganten menikah dengan seorang putri yang sangat cantik.

Dia pun kemudian membawa pulang istrinya untuk bertemu sang ibunda dengan menaiki perahu. Namun, setibanya di pelabuhan, Raden Penganten merasa malu dengan keadaan ibunya yang terlihat miskin dan tua renta.

Baca juga: Pulau Sebuku, Nusa Elok di Kotabaru, Kalimantan Selatan

Ia pun kembali berlayar dan meninggalkan sang ibu yang terlihat sangat sedih akibat perlakuan putranya. Karena marah, Diang Insun kemudian berdoa agar Tuhan memberi hukuman kepada sang putra yang telah durhaka kepadanya. Kapal yang ditumpangi Raden Penganten kemudian terbelah dua, belahan satu menjadi Pagat Batu Benawa sedang belahan yang lain berada di Kab. Hulu Sungai Selatan. Seperti itulah legenda tentang asal usul obyek wisata alam Pagat Batu Benawa ini. 

Panorama alam

Di area obyek wisata ini, pengunjung dapat menjelajah sungai, bukit dan juga gua. Pengunjung juga dapat menemukan mata air yang jernih di dalam gua yang berada di kaki Bukit Batu Bini. Sungai di Pagat Batu Benawa termasuk lebar namun memiliki arus yang tak begitu besar hingga sangat cocok untuk sejenak berendam kaki ataupun bermain air bahkan mandi. Untuk anak-anak bahkan tersedia penyewaan pelampung dengan bentuk yang lucu-lucu di sekitar sungai. Tak heran apabila sungai di sini menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung.

Foto-foto di atas Jembatan gantung

Bila ingin menyeberang sungai, pengunjung dapat melewati jembatan gantung yang ada di sana atau menggunakan rakit bambu yang disusun sampai ke seberang. Untuk dapat menikmati kedua fasilitas ini, pengunjung harus membayar sejumlah uang. Pengunjung biasanya suka sekali melakukan selfie baik di jembatan gantung maupun rakit bambu karena pemandangannya yang sangat indah.

Bagi yang suka tantangan, pengunjung dapat mendaki hingga ke puncak bukit dan menikmati keindahan panorama alam dari atas. Pemandangan yang berupa kesibukan di kaki bukit, landscape yang menghijau serta pegunungan Meratus yang dilihat dari puncak serasa berbeda dan terlihat jauh lebih indah. Meski sudah dibangun tangga dari semen dan kayu hingga ke puncak, namun fisik yang prima tetap dibutuhkan untuk dapat menakhlukkan tangga yang berjumlah puluhan ini hingga tiba di puncak. Sayangnya, shelter yang sedianya dapat dimanfaatkan untuk beristirahat di puncak nampak rusak parah dan tersisa bagian atapnya saja karena kurangnya perawatan.

Tips wisata ke Pagat Batu Benawa

Wisata alam ke Pagat Batu Benawa membutuhkan beberapa persiapan agar liburan terasa lebih menyenangkan dan bebas stres. Apa saja tipsnya? Yuk, ikuti hal-hal yang perlu diperhatikan berikut:

1. Cek kendaraan

Dengan lokasi yang berada di dataran tinggi, membutuhkan sedikit persiapan dari segi transportasi. Jangan lupa untuk mengecek kembali kendaraan pribadi Anda, seperti air radiator, bensin, oli dan sebagainya agar saat menuju ke lokasi wisata Pagat Batu Benawa perjalanan tetap lancar.

2. tips membawa buah hati yang masih kecil

Anak-anak yang masih kecil umumnya lebih mudah rewel jika mereka merasa kurang nyaman atau terlalu lelah dalam perjalanan. Nah, Anda bisa mencegah hal ini dengan memberikan anak-anak sesuai rutinitas semisal, biarkan anak-anak tertidur siang atau tertidur selama perjalanan, jangan lupa pula untuk membuka perbekalanan makanan dan minuman agar perut si kecil kenyang sehingga tidak mudah rewel.

3. menjaga keamanan

Lokasi wisata alam Pagat Batu Benawa yang sedikit menanjak untuk menuju puncak, membutuhkan ekstra kewaspadaan dari orang tua untuk mengawasi buah hati. Apalagi, terdapat sungai, dan jembatan gantung. Jika mengajak si kecil untuk bermain di sekitar sungai untuk berenang, sediakan pelampung dan selalu temani anak-anak Anda. Jangan lengah mengawasi buah hati yang masih kecil demi keamanan dan keselamatan anggota keluarga Anda saat berlibur.

4. menjaga kebersihan

Kebersihan lingkungan wisata alam Pagat Batu Benawa menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk para pengunjung. Jangan biarkan wisata alam Pagat Batu Benawa yang indah, tercemari dengan lignkungan kotor yang disebabkan dari sisa-sisa sampah para pengunjung yang membuang bungkus plastik makanan atau minuman secara sembarangan. Jaga keindahan dan kebersihan tempat wisata Pagat Batu Benawa dan di mana pun Anda berwisata.

5. membeli oleh-oleh

Pulang dari tempat wisata, sebagian besar pengunjung umumnya merasa kurang afdol tanpa membawa serta oleh-oleh khas setempat. Di Pagat Batu Benawa para pengunjung dapat membawa pulang suvenir dengan berbagai macam jenisnya, di antaranya seperti kaos sablon Pagat Batu Benawa, topi, gantungan kunci, makanan ringan atau camilan khas daerah Banjarmasin, dan masih banyak lagi.

Obyek wisata alam Pagat Batu Benawa sudah dilengkapi beberapa fasilitas, seperti mushola, gazebo, panggung hiburan, taman bermain anak, warung, toilet, aula dan juga toko sovenir. Selamat berkunjung!   (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *