Nikmati Keindahan Alam dan Sejuknya Udara Bandung di Taman Hutan Raya Ir. H. DJuanda (THR DJuanda)

Belum ada rencana memanfaatkan libur panjang Hari Raya Lebaran? Selain bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat, tidak ada salahnya lho menghabiskannya dengan menikmati pemandangan alam dan sejuknya udara Kota Bandung. Dimana lagi kalau bukan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. Hutan kota yang cukup luas ini terbentang dari Dago hingga ke Maribaya dan Gunung Tangkuban Perahu. Tepatnya di Kompleks Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda No 99 Dago Pakar, Bandung, Jawa Barat.

Untuk menemukan lokasinya tidak terlalu sulit karena gerbang masuk yang berfungsi sebagai loket penjualan tiket terlihat jelas dari jalan utama. Tiket masuknya masih tergolong murah, yaitu sepuluh ribu rupiah untuk wisatawan lokal dan tujuh puluh lima ribu untuk wisatawan mancanegara. Apabila Anda membutuhkan jasa guide, akan disediakan dengan biaya tujuh puluh lima ribu. Buat yang ingin melakukan foto komersial di dalam Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda ini, akan dikenakan biaya sebesar dua ratus ribu rupiah.

Setelah melakukan pembayaran, pengunjung dapat memarkirkan kendaraannya di area parkir yang cukup luas dan dapat langsung masuk ke kompleks Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda . Sesaat setelah memasuki area ini, Anda bisa langsung merasakan perubahan udara yang terasa sejuk dan menyegarkan. Belum lagi banyaknya pepohonan yang rindang membuat suasana di siang hari tidak terlalu panas.

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda ini membentang luas di antara Desa Ciburial, Desa Langensari, dan Desa Cibodas. Luasnya sekitar 527,03 hektar dari kawasan lembah Cikapundung di Dago Pakar hingga ke Maribaya, kawasan lembah perbukitan Dago Utara. Selain berjalan-jalan menikmati pemandangan, terdapat penangkaran rusa, beberapa curug, dan Goa Jepang dan Belanda, yang lokasinya cukup dekat dengan pintu masuk. Bahkan dari sini, Anda bisa langsung menuju tempat wisata lainnya yang kini sedang ngehits, yaitu Tebing Keraton.

 

Baca Juga : Taman Maribaya, Tempat Wisata di Bandung Dengan Banyak Mitos

 

Cukup berjalan beberapa menit dari pintu masuk, Anda dapat melihat bangunan Goa Jepang yang cukup besar. Goa Jepang di  Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda ini merupakan salah satu dari puluhan Goa Jepang yang tersebar di seluruh Indonesia, yang umumnya dibangun saat masa penjajahan Jepang yaitu 1942 hingga 1945.

Goa-goa ini dimanfaatkan untuk keperluan menyimpan amunisi, persediaan makanan, dan melakukan komunikasi via radio pada masa perang. Kota Bandung memang dijadikan sebagai markas salah satu dari tiga Kantor Besar (Buncho) di Pulau Jawa. Selain itu juga menjadi tempat pemusatan terbesar dari tawanan perang Jepang. Untuk mengetahui lebih jauh dan dalam tentang goa-goa ini, ada banyak pemandu wisata yang menawarkan jasa plus senter, dengan biaya ala kadarnya.

Selain Goa Jepang, ada juga Goa peninggalan Belanda yang dibangun pada awal tahun 1941, yang dahulu dipergunakan untuk terowongan PLTA. Karena lokasinya yang terlindung dan dekat dengan pusat Kota Bandung, maka menjelang Perang Dunia II, Militer Hindia Belanda membangunnya sebagai stasiun Radio Telekomunikasi. Walau berlokasi di dalam perbukitan batu pasir, goa ini dapat dimasuki dengan aman.

Sampai di depan pintu masuk Goa Belanda, Anda akan dihadapkan pada dua pilihan, yaitu menembus Goa Belanda untuk menuju beberapa air terjun terdekat yang berjarak 1 km jauhnya dan berakhir di Maribaya, atau menyusuri jalan setapak menuju air terjun sekitar 5 km jauhnya. Namun buat yang tidak terbiasa berjalan jauh, ada banyak ojek yang menawarkan tenaga mengantar ke air terjun. Ada 3 curug yang ada di dalam Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda , yaitu Curug Koleang, Curug Kidang, dan Curug Lalay

Agar dapat menikmati perjalanan di dalam lokasi ini, jangan lupa untuk memakai pakaian dan alas sepatu yang nyaman. Selain itu persiapkan diri Anda dengan membawa tabir surya untuk melindungi kulit dari sengatan matahari, dan anti serangga agar terbebas dari gigitan serangga. Tidak perlu khawatir kehausan dan kelaparan, karena ada beberapa pedagang berlalu lalang menjajakan mie instan rebus, kopi, dan ketan bakar. Namun tetap jaga kebersihan lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan ya.

Mumpung sedang ada di Bandung, tidak ada salahnya melakukan perjalanan murah meriah, untuk menikmati keindahan alam dan mempelajari sedikit sejarah di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda. (Jari adventure-det-picture : 2.bp.blogspot.com)

 

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *