Museum Wasaka Banjarmasin, Obyek Wisata Simpan Bukti Sejarah Perjuangan Rakyat Kalsel Saat Perang Kemerdekaan

Museum Wasaka – Bila Anda berpikir obyek wisata Pasar Terapung merupakan satu-satunya yang bisa dikunjungi saat berada di Kota Banjarmasin maka Anda perlu menambah wawasan. Sebab, salah satu daya tarik Kota Banjarmasin terletak pada obyek wisata beragam yang ditawarkannya, mulai wisata alam, sejarah, kuliner hingga pendidikan. Nah, bagi Anda penikmat wisata sejarah atau pendidikan, tak ada salahnya Anda berkunjung ke obyek wisata Museum Wasaka yang berada di Jalan Lingkar Utara, Kampung Kenanga Ulu, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin ini. Penjelasan lebih jauh tentang Museum Wasaka bisa Anda simak dalam ulasan berikut ini ya!

Museum Rakyat Kalimantan Selatan

Museum Wasaka merupakan museum perjuangan rakyat Kalimantan Selatan. Wasaka sendiri adalah singkatan dari Waja Sampai Ka Puting yang merupakan motto perjuangan rakyat Kalimantan Selatan. Museum ini menyimpan banyak benda bersejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan rakyak Kalimantan Selatan saat melawan penjajahan Belanda. Bermacam koleksi yang berupa senjata modern maupun tradisional masyarakat Banjar dapat Anda jumpai di sini. Salah satunya adalah senapan angin yang badannya terbuat dari kayu.

Ada juga senjata-senjata tajam tradisional seperti tombak dan mandau. Bagi yang ingin melihat pakaian berajah, Museum Wasaka juga mempunyai koleksinya. Pakaian barajah dengan tulisan mantra-mantra tertentu agar kebal dari serangan musuh ini dulunya dipakai oleh para pahlawan kemerdekaan Kalimantan Selatan. Secara khusus para pahlawan ini meminta para ahli, biasanya ulama, untuk merajah pakaian yang akan mereka kenakan saat berperang. Di museum, Anda dapat melihat koleksi pakaian berajah yang berupa kaus dalam, babat, baju luar serta ikat kepala.

Koleksi Museum Wasaka

Saat memasuki Museum Wasaka, Anda akan disambut dengan foto-foto tokoh yang pernah menjabat sebagai gubernur Kalsel dan juga terdapat foto gubernur yang masih duduk dikursi jabatannya. Kemudian, Anda dapat menjumpai teks proklamasi pernyataan warga Kalimantan Selatan untuk bergabung sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di bagian tengah museum, tepatnya di lorong sebelah kanan.

Baca Juga: Tempat Ngabuburit di Makassar yang Asyik

Lebih jauh ke dalam museum, Anda dapat melihat koleksi baju-baju berajah beserta aneka senjata yang dipakai rakyak Kalimantan Selatan saat melawan Belanda. Di bagian ini, anda juga dapat melihat beragam peralatan memasak dan juga makan yang digunakan para pejuang saat bergerilya dulu. Selain itu, terdapat beberapa kamera zaman dulu, radio, tas dan mesin ketik yang dulu sering dipakai para pejuang untuk berbagai keperluan dalam memperebutkan kemerdekaan. Di bagian belakang museum, Anda dapat menemukan replika pembuatan senjata tajam dan pistol milik para pejuang. Patung si pembuat senjata juga dipajang sebagai pelengkap replika. Koleksi benda-benda bersejarah yang ada di museum banyak didapat dengan cara mengumpulkan dari kerabat si pejuang. Sedangkan replika yang ada dibuat di Yogyakarta.

Diluar bentuknya yang tergolong kecil, Museum Wasaka sebenarnya menyimpan lebih dari 400 koleksi benda-benda bersejarah peninggalan perang kemerdekaan. Sebetulnya, terdapat banyak benda peninggalan dari berbagai perang, seperti Perang Kemerdekaan, Perintis Kemerdekaan, perang Banjar, Pengisian Kemerdekaan, hingga periode Orde Baru. Tapi, karena tempat yang tidak memadai akhirnya hanya koleksi benda-benda di periode Perang Kemerdekaan saja yang dapat dipamerkan.

Diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Selatan kala itu, HM Said, pada 10 November 1991, Museum Wasaka dulunya berupa sebuah rumah adat Banjarmasin, Banjar Bubungan Tinggi, yang kemudian dialihfungsikan menjadi museum sebagai upaya konservasi bangunan tradisional. Bangunan rumah yang telah dijadikan museum ini masih mempunyai unsur tradisional yang lengkap, seperti tangganya, ukirannya, watun atau kayu pembatas di bagian pintu-pintunya hingga  lalungkang atau jendelanya yang khas Banjar.  

Akses transportasi dan tarif

Untuk menuju lokasi obyek wisata, pengunjung biasanya menggunakan transportasi sungai yang berupa klotok atau kendaraan pribadi. Terkadang ada pula yang memilih ojek. Dari Terminal A Yanui, Anda hanya dikenakan tarif ojek sebesar Rp. 10.000,- hingga Rp. 15.000,- hingga sampai ke museum. Sedangkan pengunjung yang datang dengan menggunakan klotok biasanya merupakan rombongan yang mengambil paket wisata yang didalamnya juga termasuk Pasar Terapung Lokbaintan di Kabupaten Banjar.

Jam operasional

Museum Wasaka paling ramai dikunjungi saat akhir pekan, dan akan tutup di hari Senin. Museum dibuka mulai pukul 09.00-12.00 Wita setiap Selasa hingga Kamis dan Jumat mulai pukul 09.00-11.00 Wita. Sedangkan untuk Sabtu dan Minggu, Museum Wasaka melayani pengunjung mulai pukul 09.00 hingga 12.30 Wita. Biaya masuk ke museum gratis bagi pengunjung, namun bagi Anda pemilik mobil atau motor akan dikenakan biaya parkir sebesar Rp. 3000,- saja. (jari adventure-det)

Tips Wisata Ke Museum Bersama Sang Buah Hati Yang Masih Kecil

Sudah bukan hal yang asing kalau banyak dari masyarakat yang menganggap wisata ke museum akan dipenuhi kebosanan dan kejenuhan. Apalagi, jika membawa serta si kecil yang berusia balita. Secara logika, memang isi museum berkutat dengan foto-foto sejarah dan benda-benda peninggalan yang kurang atraktif, namun bukan berarti lantas menjauhkan si kecil dari wisata ke museum dong.

Seperti wisata ke museum Wasaka, liburan bersama keluarga masih bisa menyenangkan jika orang tua sedikit kreatif. Bagaimana tipsnya? Yuk intip di sini!

1. Datang saat anak sedang mood

Sebisa mungkin perhatikan juga kondisi anak saat mengajak mereka ke museum. Pastikan mereka sudah kenyang, tidak mengantuk dan dalam kondisi yang segar. Ini untuk menjaga agar mereka tidak rewel atau mudah menangis karena bosan.

2. Gunakan kreativitas

Ini saatnya memakai kreativitas sebagai orang tua yang ingin menambah edukasi si kecil. Coba, perhatikan beberapa benda-benda yang ada di museum, kemudian minta anak untuk mencari nama-nama benda yang Anda sebutkan. Bila perlu, buat sebuah daftar benda yang ingin dicari. Kemudian, minta anak berlomba-lomba untuk mencari nama barang yang disebutkan. Siapa yang paling cepat bisa mendapatkan semangkuk es krim dari mama. Dijamin, liburan ke museum malah bikin anak jadi ketagihan.

3. Pakai alas kaki yang tidak licin

Saat bermain mencari benda atau berburu benda-benda pada poin di atas, kemungkinan besar anak-anak akan berlarian, agar kondisi tetap nyaman dan aman, pastikan agar anak-anak memakai alas kaki yang tidak licin, bisa sepatu kets atau sandal. Dengan alas yang tidak licin, anak-anak akan lebih mudah dan leluasa bergerak dan memastikan keamanan mereka. Eitss… tapi perhatikan juga kondisi ya, jangan sampai anak-anak berlarian tanpa arah sehingga mengganggu para pengunjung yang lain.

4. Cari momen yang tepat

Biasanya, beberapa museum kerap mengadakan sejumlah agenda kegiatan setiap bulan untuk menarik animo masyarakat yang ingin berkunjung. Nah, Anda dapat memanfaatkan sejumlah kegiatan yang digelar sambil mengajak anak-anak. Apakah itu jenis acara kesenian tari, musik, pameran seni, atau kegiatan lomba tertentu. Sehingga acara liburan ke museum tidak akan monoton.

Nah, terbukti meskipun liburan ke Museum Wasaka, si kecil dan keluarga Anda masih bisa punya banyak waktu untuk bersenang-senang dan menjalin quality time yang baik. Selamat berlibur ke Museum Wasaka. (jari adventuredet)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *