Liburan Sejarah di Museum Mini Linggam Cahaya

Museum Mini Linggam CahayaIngin menghabiskan waktu liburan dengan menambah pengetahuan? Museum adalah tempat wisata yang cocok bagi Anda dan keluarga tercinta. Obyek wisata museum hampir bisa ditemukan di seluruh wilayah di Indonesia, tak terkecuali di wilayah Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Meskipun daerah ini memiliki potensi wisata alam yang menonjol, tempat wisata yang menawarkan nilai sejarah yang tinggi juga dikembangkan oleh pemerintah setempat. Salah satu buktinya adalah keberadaan Museum Mini Linggam Cahaya di Daik Lingga. Kira-kira benda bersejarah apakah yang di simpan dalam museum yang menelan biaya pembangunan sekitar 3 milyar ini? Berikut ulasan tentang Museum Mini Linggam Cahaya yang menjadi kebanggan masyarakat Lingga.

Museum Mini Linggam Cahaya yang juga dikenal dengan nama Museum Lingga berada di Komplek Istana Damnah di Jalan Raja Muhammad Yusuf, Daik Lingga. Seperti layaknya museum lainnya, museum ini dibangun untuk menampung benda-benda klasik yang mempunyai nilai sejarah dan menjadi bukti peradaban di masa lampau khususnya yang berkaitan dengan sejarah Kepulauan Riau. Ragam kisah sejarah di Kepulauan Riau sendiri banyak berkisah tentang masa kejayaan hingga runtuhnya raja-raja Melayu yang dulunya pernah berkuasa. Bila Anda penasaran dengan sejarah Kerajaan Melayu Riau-Lingga di Museum Mini Linggam Cahaya inilah Anda bisa mencari jawabannya dan memuaskan rasa penasaran Anda.

Sejarah Museum Mini Linggam Cahaya

Asal muasal dibuatnya museum ini berasal dari ide salah satu tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Lingga. Menurut keterangan beliau, masyarakat Lingga dan sekitarnya banyak menyimpan benda-benda-benda bersejarah khas tanah Melayu yang berasal dari warisan tokoh-tokoh terdahulu yang diturunkan dari generasi ke generasi. Namun sayangnya, sebagian benda-benda bersejarah tersebut sudah ada yang dijual untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Untuk menghindari kejadian serupa, akhirnya ide untuk mengumpulkan benda-benda kuno yang bernilai sejarah tinggi dalam suatu museum pun akhirnya diwujudkan.

Museum Mini Linggam Cahaya mulai dibangun pada 2002 dan diperkirakan menelan biaya sekitar 3 milyar lebih. Sebelum akhirnya resmi dibuka untuk umum pada 2003. Dengan adanya museum ini diharapkan generasi yang akan datang mengetahui bahwa dulunya Daik Lingga memiliki peran yang sangat penting dalam upaya mengusir penjajah pada masa pendudukan Belanda di Indonesia. Selain itu, Daik Lingga juga memiliki pengaruh peradaban yang sangat penting terutama pada masa kerajaan Melayu Riau Lingga.

Benda koleksi Museum Mini Linggam Cahaya

Pada saat pengumpulan benda-benda bersejarah dari masyarakat, beragam benda antik yang berhasil di dapatkan antara lain Kain Telepok, Embat-embat, senjong, tempayan, kukur dan beberapa benda kuno lainnya. Semuanya adalah milik peradaban pada masa kerajaan Melayu Riau Lingga. Benda-benda tersebut merupakan benda yang biasa digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti memasak, menghidangkan makanan dan lain sebagainya. Setelah terkumpul, barang-barang tersebut menjadi koleksi Museum Mini Linggam Cahaya meski tidak semua benda antik dipajang karena keterbatasan tempat.

Baca Juga:

Pemandian Batu Ampar, Salah Satu Obyek Wisata Andalan di Lingga, Kep. Riau

Hingga kini lebih dari 5700 benda-benda antik di simpan dalam Museum Mini Linggam Cahaya. Rata-rata benda yang disimpan dalam museum ini peninggaan dari Daik dan berusia lebih dari 50 tahun. Saking banyaknya, tak semua koleksi museum bisa dilihat pengunjung karena tempat displaynya terbatas. Sebagai solusinya, petugas museum rutin melakukan penukaran benda yang dipajang minimal setiap 3 tahun sekali agar pengunjung tidak bosan.

10 jenis benda koleksi museum mini linggam cahaya

Museum Mini Linggam Cahaya memiliki barang museum bahari khusus yang terdiri dari 10 klasifikasi. 10 jenis benda museum di Museum Mini Linggam Cahaya tersebut berupa koleksi etnografika. Termasuk diantaranya peti musik dan alat tangkap tradisional.  Juga keramologika yang terdiri dari jenis tempayan, gerabah atau keramik masa dulu. Di museum ini juga menyimpan benda cagar budaya yang berupa tulang gajah mina, jenis mata uang, jenis blangko, baju yang dipakai raja atau sultan dan gramofon.

Berkat promosi pemerintah, Museum Mini Linggam Cahaya selalu ramai didatangi pengunjung sejak resmi dibuka 2003 silam. Selain warga Lingga sendiri, warga dari wilayah pulau Sumatera lainnya juga ramai-ramai datang melihat koleksi-koleksi antik yang dimiliki museum. Ada juga pengunjung yang datang dari Jawa, Kalimantan bahkan wisatawan dari luar negeri. Museum Mini Linggam Cahaya buka setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 08.00 hingga 16.00 waktu setempat. Biaya masuknya pun cukup murah, hanya sekitar 3 ribuan rupiah saja per orang.    (jari adventure – det)

 

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.