Melihat Koleksi Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, Kalsel

Museum Lambung MangkuratBerwisata ke museum bisa sangat menyenangkan bagi anak-anak, terutama bila para orang tua dapat memilihkan museum yang sesuai dengan kebutuhan dan minat anak. Bagi Anda yang berdomisili ataupun sedang berada di Kalimantan Selatan, luangkan waktu sejenak untuk mengunjungi sebuah museum yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan ini.

Ya, Museum Lambung Mangkurat namanya. Berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani km 36 Kota Banjarbaru, Kalisel, Museum Lambung Mangkurat merupakan pilihan yang pas bagi Anda dan buah hati yang ingin melihat-lihat peninggalan zaman pra sejarah dan juga kerajaan yang pernah ada di Kalimantan Selatan serta jejak penjajahan Belanda. Seperti apa serunya melihat koleksi Museum Lambung Mangkurat ini? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Arsitektur

Seperti obyek wisata museum lainnya, Museum Lambung Mangkurat juga nampak tak begitu dipadati pengunjung meski saat weekend. Bangunan dua tingkat yang memiliki arsitektur rumah Banjar Bubungan Tinggi ini terlihat berdiri megah ditengah kesunyian suasana yang menyelimutinya. Padahal tiket masuk ke museum terbilang cukup murah saja, hanya Rp. 2000,- per orang untuk dewasa dan Rp.1500,- per anak.

Sedangkan untuk wisatawan asing dikenakan tarif masuk Rp 2.000 per anak dan Rp 5.000 per orang untuk yang dewasa. Namun sepertinya pamor museum masih kalah jauh dengan wisata kolam renang, misalnya. Tiket masuk yang murah tentu saja berpengaruh terhadap penampakan museum yang terlihat tak terawat. Bila tanpa sokongan dari pemerintah akan sangat sulit bagi Museum Lambung Mangkurat untuk bersaing dengan obyek wisata lainnya padahal banyak sekali ilmu pengetahuan yang akan didapat dari mengunjungi museum ini.

Tata ruang dan koleksi

Memasuki lantai bawah Museum Lambung Mangkurat, pengunjung akan disuguhi tampilan benda-benda bersejarah mulai dari zaman pra sejarah, kerajaan Hindu hingga kerajaan Banjar. Termasuk dalam koleksi-koleksi ini adalah patung-patung dan keramik-keramik kuno. Ada sisa-sia patung Nandi, repilka Nandi, replika patung Dewa Syiwa sebagai Batara Guru, pecahan patung Batara Guru, patahan Lingga, alas patung dan replika Lingga Yoni. Koleksi benda-benda bersejarah ini ada yang berasal dari situs Candi Laras, yang merupakan peninggalan kerajaan Hindu yang pernah berkuasa di Kalsel ratusan tahun silam.

Pengunjung juga akan menemukan benda-benda bersejarah peninggalan kerajaan Banjar yang dipakai pada masa perjuangan melawan penjajah Belanda hingga masa kini. Di antara koleksi-koleksi tersebut adalah stempel kerajaan, surat perjanjian antara Hindia Belanda dengan Kerajaan Banjar, senjata dan lain sebagainya. Terdapat pula mata uang kuno dengan beragam ukuran yang pernah digunakan di Kalimantan Selatan. Hingga mata uang rupiah yang berlaku di masa setelah kemerdekaan RI.

Patung Pangeran Antasari

Di dekat pintu masuk sebelah kanan terdapat sebuah sudut kecil yang menampilkan tentang Pangeran Antasari. Patung setengah badan ini memiliki gambar wajah sang pangeran. Di sudut ini juga bisa ditemui dua baju kebesaran yang pernah dikenakan Pangeran Antasari saat dinobatkan sebagai pemimpin perjuangan rakyat Banjar melawan Belanda, yaitu baju Jas Tutup dan Teluk Belanga.

Masih di lantai bawah museum. Anda bisa melihat fosil paus yang berupa tulang belulang dengan panjang 33 meter dan berat 300 ton. Fosil paus ini ditemukan pada 1991 saat mati terdampar di perairan Desa Tanjung Kunyit, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. 

Naik ke lantai dua Museum Lambung Mangkurat. Pengunjung akan melihat koleksi benda-benda yang menggambarkan kehidupan budaya masyarakat Kalimantan Selatan. Mulai dari cara bertani sebagai sumber kehidupan, adat perkawinan, alat musik tradisional, busana adat, perkakas pandai emas dan peralatan memasak orang Banjar zaman dulu.

Terdapat pula sebuah AL Quran berukuran raksasa tulisan tangan dari Syech Arsyad Al Banjari yang hanya berisi 10 juz. Meski kertasnya terlihat usang dan tua namun jelas sekali masih terawat. Di sini juga dapat dijumpai replika kitab-kitab kuno tentang ilmu fikih Islam karangan ulama kharismatik Kalimantan Selatan di masa lalu tersebut.  

Suvenir

Bila ingin membeli cinderamata, pengunjung dapat langsung menuju ke sebuah kios kecil yang berada di dekat pintu masuk museum. Toko ini menjual berbagai cinderamata khas Kalimantan Selatan dengan kisaran harga mulai Rp.4000,- hingga Rp.110.000,-

Jam operasional

Museum Lambung Mangkurat beroperasi setiap hari pukul 08.30-16.00 Wita. Hari Senin hingga Kamis, pukul 08.30-11.00 Wita. Sedangkan Pada hari Jumat, pukul 08.30-15.00 Wita.  Sementara, Pada hari Sabtu dan pukul 08.30-16.00 Wita pada hari Minggu.       

Tidak banyak yang bisa diinformasikan mengenai Museum Lambung Mangkurat. Padahal sebagai suatu bangunan yang berfungsi untuk menyimpan benda-benda bersejarah, keberadaan Museum Lambung Mangkurat sangat penting. Anak-cucu kelak akan dapat menyaksikan bukti-bukti sejarah perjuangan para nenek moyang dari tanah Banjar dalam melawan penjajahan Belanda. Mereka memiliki semboyan Waja Sampai Ka Putting yang berarti perjuangan yang tiada henti hingga tetes darah penghabisan.

Masyarakat lokal di sekitar kota Banjarmasin sendiri tampak tidak acuh dengan keberadaan Museum Lambung Mangkurat yang dianggap ‘angker’. Karena kurang terawat dan kondisi lebih sering lengang daripada ramai.

Kitab Al-Quran Raksasa

Budaya Banjar sangat lekat dengan agama Islam yang dibawa pertama kali oleh Sultan Suriansyah yang mendapat pengaruh dari Kerajaan Demak dari tanah Jawa. Oleh karena itu, tidak heran jika di dalam Museum Lambung Mangkurat terdapat pula satu koleksi yang sangat berharga berupa kitab Al-Quran raksasa yang ditulis tangan oleh Syech Arsyad Al Banjari. Beliau merupakan ulama dan tokoh Islam penting dari tanah Banjar yang terkenal dengan kitab-kitab berhubungan dengan ilmu Fiqih di Kalimantan Selatan, yakni Kitab Sabillal Muhtadin. Bahkan, kitab beliau juga turut diabadikan sebagai nama sebuah masjid yaitu Masjid Raya Sabillal Muhtadin.

Bagaimana, berminat untuk mengunjungi Museum Lambung Mangkurat? Have fun… (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *