Monumen Raja Haji Fisabilillah, Meneladani Patriot Tanjung Pinang

Monumen Raja Haji Fisabilillah – Siapa sangka ternyata Indonesia mempunyai Pahlawan Nasional dari Kerajaan Melayu yang lahir di Riau tahun 1725. Beliau mendapat julukan Dipertuan Muda Riau. Beliau seorang pahlawan yang memimpin perang Kerajaan Riau. Dan untuk mengenang  jasa pahlawan dibuatlah monumen setinggi 28 m. monumen tersebut adalah Monumen Pahlawan Nasional Perjuangan Raja Haji Fisabilillah. Berikut akan diulas secara lengkap kisah perjuangan Beliau di kerajaan Melayu Kepulauan Riau.

Mengenal Raja Haji Fisabilillah

Lahir di kota lama, ulusungai, Riau 1725 – meninggal di kampung Ketapang , Melaka , Malaysia 18 Juni 1784. Beliau dimakamkan di Pulau Penyengat, Inderasakti, kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Raja Haji merupakan adik dari Sultan Selangor pertama, Sultan Salehuddin dan paman Sultan Selangor kedua, Sultan Ibrahim. Namanya dibadikan dalam nama bandar udara di Tanjung Pinang yaitu Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah. Dan salah satu masjid yang ada di Selangor, Malaysia yaitu kota Cyberjaya dinamakan Masjid Raja Haji Fisabilillah.

Sejarah Perjuangan Raja Haji Fisabilillah

Tanjung Pinang tempo dulu yang memiliki kondisi serta cuaca yang baik dianggap sebagai tempat ideal bagi para armada pelayaran untuk perlindung dari serangan badai, atau untuk berlabuh sementara. Raja Haji Fisabilillah atau yang dikenal juga dengan Raja Haji Marhum Teluk Ketapang adalah Raja yang Dipertuan Muda Riau – Lingga – Johor – Pahang IV. Ia terkenal dalam melawan pemerintahan belanda dan berhasil membangun pulau Biram Dewa di sungai Riau lama. Raja Haji IV ini berperang melawan Belanda sejak usia muda. Karena keberaniannya Raja Haji juga dijuluki sebagai Pangeran Sutawijaya di Jambi. Ia gugur pada saat melakukan penyerangan pangkalan maritim Belanda di Teluk Ketapang pada tahun 1784. Jenazahnya di pindahkan dari makam Malaysia menuju Pulau Penyengat oleh Raja Ja’afar(putra mahkota).

Dalam kepemimpinanya memerintah kerajaan Melayu, Riau. Di tangannya , kerajaan Melayu berkembang cukup baik. Beliau juga berjuang untuk melawan Belanda. Pada tahun 1780, kerajaan Melayu Riau telah mengadakan perjanjian damai dengan Belanda. Namun karena Belanda melanggar perjanjian tersebut , maka peperangan diantara keduanya pun tidak dapat dihindari. Raja Haji kemudian bekerja sama dengan Raja Selangor untuk memerangi Belanda di Malaka. Untuk menghadapi pasukan gabungan tersebut. Belanda mendatangkan pasukan dari Pulau Jawa dalam jumlah yang sangat besar.

Saat kepemimpinannya di kerajaan Riau Beliau menyerang pasukan penembak kapal VOC yang bersandar di perairan Tanjung Pinang pada tanggal 6 Januari 1784. Peristiwa itu dijadikan sebagai hari jadi kota Tanjung Pinang. Disekitar monumen terdapat taman Raja Haji Fisabilillah yang memaparkan pemandangan laut beserta pulau – pulau di sekitar kota Tanjung Pinang. Lalu ketika H.Abdul Manan Saiman menjadi Bupati Kepulauan Riau dibangunlah Monumen untuk mengenang jasa pahlawan Beliau, monumen setinggi 28 m. Monumen Pahlawan Nasional Perjuangan Raja Haji Fisabilillah.

Pengaruh kepemimpinan Raja Haji Fisabilillah

Selama hidupnya Raja Haji Fisabilillah membuktikan diri sebagai pemimpin dan sebagai ulama. Para penulis sejarah mencatat terutama pada tahun 1782-1784 cukup berpengaruh pada stabilitas sosial politik dan EKonomi Nusantara. Dan akhirnya beliau mangkat dalam peperangan hebat di Teluk Ketapang. Jenaah yang disemayamkan yang terletak di Pulau Penyengat bersebalahan dengan makam Habib Syekh, seorang ulama terkemuka.

Baca juga: Asri dan Alaminya Obyek Wisata Air Terjun Resun di Lingga, Kep. Riau

Semenjak tahun 1784, Tanjung Pinang semakin tumbuh sebagai sebuah tempat pemukiman dan menjadi sebuah kota yang berfungsi sebagai bandar gadang  dan memiliki peran strategis di Sumatra Timur. Selain itu Tanjung Pinang ditetapkan sebagai kota keresidenan Belanda dengan cangkupan yang begitu luas sampai ke Sumatra Utara dan Tengah.

Lokasi Monumen Raja Haji Fisabilillah

Monumen ini terletak di pinggir laut dengan posisi yang sangat strategis dan pemandangan sekitar yang sangat memukau, sehingga sekitar lokasi sering dikunjungi untuk sekedar bersantai dan berkumpul bersama teman, saudara dan keluarga. Berjarak lima koma enam kilometer dari kota Tanjung Pinang, yang hanya memakan waktu sekitar lima belas menit menggunakan jalur darat.

Lingkungan sekitar monumen

Suasana yang nyaman dan sejuk disekitar monumen membuat kita merasa betah karena memang lokasinya yang sangat dekat dengan pantai dan dapat dijadikan spot foto di sore hari, lingkungannya pun terawat hingga saat ini. (jari adventure – det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *