Monumen 17 Mei, Tempat Wisata Sejarah di Niih, Kalsel

Monumen Proklamasi 17 Mei 1949 – Sudah bosan berwisata religi ke makam leluhur atau masjid keramat? Ingin berwisata alam ke gua atau hutan tapi tak memiliki cukup waktu dan tenaga? Nah, saatnya Anda beralih ke tempat wisata yang berupa tugu atau monumen bersejarah karena tempat-tempat seperti itu biasanya menyimpan cerita tersendiri yang pasti menarik untuk digali. Tak hanya itu, tempat wisata monumen atau tugu juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk menambah pengetahuan. Begitu juga Monumen Proklamasi 17 Mei 1949 yang berada di Kalimantan Selatan ini. Bila Anda ingin tahu lebih jauh tentang tempat wisata yang berada di Desa Niih, Hulu banyu, Kecamatan Loksado ini simak saja ulasan berikut ini!

Sejarah Monumen Proklamasi 17 Mei 1949

Monumen Proklamasi 17 Mei 1949 merupakan sebuah monumen yang dibangun untuk memperingati proklamasi rakyat di Kalimantan Selatan dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Pada 17 Mei 1949, rakyat Kalimantan Selatan menyatakan bahwa wilayah mereka merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Monumen ini diresmikan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Selatan Ir. H.M. Said pada 10 November 1986.

Seperti rakyat Indonesia di daerah lainnya, rakyat Kalimantan Selatan juga mengalami berbagai rintangan dalam menegakkan NKRI. Bahkan mereka harus terlibat dalam serangkaian pertempuran yang cukup berat dalam kurun waktu 1945-1949 karena harus melawan penjajah kolonial Belanda yang memiliki kekuatan yang besar. Dengan adanya Monumen Proklamasi 17 Mei 1949, Anda dapat mengetahui riwayat pergerakan atau perlawanan dan juga kemauan rakyat Indonesia khususnya Kalimantan Selatan untuk merdeka dan terbebas dari segala bentuk penjajahan.

Benda koleksi

Saat berkunjung ke Monumen Proklamasi 17 Mei 1949, Anda akan menemukan gambaran, iurama atau lukisan yang menceritakan tentang perjalanan Divisi IV rakyat Kalimantan Selatan dalam usahanya untuk merdeka. Gambaran, iurama atau lukisan itu berada pada sisi kiri dan kanan Monumen Proklamasi. Terdapat enam buah iurama atau lukisan yang bisa diamati oleh pengunjung. Gambar yang pertama yaitu tentang Pawai Merah Putih se Kalimantan Selatan pada 10 Oktober 1945. Dari gambar ini dapat dilihat bahwa rakyat Kalimantan Selatan mempunyai keinginan yang kuat untuk tetap bersatu dalam wadah NKRI setelah sebelumnya terpisah. Refleksi dari keinginan rakyat Kalsel untuk tetap bersatu dalam NKRI tersebut jelas terlihat pada gambar pertama.

Beranjak ke gambar selanjutnya yaitu berupa Pertempuran 9 November 1945 di Banjarmasin. Pertempuran rakyat Kalsel melawan tentara sekutu pada saat itu terjadi di tempat yang tidak jauh dimana Polda Kalsel sekarang berada. Pertempuran yang dasyat ini juga diabadikan dengan dibangunnya Monumen 9 November di Banjarmasin. Namun sayangnya, monumen itu kini telah tiada dan digantikan dengan bangunan kantor KPN.

Tata ruang

Diorama ke-tiga yang terdapat di Monumen Proklamasi 17 Mei 1949 menggambarkan tentang ekspedisi T.R.I Laut yang terjadi di Pantai Batakan. Gambar selanjutnya bercerita tentang pasukan payung RI di Pangkalan Bun dan pertempuran di Hawang Cilikiwut yang terjadi pada 21 Desember 1948. Peristiwa ini juga diabadikan dengan tugu tersendiri yang berlokasi di Bundaran Garuda PangkalanBun. Diatas monumen tersebut terdapat sebuah pesawat yang menjadi perlambang pasukan terjun payung pertama Indonesia yang menjadi cikal bakal pasukan elit Angkatan Udara.

Pengunjung monumen proklamasi dapat melihat gambaran pertempuran yang dimarkaskan di Karang Jawa pada 1949 di iurama yang ke-lima yaitu tentang Proklamasi tanggal 17 Mei 1949. Pada iurama yang terakhir atau ke-enam, pengunjung dapat menyaksikan gambaran tentang pengangkatan TAD Letkol Hasan Basry oleh departemen pertahanan RI pada 2 September 1949.      

Baca Juga: Memandang Palu dari Gunung Matantimali

  

Setelah puas mengamati berbagai iurama, Anda dapat melihat tulisan naskah proklamasi Kalimantan Selatan dan naskah proklamasi Negara Republik Indonesia yang berada di tengah monumen.  

proklamasi Kalimantan Selatan

Teks proklamasi Kalimantan Selatan disusun oleh Gusti Aman, P. Arya, H. Abrani Sulaiman dan Budhigawis. Dalam perumusannya, H. Abrani Sulaiman menambahkan kata-kata “Kalau perlu diperjuangkan sampai tetesan darah yang penghabisan .” Bagi yang belum mengetahui isi lengkap proklamasi Kalimantan Selatan, berikut salinnya:

Merdeka! Dengan ini kami rakyat Indonesia di Kalimantan Selatan, mempermaklumkan berdirinya Pemerintahan Gubernur Tentara ALRI melingkupi seluruh daerah Kalimantan Selatan menjadi bagian dari Republik Indonesia untuk memenuhi isi Proklamasi 17 Agustus 1945, yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Moh. Hatta. Hal-hal yang bersangkutan dengan pemindahan kekuasaan akan dipertahankan dan kalau perlu diperjuangkan sampai tetesan darah yang penghabisan. Tetap Merdeka. Kandangan, 17 Mei IV Rep….

Atas nama Rakyat Indonesia di Kalimantan Selatan

dtt

Hassan Basry

Tips wisata ke Monumen Proklamasi 17 Mei 1949

Mengenal sejarah perjuangan bangsa Indonesia bisa dilihat dari jejak monumen yang didirikan untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan. Termasuk Monumen Proklamasi 17 Mei 1949, di dalamnya banyak koleksi peninggalan sejarah perjuangan para pahlawan dalam rangka merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Ini dia beberapa lukisan dan diorama yang bisa disaksikan dalam Monumen Proklamasi 17 Mei 1949

Diorama dan lukisan pawai Merah Putih

Pada tanggal 10 Oktober 1945, rakyat kalimantan selatan beramai-ramai melakukan pawai berkeliling kota dengan mengenakan atribut berwarna merah dan putih sebagai lambang bendera negara. Hal ini dilakukan karena rakyat di tanah banjar sudah sepakat dan bertekad untuk tetap bergabung dengan negara kesatuan republik indonesia, yang sebelumnya terpisah.

Lukisan pertempuran 9 November 1945

Di sudut lain tampak lukisan yang menggambarkan hebatnnya pertempuran pada tanggal 9 November 1945 di tanah Lambung Mangkurat Bumi. Pertempuran ini pecah ketika rakyat banjar tidak sudi bertekuk lutut di bawah pimpinan sekutu. Pada sekitar tanggal 9-10 november 1945, pertempuran hebat tidak bisa dielakkan lagi.  Sehingga jatuh banyak korban nyawa dari kedua belah pihak. Akhirnya, untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang gugur pada tanggal tersebut maka dibangun monumen 9 november.

Lukisan dan diorama Ekspedisi T.R.I Laut

Pertempuran ini terjadi ketika kapal-kapal dari pihak sekutu Belanda mendarat di pantai bantakan. Rakyat tanah banjar bersatu untuk mengusir para penjajah agar kembali ke tanah kelahiran mereka. Akibatnya, banyak nyawa para pahlawan yang gugur di tepi pantai ataupun hilang ditelan ombak laut.

Lukisan Pertempuran Hawang Cilikriwut

Tepat pada tanggal 21 Desember 1948, pasukan yang menjadi cikal bakal TNI AU melakukan aksi terjun payung. Dan pecah pertempuran di Hawang Cilikriwut serta Pangkalan bun Kalimantan Tengah.

Bawa kamera

Jangan lupa bawa kamera untuk mengambil gambar dan momen terbaik untuk mengabadikan lukisan ataupun peninggalan sejarah yang dilihat.

Tertarik berkunjung ke tempat wisata ini? Ajak serta buah hati dan keluarga tercinta. Untuk kembali mengenang perjuangan gagah berani rakyat Kalimantan Selatan dengan mengunjungi Monumen Proklamasi 17 Mei 1949 ini.   (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *