Menjajah 350 Tahun, Inilah 7 Peninggalan Belanda yang Masih Dimanfaatkan Indonesia

Sebagai negara yang menjajah Indonesia begitu lamanya, peninggalan Belanda tak serta merta menghilang ketika Belanda pergi dari Indonesia.

Selama 350 tahun lamanya Belanda menjajah Indonesia, selama itu pula bangunan dan infrastruktur lainnya berdiri di negeri ini.

Meskipun Belanda sudah angkat kaki dari Indonesia, peninggalannya masih tetap ada dan hampir ada di seluruh kota seantero negeri.

Mulai dari museum Belanda, bendungan, pabrik, kebun, hingga Lembaga Pendidikan yang masih ada. Penasaran apa saja peninggalan Belanda yang hingga kini masih bermanfaat bagi Bangsa Indonesia? Simak berikut ini.

1.    Bendungan Katulampa – Bogor

detik.net.id

 

Bangunan yang satu ini adalah peninggalan Belanda yang berada di Kelurahan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat. Bangunan ini dibangun sejak tahun 1872, namun baru saja beroperasi di tahun 1911 karena adanya banjir besar yang melanda daerah setempat.

Banjir besar itu dikabarkan membuat daerah elit Harmoni saat itu ikut terendam air banjir dari luapan Kali Ciliwung. Hingga kini, Bendungan Katulampa berdiri dengan kokoh dan memiliki peringatan dini bagi air yang menuju Jakarta.

Tak hanya itu, bendungan ini juga berfungsi sebagai sarana irigasi untuk lahan yang luasnya mencapai 5000 hektar di sisi kanan dan kiri bendungan.

Biasanya, di musim hujan bendungan ini dapat menampung debit air hingga 630 ribu liter per detik, lho!

2.    Waduk Pacal – Bojonegoro

reresepan.com

 

Waduk Pacal terletak di Desa Kedungsumber, Bojonegoro. Bangunan tua ini sudah beroperasi di tahun 1933 dan dibangun sejak tahun 1924 oleh kolonial Belanda kala itu.

Bendungan Pacal ini berada 35 km dari arah selatan Kota Bojonegoro dengan luas sekitar 3,878 km persegi serta kedalaman mencapai 25 meter.

Waduk ini berfungsi sebagai sarana pengairan terhadap sawah di sekitar waduk tersebut. Dulunya, waduk ini bisa menampung 41 juta meter kubik air untuk 16.600 hektar lahan.

Namun kini, waduk hanya bisa menampung air mencapai 21 juta meter kubik untuk 13 ribu hektar area sawah karena sempat terjadi pendangkalan waduk.

3.    Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan

republika.co.id

 

Jalan raya yang satu ini pasti sudah dikenal semua orang. Dengan Panjang kurang lebih 1000 km, jalan yang dibuat pada masa kepemimpinan Gubernur Jendral Herman William Daendels ini masih dimanfaatkan hingga sekarang.

Dalam sejarah, jalan raya ini dibangun hanya dalam rentang waktu 1 tahun saja yaitu di tahun 1808.

Jalan yang dikenal dengan sebutan Jalan Pantai Utara atau Pantura ini adalah jalan raya yang monumental karena dapat memperpendek waktu tempuh dari Surabaya menuju Batavia selama 7 hari (awalnya 40 hari perjalanan).

Meskipun usianya sudah 200 tahun, jala raya ini tetap menjadi satu-satunya akses darat menuju Anyer.

4.    Pabrik Gula Gondang Baru – Semarang

diaspora iqbal

 

Selanjutnya adalah Pabrik Gula Gondang Baru yang dulunya bernama Pabrik Gula Gondang Winangun. Pabrik ini berdiri di tahun 1860 oleh NV Klatensche Cultuur Maatscahapij asal Amsterdam, Belanda.

Dulunya, pabrik ini dibangun untuk menggerakkan mesin produksi dengan turbin air. Setelah muncul mesin uap, pabrik ini mengganti turbin air dengan turbin uap sehingga kapasitas penggilingan semakin besar.

Di tahun 1930-1935, pabrik ini sempat menghentikan operasi karena adanya krisis ekonomi dan beroperasi kembali di tahun 1935-1940 dengan kendali Beeemers, warga Belanda.

Pabrik ini juga ikut jatuh di tangan Jepang di tahun 1942-1945 dan akhirnya menjadi aset negara setelah Indonesia merdeka.

Baca juga:

Tak Diduga, 17 Makanan Asli Indonesia Ini Populer di Belanda

5.    Perkebunan Teh Gunung Gambir – Jember

digitaloceanspaces

 

Berada sekitar 48 km barat laut Kota Jember dan berada di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut.

Perkebunan ini merupakan peninggalan Belanda dan masuk dalam kawasan lereng Argopuro sehingga ideal dalam pembuatan beer tea dan diekspor ke Eropa.

Hingga kini, Perkebunan Teh Gunung Gambir bisa memproduksi 8 varian teh yang berbeda. Teh ini mulai ditanam sejak tahun 1918, 1923, serta 1927.

6.    Gereja Katedral – Jakarta

victorynews.id

 

Nama resminya adalah Santa Maria Pelindung Diangkat ke Surga, gereja yag satu ini diresmikan oleh pemerintah Belanda di tahun 1901.

Gaya arsitekturnya mengangkat gaya Eropa dan didesain oleh Marius Hulswit, arsitek kenamaan asal Belanda.

Dulunya gereja berarsitektur neo-gotik ini berencana memiliki menara berbentuk kubah. Namun dengan Indonesia yang rawan gempa, desain tersebut diganti menjadi menara yang terbuat dari logam.

Kini, gereja katolik ini berdekatan dengan Masjid Istiqlal yang berdiri kokoh.

7.    Institut Teknologi Bandung

youngster.id

Lembaga Pendidikan yang biasanya disebut dengan singkatan ITB ini merupakan peninggalan Belanda dengan nama Techische Hoogeschool te Bandoeng.

Lembaga ini adalah perguruan Teknik pertama oleh pemerintah Hindia Belanda tepat tanggal 3 Juli 1920. Berdirinya Lembaga ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga Teknik yang sulit akibat Perang Dunia I.

Pasca kemerdekaan, perguruan ini akhirnya diresmikan sebagai perguruan tinggi negeri di tanggal 2 Maret 1959.

Banyaknya peninggalan Belanda yang ada di Indonesia bukan berarti itu tidak bermanfaat bagi bangsa ini. Meskipun berstatus peninggalan Belanda, namun bangunan ini mrupakan hasil jerih payah negeri kita sendiri.

Yang membangun adalah para pejuang negeri ini yang rela kehilangan nyawanya agar hasilnya dapat kita rasakan. Mulai saat ini dan seterusnya, pastikan untuk selalu bangga akan hasil jerih payah pahlawan-pahlawan negeri ini.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.