Gua Liang Hadangan dan Lok Laga Haruyan di Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan

Gua Liang Hadangan Dengan luas wilayah 1.472 km², salah satu kabupaten yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, Hulu Sungai Tengah, menyimpan pariwisata yang cukup beragam. Ada Taman Makam Pahlawan di Pagat dan Birayang, makam-makam tokoh ternama setempat dan juga bangunan bersejarah seperti masjid. Yang tak kalah menarik, Hulu Sungai Selatan juga mempunyai obyek wisata alam yang cukup populer, seperti Pagat Batu Benawa dan Pemandian Air Panas Hantakan. Bagi penggemar wisata alam yang masih penasaran dengan obyek wisata alam lain yang ditawarkan oleh kabupaten ini, Anda patut mencoba dua tempat ini. Ya, Gua Liang Hadangan dan Lok Laga Haruyan namanya. Seperti apa keindahan kedua obyek wisata ini? Ayo, simak ulasannya berikut ini!

Lokasi

Gua Liang Hadangan berlokasi di Desa Karatau, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Desa ini adalah desa yang bersih. Meski rumah-rumah penduduk terlihat sangat sederhana, kebersihan lingkungan jelas sangat diperhatikan. DI ujung desa inilah Gua Liang Hadangan berada. Dari Kota Barabai, ibukota Hulu Sungai Tengah, desa ini hanya berjarak sekitar 8 km saja dan dapat ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan darat dengan kendaraan roda dua maupun empat. Dari Desa Karatau, perjalanan dilanjutkan lagi sejauh 3 km dengan menggunakan sepeda motor atau jalan kaki karena medan yang agak sulit dilewati mobil. Setelah satu hingga satu setengah jam perjalanan, obyek wisata Gua Liang Hadangan pun nampak di depan mata.

Keindahan Gua Liang Hadangan

Gua Liang Hadangan berada hampir ditengah-tengahnya Gunung Batu Benawa, yang memiliki pemandangan yang mempesona. Pemandangan hutan yang menghijau di sekitar lokasi gua semakin menambah indahnya panorama. Menurut tetuha masyarakat setempat, di dalam gua ini terdapat batu-batu berupa manusia, hewan ternak, alat-alat rumah tangga dan perabot kapal. Selain keindahan yang dimilikinya, Gua Liang Hadangan juga memiliki kisah unik terkait asal usulnya.

Al kisah, ada seorang pemuda bernama Raden Penganten yang menjadi batu akibat kutukan ibunya Diang Ingsun karena perbuatan durhaka yang melukai hati sang ibu. Salah satu batu menjadi Pagat Batu Benawa, sedangkan pecahan yang lain menjadi Gua Liang Hadangan. Kisah yang dituturkan dari mulut ke mulut dan bahkan telah dimuat dalam sebuah buku ini sangat melekat dalam benak warga Banjar hingga saat ini. 

Sayangnya, keindahan alam dan keunikan yang dimiliki Gua Liang Hadangan masih belum dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat. Jalanan sejauh 3 km menuju lokasi wisata dalam kondisi yang sangat buruk dan berlumpur jika hujan turun. Sebuah tempat peristirahatan kecil yang ada di kaki gunung juga nampak tak terawat dengan kondisi bangunan yang sudah rusak di sana-sini.

Baca Juga: Melihat Koleksi Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, Kalsel

Jalan bertangga yang digunakan untuk mendaki ke gua yang terbuat dari beton terlihat rusak parah dan sangat licin. Jika tidak diperbaiki, kondisi yang demikian buruk akan dapat membahayakan pengunjung yang berkunjung ke gua.

Tips wisata ke Gua Liang Hadangan

Menjelajahi keindahan alam yang tersimpan di perut bumi berupa liang-liang besar tempat aliran sungai yang terbentuk berjuta-juta tahun lampau memang sangat menyenangkan dan memberikan tantangan tersendiri. Oleh karena itu, para pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam di Gua Liang Hadangan, sebaiknya memeriksa dulu beberapa tips bermanfaat berikut:

Menjaga kondisi tubuh

 

Wisata jelajah gua, sama hal nya dengan hiking atau berkemah. Kegiatan olahraga ini membutuhkan daya tahan tubuh yang fit dan kondisi tubuh prima. Di dalam gua, terkadang oksigen bisa saja menipis dan membuat par-paru terasa sesak, jika kondisi tubuh sedang tidak fit, pengunjung bisa jatuh pingsan atau sakit. Lebih baik, tunda atau pergi di lain hari apabila merasa tubuh kurang sehat.

Mengenakan pakaian yang tepat

 

Menelusuri gua, kemungkinan besar sangat didominasi dengan spot-spot yang basah bahkan aliran sungai yang deras. Nah, kenakan pakaian yang tepat seperti atasan lengan panjang dan celana panjang dengan bahan kaos. Agar cepat kering dan tidak terlalu berat dipakai melangkah jika terkena air atau basah. Bahan kaos juga cukup tebal untuk mengusir hawa dingin. Atau, alternatif lain Anda bisa mengenakan pakaian berbahan parasut agar lebih tahan air dan tubuh tetap nyaman selama bertualang.

Adu nyali

Bertualang di dalam gua, apa lagi yang Anda harapkan selain tempat dan lorong-lorong lembap yang gelap serta aliran air yang minim cahaya. Keberanian dan kesiapan mental sangat dibutuhkan untuk melawan rasa takut yang menggelayut. Sadarilah bahwa perut bumi memang luas dan gelap, tetap bersama dengan rombongan atau tim agar tidak mudah tersesat ataupun kaget dengan ‘dunia baru’ yang Anda saksikan di bawah sana.

Jangan mencorat-coret dinding gua atau merusak stalagtit/stalagmit

 

Biarkan gua menyimpan keindahannya secara alami. Stalagtit dan stalagmit yang terpampang indah menjadi saksi bisu mahakarya sang Pencipta yang wajib kita lestarikan. Tidak jarang di beberapa lokasi gua terdapat coretan-coretan tangan jahil yang ingin sekadar mengabadikan nama-nama atas keberadaan mereka, namun tanpa sadar hal ini justru merusak pemandangan alami yang berada di dalam gua. Terlebih, beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab malah memotong stalagtit/stalagmit untuk keuntungan komersil pribadinya. Keep our cave clean and everlasting!

Membawa pelampung jika tak bisa berenang

 

Kondisi gua dengan kedalaman tertentu, kadang-kadang dilewati aliran sungai yang cukup deras. Jika Anda tidak bisa berenang, lengkapi diri dengan pelampung demi menjaga keselamatan. Jika gua tidak dialiri sungai, pelampung masih bisa digunakan sebagai penghangat tubuh.

Tetap jaga ketenangan

 

Berada di lokasi gua, Anda tentu tidak sendiri. Selain rombongan, bisa jadi di sana akan terdapat banyak mahkluk lain seperti kelelawar atau burung sriti yang sedang bersarang. Untuk itu, para pengunjung dihimbau untuk selalu menjaga ketenangan agar satwa-satwa ini tidak menyerang atau marah karena merasa terganggu kedatangan pengunjung.

***

Lok Laga Haruyan

Masih di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Lok Laga Haruyan merupakan obyek wisata sungai yang indah dan masih tersembunyi. Lok Laga berada di Kecamatan Haruyan dan dapat ditempuh sekitar 3 hingga 4 jam perjalanan dari Kota Banjarmasin dengan menggunakan kendaraan pribadi. Meski terdengar asing bagi sebagian orang, Lok Laga ternyata merupakan obyek wisata andalan kecamatan Haruyan.

Begitu tiba di lokasi, pengunjung akan melihat aliran air sungai yang masih bersih dan jernih. Sungai mengalir dengan deras dan airnya terasa dingin, sangat kontras sekali dengan cuaca Kalimantan Selatan yang cenderung panas. Air sungai ini berasal dari Hulu Sungai Tengah.

Karena masih tersembunyi, obyek wisata Lok Laga Haruyan tidak begitu ramai dipadati pengunjung. Suasana sepi membuat sungai ini serasa milik pribadi. Pengunjung dapat dengan leluasa bermain air di sungai, seperti duduk-duduk di atas bebatuan besar yang berada di tengah aliran sungai, berendam kaki atau bahkan mandi di sungai. Berdiam diri di obyek wisata Lok Laga Haruyan serasa menemukan surga tersembunyi di Bumi Lambung Mangkurat. 

Nah, ingin membuktikan sendiri adanya bukti nyata kisah ‘Malin Kundang’ versi Kalimantan Selatan? Silakan berkunjung ke Gua Liang Hadangan ! (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *