Masjid Su’ada, Tempat Wisata Religi di Wasah Hilir

Masjid Su’ada BaangkatBila Anda sedang berwisata ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, tak ada salahnya bila mampir sejenak ke Kota Kandangan sebab di sana terdapat sebuah tempat wisata yang cukup menarik dan bahkan menjadi ikon kota. Namanya Masjid Su’ada atau juga dikenal dengan sebutan Masjid Su’ada Baangkat. Bagi yang gemar wisata religi, tempat wisata ini sangat cocok bagi Anda. Masjid yang sudah berusia sangat tua ini juga bisa menjadi alternatif wisata Anda beserta keluarga yang menyukai hal-hal yang berbau kuno untuk diamati. Sudah siap berkunjung ke sana? Sebelumnya, simak dulu ulasan tentang Masjid Su’ada Baangkat dalam artikel berikut ini ya…

Lokasi

Masjid Su’ada Baangkat terletak di Desa Wasah Hilir, Kecamatan Simpur, Kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Tempat ibadah ini sudah sangat tua dan merupakan masjid tertua di Kota Kandangan. Masjid Su’ada dibangun pada tahun 1908 Masehi yang bertepatan dengan 28 Dzulhijjah 1328 Hijriah. Dan dipelopori oleh dua orang juru dakwah yaitu Al-Allamah Syeikh H. Abbas Bin Al Allamah Syeikh H. Abdul Jalil yang lahir di Desa Dalam Pagar Martapura. Dan  Al-Allamah Syeikh H. M. Said bin Al Allamah Syeikh H. Sa’dudin yang berasal dari Kampung Amawang Kandangan. Penamaan masjid ini sendiri diambil dari nama H.M. Said yang artinya “beruntung” yang dijamakkan menjadi Su’ada. Pimilihan nama tersebut bertujuan untuk menarik perhatian orang-orang atau masyarakat. Agar berkorban memelihara dan beribadat di masjid yang sangat berperan dalam pengembangan agama dan ilmu pengetahuan ini.

Masyarakat di Banua Kandangan lebih suka menyebut Masjid Su’ada Baangkat dengan nama Masjid Baangkat. Karena memiliki lantai yang unik ditopang oleh tongkat-tongkat kayu ulin. Sebagai penyangga hingga seperti diangkat. Karena usianya yang cukup tua dan juga keunikannya, Masjid Su’ada Baangkat masuk dalam kategori bangunan cagar budaya nasional.

Legenda Masjid Su’ada Baangkat

Berdasarkan cerita yang berkembang di kalangan masyarakat Kandangan, sekitar tahun 1859, Syekh Abbas menyusuri sungai Wasah sebelum memutuskan untuk bermukim di Wasah Hilir dan sekaligus berdakwah ajaran Islam di sana. Tak hanya sebagai tokoh agama yang disegani, Syekh Abbas juga gigih mengangkat senjata melawan pemerintah kolonial Belanda. Ketika beliau memasuki masa tua, Syekh Abbas mempunyai keinginan untuk membangun masjid yang megah sebagai pengganti masjid kecil yang ada di sana. Untuk mewujudkan keinginannya, Syekh Abbas kemudian mengutus keponakannya yaitu Syekh H. Muhammad Said dari Kandangan untuk meneruskan idenya. Musyawarah untuk melaksanakan pembangunan masjid pun kemudian digelar dengan dihadiri oleh para ulama, pemuka agama dan juga tokoh masyarakat.  

Tahap pertama pembangunan Masjid Su’ada Baangkat dilakukan dengan mengumpulkan peralatan dan bahan. Setelah dirasa cukup, tepat pada 27 Dzulhinjjah 1328 H atau 1908 M, Masjid Su’ada Baangkat pun mulai didirikan di atas tanah wakaf dari Mirun bin Udin dan Asmail bin Abdullah seluas 1047, 25 m². Kenangan akan tanggal dan tahun dibangunnya Masjid Su’ada Baangkat diabadikan dengan pahatan pada tonggak petunjuk waktu shalat yang berada di sebelah selatan masjid. Di bagian mimbar juga terdapat pahatan angka tahun yakni 1337 H atau 1917 M. Sang pelopor pendirian Masjid Su’ada Baangkat, Syekh Haji Abbas meninggal dunia pada tahun 1921, sedangkan Syekh Haji Muhammad Said menyusul kemudian pada 1924. Kedua tokoh ini dimakamkan di Wasah Hilir tak jauh dari lokasi Masjid Su’ada Baangkat

Baca Juga: Memandang Palu dari Gunung Matantimali

Arsitektur

Dibangun diatas lahan seluas kurang lebih 1047 meter persegi, Masjid Su’ada Baangkat memiliki luas bangunan sebesar 18×18 meter. Masjid memiliki tiang (panggung) dari kayu ulin sebagai penopang yang berjumlah empat yang disebut sebagai tiang sokoguru dengan penampang segi delapan. Masjid Su’ada Baangkat juga memiliki 12 tiang anak untuk menopang atap tingkat kedua, 20 batang tiang untuk menopang atap tingkat pertama, 22 batang tiang untuk meopang atap tingkat pertama pada bagian luar ruang shalat serta 6 batang tiang pengimaman (mihrab).

Masjid Su’ada Baangkat terdiri dari beberapa bangunan, yakni bangunan induk, pengimaman, bak air wudhu, sumur, dan tonggak petunjuk waktu. Bangunan induk dan pengimaman masing-masing mempunyai lantai dan ruangan yang bersambung menjadi satu. Yang khas, lantai masjid terbuat dari papan ulin, seperti masjid-masjid keramat lainnya yang ada di Kalimantan. Masjid memiliki pintu masuk berjumlah total empat buah dengan dua daun pintu di masing-masing pintu. Pada masing-masing pintu tersebut juga terdapat tulisan huruf Arab.

Ciri khas

Ciri khas Masjid Su’ada Baangkat dapat ditemukan dibagian mihrab yang berbentuk segi delapan dan sepeempat bagian dari yang bersegi delapan itu menjadi satu dengan bangunan induk, sedangkan tiga perempat lainya menonjol keluar bangunan induk yang nampak hampir bulat. Atap teratas berbentuk kubus dan pada sudut atap dihiasi dengan simbar. Di depan mihrab terdapat mimbar dengan dinding berukir dan atap berbentuk segi empat yang meruncing ke atas.

Tips wisata ke Masjid Su’ada Baangkat

Bagi sebagian besar pengunjung yang singgah ke Masjid Su’ada Baangkat, merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bisa menyaksikan kemegahan dan keindahan Masjid Su’ada Baangkat dengan mata kepala sendiri.

Sebagai pengunjung wisata religi yang baik, datang ke Masjid Su’ada Baangkat perlu memperhatikan beberapa tips, antara lain:

Menjaga kesopanan

Masjid Su’ada Baangkat merupakan tempat wisata religi sekaligus tempat ibadah. Oleh karena itu, para pengunjung dihimbau untuk tetap menjaga kesopanan. Termasuk menjaga tata busana agar selalu tertutup dan tidak mengumbar kulit atau aurat, baik pria maupun wanita diharap memakai busana yang rapi dan sopan.

Menjaga ketenangan saat berkunjung

Meskipun membawa grup atau rombongan saat berwisata religi, namun para pengunjung diwajibkan menjaga ketenangan dan ketertiban di dalam Masjid Su’ada Baangkat agar tidak mengganggu ibadah para pengunjung Masjid Su’ada Baangkat lainnya.

Menjaga kebersihan

Masjid sebagai tempat ibadah wajib dijaga kebersihannya, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Para pengunjung wajib membuang sampah di tempat yang telah disediakan dan menjaga kebersihan lingkungan masjid. Terutama ketika ke kamar mandi atau toilet, wajib menyiram dengan air sebanyak-banyaknya agar tidak menimbulkan bau tidak sedap ataupun meninggalkan najis.

Bersedekah

Para pengunjung Masjid Su’ada Baangkat diperbolehkan untuk memberikan sedekah atau infak ke dalam kotak amal yang telah disediakan. Dana atauu sedekah yang terkumpul bisa dimanfaatkan untuk kepentingan sosial masyarakat seperti menyantuni anak yatim piatu, orang-orang miskin dan kaum dhuafa.

Pemugaran Masjid Su’ada Baangkat

Pemugaran terhadap Masjid Su’ada Baangkat telah dilakukan oleh Proyek Pemugaran dan Pemeliharaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan  Kalimantan Selatan pada 1982 – 1984.

Tertarik melakukan wisata religi ke Masjid Su’ada Baangkat? Yuk, segera kunjungi tempat wisata yang menyimpan banyak keunikan ini. (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.