Masjid Jami Sungai Banar, Hulu Sungai Utara, Kalsel

Masjid Jami Sungai Banar  – Berlokasi di sekitaran makam Datu Sulaiman,  Masjid Jami Sungai Banar ini juga sering menjadi tujuan para pengunjung untuk melakukan ziarah. Awal dibangunnya masjid ini, dikisahkan para murid dari Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari di Martapura menerima pesan dari beliau agar dibangun sebuah masjid di wilayah Amuntai. Saran tersebut disambut baik oleh warga Amuntai. Karena kebetulan di daerah sekitar belum didirikan masjid.

Lokasi Masjid Jami Sungai Banar

Bagi para pelancong lokal maupun luar daerah, Masjid Jami Sungai Banar ini terletak tidak jauh dari pusat kota Amuntai, tepatnya di Desa Jarang Kuantan, kecamatan Amuntai Selatan, kabupaten Hulu Sungai Amuntai, Kalimantan Selatan.

Seluk Beluk Masjid

Bangunan asli masjid memiliki ukuran 25 x 20 meter, gaya arsitekturnya yang berbentuk mirip seperti Rumah Adat Banjar atau banyak kita ketahui sebagai rumah panggung, menjadi daya tarik sendiri. Yang membuat masjid ini unik adalah asal-usul ketika dibuatnya. Konon katanya, tiang-tiang yang akan dipasang sebagai bagian dari konstruksi masjid sempat hilang dan ditemukan di pinggir sungai. Masyarakat pun dibuat heran, sebabnya untuk satu tiang saja dibutuhkan puluhan orang yang mengangkatnya, lalu bagaimana mana tiang-tiang tersebut berpindah dengan cepat. Sejak saat itu, warga sekitar meyakini bahwa hal tersebut mengandung pesan bahwa dimana lokasi beberapa tiang tersebut ditemukan adalah lokasi masjid harus dibangun di sana.

Baca juga: Candi Agung Amuntai di Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan

Tak hanya itu, ada peristiwa aneh lainnya yakni kehadiran seorang lelaki yang diduga wali Allah. Lelaki yang tidak diketahui asal-usulnya tersebutlah memberi nama sungai dan masjid itu dengan nama Sungai Banar dan Masjid Sungai Banar. Keanehan terletak ketika pemerintah sempat mengganti nama masjid tersebut beberapa kali dan bahkan juga tercatat dalam sertifikat, namun masyarakat tetap tak bisa menerimanya. Ada juga yang mengatakan bahwa Masjid Jami Sungai Banar bisa mengantarkan ke Mekkah bagi mereka yang bersungguh-sungguh dan melakukan tirakat untuk naik haji. Meski kedengarannya sedikit tidak masuk akal, namun beberapa orang telah membuktikan kebenarannya. Ingin mencoba?

Tips Bila Berkunjung

Terlepas dari semua peristiwa aneh yang menyelimuti Masjid Agung Jami Sungai Banar, anda juga patut datang ke Masjid yang dahulunya menjadi tempat perjuang kemerdekaan Indonesia untuk menyusun strategi melawan Belanda ini. Selain merasakan energi spiritual, anda juga bisa berkunjung langsung ke bangunan yang menjadi bagian dari sejarah tersebut. Menarik, bukan? Kini Masjid Jami Sungai Banar telah masuk dalam daftar cagar budaya dan banyak dikunjungi wisatawan sebagai tempat untuk melakukan ziarah.

Tips – tips wisata berkunjung ke Masjid Jami Sungai Banar

1. Mencari info seputar masjid dari juru kunci atau takmir

Kebanyakan masjid baik di dalam negeri atau di luar negeri, selalu menyediakan tempat sekretariat atau berkumpulnya takmir masjid. Di sini, pengunjung dapat meminta banyak info tentang pembangunan masjid, serta info menarik lainnya.

 

2. Menjaga kesopanan

Selama berkunjung, sebaiknya para wisatawan mengenakan pakaian yang sopan dan tertutup. Terutama bagi pengunjung wanita. Jika tidak membawa kerudung, bawa saja selendang lebar untuk menutup bagian kepala dan dada. Selain untuk tempat wisata religi, masjid juga sebagai sarana ibadah. Di mana mungkin masih banyak jamaah yang sedang melakukan sholat atau ibadah lainnya.

 

Simpan dahulu pakaian atau perhiasan yang berlebihan agar tidak mengganggu kekhusyukan para jamaah di dalam masjid.

 

3. Menaati tata tertib masjid

Pada dasarnya, setiap masjid atau sarana ibadah memiliki ketentuan yang sama. Yaitu, para pengunjung diharapkan menjaga ketenangan dan kekhusyukan ibadah. Jangan menghidupkan handphone agar tidak berbunyi nyaring dan membuat kegaduhan. Atau bertutur kata kencang sehingga mengganggu ketenangan pengunjung lain. Jangan melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan di dalam area masjid. Misalnya, tidak boleh tidur – tiduran, berdandan di dalam masjid ataupun memakai sandal atau sepatu di lantai teras.

 

4. Berfoto di dalam masjid

Sebenarnya tidak ada larangan khusus untuk berfoto di dalam masjid. Namun, alangkah lebih baik jika menanyakan hal ini kepada takmir masjid. Karena di beberapa masjid kuno, ada barang – barang antik seperti mimbar atau mushaf kuno yang tidak boleh terkena cahaya blitz kamera terlalu sering. Sehingga memotret pun tidak diperkenankan.

 

Semoga perjalanan wisata religi dan spiritual ke Masjid Jami Sungai Banar menyenangkan ya…

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *