Masjid Basar Pandulangan, Hulu Sungai Utara, Kalsel

Masjid Basar Pandulangan – Kalimantan Selatan memiliki banyak bangunan bersejarah, salahsatunya adalah Masjid Basar Pandulangan. Masjid yang dikenal dengan nama Masjid Raya atau Masjid Agung ini menjadi saksi bisu perang Banjar pada masa penjajahan Belanda, tepatnya pada tahun 1860. Selain menjadi tempat peribadatan, masjid ini juga menjadi markas rahasia para pejuang RI menyusun strategi untuk melawan para penjajah.

Lokasi Masjid Basar Pandulangan

            Berlokasi di sekitaran makam Datu Sulaiman, membuat banyak pengunjung menyempatkan mampir ke Masjid Basar Pandulangan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Seperti masjid pada umumnya, di dalam masjid terdapat mimbar, mihrab dan lemari dinding, namun asal-usul pembangunan masjid yang diselimuti misteri inilah yang menjadi daya pikat tersendiri.

Bahan Bangunan Masjid Basar Pandulangan Berpindah Sendiri

            Berdiri diatas lahan sekitar 125 x 125 meter, Masjid Basar Pandulungan dibangun berdekatan dengan makam Said Suleiman, yakni seorang tokoh penyebar agama Islam di Kalimantan Selatan. Kata Basar bukan berarti Masjid Basar Pandulangan ini memiliki ukuran yang besar, namun karena di desa tempat masjid tersebut didirikan terdapat ulama besar.

            Sempat rusak, masjid ini akhirnya dipindahkan ke Desa Pematang Benteng, sekitar 500 meter dari lokasi asalnya. Setelah semua bahan sudah terkumpul, barulah pembangunan akan terlaksana. Sayangnya, beberapa tokoh masyarakat Desa Pandulangan menolak bila Masjid Basar dibangun di Desa Pematang Benteng. Warga Pematang Benteng pun mengiyakan, asalkan dengan syarat semua bahan bangunan dipindahkan sendiri oleh masyarakat Pandulangan.

Baca juga: Masjid Su’ada, Tempat Wisata Religi di Wasah Hilir

            Peristiwa aneh terjadi saat semua bahan bangunan sudah terpindah dengan sendirinya di Desa Pandulangan. Meski tidak dapat dijelaskan dengan nalar, beberapa kejadian aneh ini lah yang membuat Masjid Basar Pandulangan terus memikat pengunjung untuk berdatangan yang ingin menyaksikan sendiri bagaimana bangunan yang kini menjadi Masjid Agung Amuntai tersebut.

Tips Untuk Pengunjung

            Untuk anda yang berwisata ke Kalimantan Selatan, Masjid Basar Pandulangan bisa anda masukkan dalam daftar destinasi wisata yang harus dikunjungi. Selain sebagai tujuan wisata, kini Masjid Basar Pandulangan juga menjadi cagar wisata di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Berikut adalah beberapa tips wisata ke Masjid Basar Pandulangan:

1. Mengagumi arsitektur Masjid Basar Pandulangan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan

Keindahan bangunan masjid sudah tidak perlu diragukan lagi. Dengan nuansa gaya arsitektur tempo dulu yang beratap tumpang sebanyak 2 susun, Masjid Basar Pandulangan menonjolkan sisi budaya Banjar yang khas. Bahan berupa kayu – kayu yang terlihat pada tiang, atap serta tangga menara berkumandang muadzin sangat memukau daya tahan kualitasnya tak lekang waktu. Benar – benar mengagumkan!

2. Menjaga ketenangan dan kesopanan

Berbeda dengan kawasan wisata lainnya, berkunjung ke wisata religi seperti Masjid Basar Pandulangan para pengunjung diharapkan untuk selalu menjaga kesopanan dan ketenangan lingkungan kauman atau sekitar masjid besar. Bagi pengunjung wanita, sebaiknya mengenakan busana yang menutup aurat serta selendang untuk kerudung. Sedang, pengunjung pria sebaiknya juga memakai busana yang rapi dan sopan. Dihimbau kepada pengunjung yang membawa serta anak – anak kecil, selalu mengawasi dan menemani anak – anak agar tetap menjaga ketenangan atau tidak membuat kegaduhan.

3. Menjaga kebersihan dan kesucian Masjid

Berada di sekitar kawasan Masjid Basar Pandulangan, sebaiknya pengunjung juga tetap menjaga kesopanan. Termasuk dalam berbusana, berperilaku dan bertutur kata. Pasalnya, selain menjadi wisata religi, terkadang ada beberapa jamaah yang sedang beribadah. Sehingga para pengunjung dihimbau untuk menjaga diri dan perilaku agar tidak mengganggu para jamaah.

4. Berfoto

Berfoto di dalam area masjid, tidak ada larangan. Namun, sebisa mungkin pihak pengunjung sendiri yang tahu diri dan membatasi sesi foto – foto agar tidak mengganggu jamaah lain yang mungkin sedang beribadah. Sekadar berfoto di luar area masjid akan lebih baik karena lebih menjaga kekhusyukan.

5. Bertanya pada takmir atau juru kunci

Untuk mengetahui keunikan apa saja yang ada pada Masjid Basar Pandulangan, jangan ragu untuk bertanya pada takmir atau juru kunci masjid. Kebenaran cerita tentang bahan – bahan bangunan yang berpindah sendiri memang sangat menarik dan membuat penasaran para pengunjung.

Unik dan sungguh menarik, kan? Mari berlibur ke Kalimantan Selatan, dan saksikan sendiri keunikan Masjid Basar Pandulangan…

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *