Yuk, Wisata Sejarah di Kompleks Makam Pangeran Antasari di Banjarmasin!

Kompleks Makam Pangeran AntasariKota Banjarmasin merupakan kota terbesar dan terpadat di Kalimantan. Ibu kota provinsi Kalimantan Selatan yang dijuluki Kota Seribu Sungai ini menyimpan segudang pesona pariwisata, diantaranya wisata alam, wisata sejarah, wisata kuliner, serta wisata pendidikan. Bagi penikmat wisata sejarah, Anda dapat mengunjungi Kompleks Makam Pangeran Antasari yang berada di Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin ini. Pangeran Antasari merupakan salah satu pahlawan nasional yang sangat populer karena memiliki semangat juang yang tinggi dalam melawan penjajah Belanda. Beliau juga dikenal akan sifatnya yang anti kompromi dengan penjajah serta seorang ahli perang yang tangkas, cerdas, berani, tangguh dan alim. Informasi lebih detail tentang sosok Pangeran Antasari dan makam beliau yang telah dijadikan salah satu tujuan wisata sejarah di Kota Banjarmasin dapat ditemukan dalam artikel berikut ini!

Sejarah

Lahir di Kayu Tangi, Kesultanan Banjar, Pangeran Antasari adalah seorang Sultan Banjar yang ternama. Beliau dinobatkan sebagai pimpinan pemerintahan tertinggi di Kesultanan Banjar (Sultan Banjar) dengan menyandang gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin pada 14 Maret 1862. Pangeran Antasari adalah seorang pemimpin yang ulet, berwibawa, tabah serta memiliki kekuatan batin yang mampu mengikat para pengikutnya untuk tetap fokus pada tujuan mulia, yaitu merdeka dari Belanda.

Beliau lebih suka turun ke medan perang bersama rakyat daripada menikmati segala kenyamanan yang ada di istana. Namun sayangnya, perjuangan Pangeran Antasari melawan penjajah harus terhenti karena penyakit cacar ganas yang dideritanya hingga akhirnya merenggut nyawa sang pejuang pada 11 Oktober 1862 di Kampung Bayan Begok, Kalimantan Tengah. Meski perjuangannya hanya singkat saja, sekitar 3,5 tahun, namun Pangeran Antasari mampu menyatukan rakyat Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah untuk berjuang sekuat tenaga melawan penjajah Belanda melalui kharisma yang terpancar pada diri beliau. Perjuangan Pangeran Antasari dilanjutkan oleh kedua putranya, Pangeran Muhammad Seman dan Pangeran Muhammad Said, serta cucunya, Ratu Zaleha.

Kompleks Makam Pangeran Antasari

Pada 1956, jenazah Pangeran Antasari dipindahkan ke Banjarmasin, di kompleks pemakaman yang sekarang ini. Lokasi Kompleks Makam Pangeran Antasari cukup mudah dijangkau karena tak begitu jauh dari pusat Kota Banjarmasin. Kompleks pemakamannya pun tak begitu besar namun terasa sangat sejuk dengan aneka pepohonan yang tumbuh di sekitar area makam. Kompleks Makam Pangeran Antasari juga menjadi satu dengan pekuburan muslim milik warga hanya saja makam Pangeran Antasari diberi tempat khusus yang berupa pendopo dan dipagari serta terdapat tulisan di depannya yang menunjukkan sebagai tempat persemayaman pahlawan nasional.

Baca juga: Soto Banjar, Kuliner Terpopuler Asal Kalimantan Selatan

Masih dalam satu Kompleks Makam Pangeran Antasari, terdapat makam istri Pangeran Antasari yaitu Ratu Antasari, cucu Pangeran Antasari yang juga tokoh pahlawan kemerdekaan rakyat Kalimantan Selatan, Ratu Zaleha, pahlawan kemerdekaan rakyat Kalsel dan pengikut setia Sultan Muhammad Seman dari kalangan suku Bakumpai, Panglima Batur, dan pahlawan Ampera, Hasanuddin HM.

Berbeda dengan empat makam di sekitarnya, makam Pangeran Antasari nampak berpagar besi dan nisannya dililiti kain kuning yang dalam adat Banjar sebagai pertanda bahwa pemilik kuburan itu adalah tokoh yang disegani masyarakat. Nampak pula taburan kembang barenteng khas Banjar di makam beliau. Terdapat lemari kecil di dekat makam Pangeran Antasari yang dipergunakan untuk tempat menyimpan buku Surah Yasin bagi peziarah yang ingin membaca doa. Makam ini dibuka bagi siapa saja dan kapan saja tak dibatasi waktu.

Perpindahan makam

Sebenarnya, pada awalnya makam Pangeran Antasari telah berada di daerah hulu Sungai Barito. Selama hampir 91 tahun, kerangka beliau bersemayam di sana. Namun, pada sekitar tahun 1958, pihak keluarga dan pemerintah berupaya untuk memindahkan makam beliau ke pusat kota Banjarmasin. Sebagai penghormatan terakhir tepatnya di makam pahlawan nasional seperti sekarang.

Pada saat perpindahan makam, kerangka beliau yang masih utuh adalah tempurung kepala, tempurung lutut dan juga beberapa helai rambut.

Peziarah/Pengunjung

Peziarah yang mendatangi kompleks makam ini biasanya datang dari kalangan pelajar, instansi pemerintahan ataupun umum. Pemakaman akan terlihat lebih ramai pada saat Hari Pahlawan. Sebagai wujud penghormatan masyarakat kepada sang pahlawan atas jasa-jasanya terdahulu. Saat akhir pekan biasanya kompleks makam banyak dikunjungi oleh kelompok pelajar dan anak-anak Pramuka. Selain berziarah, mereka juga dikenalkan terhadap sosok pemimpin yang terkenal dikalangan orang Banjar. Dengan semboyan Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing (haram menyerah kepada musuh walau sampai titik darah penghabisan) ini.

Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka)

Begitu terkenalnya semboyan tersebut hingga sekarang digunakan sebagai nama sebuah museum perjuangan rakyat Kalimantan Selatan. Yaitu Museum Waja Sampai Kaputing (Wasaka) di Banjarmasin. Pangeran Antasari ditetapkan oleh Pemerintah RI sebagai salah satu pahlawan nasional Indonesia asal Kalimantan Selatan. Berdasarkan Keputusan Presiden RI No 06/TK/Tahun 1968 pada 27 Maret 1968.     

Sikap Pangeran Antasari yang ‘keras kepala’ karena tidak mau menyerah sedikit pun kepada musuh atau pihak Belanda. Sepatutnya menjadi teladan bagi seluruh bangsa Indonesia bahwa haram hukumnya untuk menyerah. Tidak hanya kepada musuh, namun juga pada kebodohan dan kemiskinan. Kemerdekaan yang telah diusahakan dengan susah payah harus menjadi semangat. Untuk pantang menyerah dalam berjuang mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan kesejahteraan.

Hingga akhir hayatnya, Pangeran Antasari merupakan pahlawan nasional yang tidak pernah tertangkap oleh Belanda maupun tertipu. Dengan segala taktik perdamaian atau gencatan senjata. Beliau justru mangkat karena faktor usia (meninggal pada usia 75 tahun) dan mengidap penyakit paru-paru.     

Melihat kehebatan Pangeran Antasari, sangat layak untuk para pengunjung berziarah ke Kompleks Makam Pangeran Antasari di pusat kota Banjarmasin. Selamat berkunjung. (Jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *