Liburan ke Trenggalek, Mengusir Penat di Jembatan Galau Dan Kawasan Hutan Mangrove Pancer Cengkrong

Trenggalek mungkin belum banyak di kenal, namun kabupaten berjarak 180 km dari Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur ini ternyata memiliki banyak pesona pariwisata yang masih asli dan belum tersentuh oleh kemajuan zaman.

Selain goa dan pegunungan asri, kabupaten yang berada di pesisir pantai selatan ini menawarkan destinasi liburan ke Trenggalek dengan pantai yang indah seperti Pantai Prigi, Pantai Pasir Putih, Pantai Pelang, Pantai Ngampira, Pantai Blado dan lainnya. Dari sekian banyak pariwisata yang ditawarkan Trenggalek, destinasi liburan ke Trenggalek yang satu ini terbilang unik dan tentu saja bisa segera menghilangkan penat Anda.  Yuk, simak ulasan kawasan wisata hutan mangrove Pancer Cengkrong beserta Jembatan Galau-nya berikut ini:

Jembatan Galau

Jembatan Galau, dari segi penamaan, destinasi liburan ke Trenggalek ini terdengar kekinian ala-ala anak gaul, simpel, serta mudah diingat. Namun, bukan bagi mereka yang sedang galau saja yang wajib mengunjungi destinasi wisata ini. Tempat ini mesti dikunjungi siapa saja yang ingin merasakan alaminya Trenggalek.

Kawasan wisata hutan mangrove

Jembatan Galau merupakan kawasan wisata di Hutan Mangrove Pancer Cengkrong. Kawasan hutan mangrove (bakau) ini  berada tak jauh dari pantai Cengkrongan, sekitar 500 meter dari bibir pantai tepatnya di Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek. Untuk mencapai kawasan hutan mangrove Pancer, Anda bisa berangkat dari Trenggalek maupun Tulungagung dilanjutkan dengan mengikuti petunjuk jalan yang menuju Pantai PrigiPrigi – Kecamatan Bandung – Goa Lowo – Jalan kelak kelok naik turun samping kanan kiri hutan dan kebun warga – Kecamatan Watulimo – Ikuti Arah Pantai Cengkrongan – Desa Karanggandu – Pantai Cengkrongan hingga tiba di lokasi. Lama perjalanan dari kota Tulungagung hingga sampai ke kawasan hutan mangrove ini sekitar 120 menit.

Baca Juga : Yuk, Kunjungi Destinasi Wisata di Blitar yang Menawan ini!

Hutan Mangrove Pancer Cengkrong

Hutan Mangrove Pancer Cengkrong memiliki area parkir yang luas. Anda bisa leluasa memarkirkan kendaraan apalagi saat bukan musim liburan. Dikawasan wisata hutan mangrove ini Anda tidak dikenakan biaya masuk ke tempat wisata selain membayar biaya parkir kendaraan. Dari tempat parkir, Jembatan Galau sudah terlihat dengan jelas keberadaannya dan siap menyambut para pengunjung.

Jembata Galau yang terbuat dari kayu ini sebenarnya di bangun untuk memudahkan pengunjung menikmati keindahan kawasan hutan mangrove. Dengan adanya jembatan ini, pengunjung bisa bebas berkeliling hutan tanpa takut kotor karena tanah tempat tumbuh bakau berupa lumpur yang terbawa aliran sungai Kalisongo, sungai yang bermuara di pantai Cengkrongan.

Kawasan destinasi liburan ke Trenggalek hutan mangrove ini sangat cocok untuk pembelajaran ekosistem khususnya mangrove. Disini, Anda bisa menemui  aneka jenis mangrove and akar- akaran. Selain itu, Anda juga bisa belajar melestarikan alam kawasan ini dengan menanam pohon mangrove yang ada di persemaian. Tak hanya melulu mangrove, Anda juga bisa menikmati pemandangan indah pegunungan yang mengitari kawasan hutan terutama saat cuaca cerah.

Meski pohon mangrove di kawasan wisata ini masih terbilang pendek, Anda tak perlu khawatir merasa kepanasan. Di setiap sudut Jembatan Galau , terdapat gazebo-gazebo yang bisa  Anda manfaatkan untuk  berteduh ataupun beristirahat. Gazebo-gazebo ini juga bisa digunakan para penggalau untuk melepas gundah hati  sambil menikmati keindahan kawasan hutan.

Selain sebagai wisata alam dan pembelajaran, kawasan hutan mangrove Pancer Cengkrong ini memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga keseimbanga ekosistem kawasan di sekitarnya. Kawasan hutan mangrove juga berperan sebagai perisai  yang menghalangi material yang terbawa aliran sungai menuju laut serta sebagai  perisai alam untuk menghalangi dan mengurangi kekuatan ombak besar yang menerjang daratan.

Jika sudah memahami manfaat yang begitu besar dari hutan mangrove, sebagai pengunjung seharusnya kita bisa turut serta melestarikan segala macam tumbuhan yang ada di sana. Tak hanya itu, kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan kawasan hutan juga perlu digalakkan. Usahakan jangan membuang bekas pembungkus makanan atau minuman secara sembarangan. Sayang bukan, jika hutan yang indah dikotori oleh sampah-sampah yang berserakan.

Tertarik untuk menikmati liburan ke Trenggalek berupa alam hutan mangrove dengan jembatan Galaunya di Trenggalek ini? Selain murah kawasan wisata ini juga indah dan memiliki unsur edukasi.  Jadi tunggu apa lagi, segera ajak keluarga, kerabat dan sahabat untuk ramai-ramai berkunjung ke Trenggalek. (Jari Adventure-Det)

 

 

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *