Lembah Kahung, Obyek Wisata Sarat Petualangan di Kalimantan Selatan

Lembah Kahung Kabupaten Banjar, dengan ibukotanya Martapura, merupakan salah satu kebupaten yang berada di Kalimantan Selatan. Dengan luas wilayah ± 4.688 km², banjar menawarkan aneka obyek wisata yang sangat menarik untuk dieksplorasi. Obyek wisata yang berupa makam tokoh ternama maupun masjid, serta rumah adat banyak sekali di jumpai di Banjar. Ada pula obyek wisata unik seperti pasar terapung dan pusat penjualan batu permata.

Bagi penikmat wisata alam, Anda juga akan merasa dimanjakan saat berada di Banjar. Bagaimana tidak, obyek wisata Taman Hutan Raya Sultan Adam dengan segala keindahannya dan keragaman penghuninya akan membuat Anda terkagum-kagum dan betah berada di sana. Ternyata, Banjar tak hanya mempunyai Taman Hutan Rakyat Sultan Adam. Pecinta wisata alam juga tak seharusnya melewatkan kesempatan berkunjung ke obyek wisata ini bila sedang berada di Banjar. Meski popularitasnya masih kalah dengan Loksado, namun obyek wisata alam berikut ini memiliki daya tarik yang tak kalah mempesona. Penasaran? Yuk, simak ulasannya di artikel ini!   

Akses Lokasi Wisata Lembah Kahung

Lembah Kahung namanya. Bagi yang belum familiar dengan obyek wisata alam ini, Lembah Kahung merupakan kawasan hutan yang terletak di wilayah Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. Untuk mencapai kawasan wisata ini, Anda dapat menggunakan transportasi favorit yang berupa perahu motor tradisonal atau biasa disebut oleh masyarakat sekitar sebagai perahu klotok.

Perjalanan menggunakan klotok dari Waduk Riam Kanan akan memakan waktu sekitar 2 jam hingga sampai ke dermaga di perkampungan terdekat, yaitu Kampung Belangin. Anda harus membayar sewa klotok sekitar Rp. 250.000,- saja untuk perjalanan pulang pergi dari waduk Riam Kanan ke Kampung Belangin ini. Waduk Riam Kanan sendiri berjarak sekitar 25 km dari pusat ibukota provinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin.

Masuk Kampung Belangin

Kampung Belangin yang dihuni sekitar 100 kepala keluarga ini menjadi pintu masuk utama ke Lembah Kahung. Dari kampung ini perjalanan menuju Lembah Kahung tinggal beberapa jam saja dan akan tergantung dengan lama istirahat Anda selama perjalanan sebab Anda akan mencapai lokasi wisata dengan berjalan kaki. Di sepanjang perjalanan menuju Lembah Kahung, Anda akan menjumpai beberapa shelter yang bisa digunakan untuk tempat beristirahat dan menginap sebab kegiatan ini cukup menguras tenaga dan membutuhkan waktu yang tak sebentar.

Dari Kampung Belangin, shelter pertama bisa Anda jumpai sebelum menemukan aliran sungai. Petualangan Anda akan lebih seru dengan melewati aliran sungai setelah shelter pertama. Bila sungai sedang surut dan debit air tidak terlalu tinggi Anda bisa menyeberang sungai dengan berjalan kaki. Namun, bila aliran sungai cukup deras, Anda dapat menggunakan bantuan rakit bambu untuk dapat melewati sungai karena saat pasang sungai dapat melebar hingga lebih dari 30 meter. Oleh masyarakat sekitar, rakit bambu ini biasanya disebut dengan nama hadangan. Berhati-hatilah saat menggunakan hadangan. Bawalah bambu panjang untuk mengarahkan gerak hadangan dengan cara mendorong dasar sungai dengan bambu yang Anda bawa.

Baca Juga: Tempat Ngabuburit di Makassar yang Asyik

Setelah sekitar 2 jam perjalanan, Anda akan menjumpai shelter kedua yang berada tepat di tepi sungai. Pemandangan di sekitar shelter 2 ini nampak asri dengan suasana hutan yang ada di sekitarnya. Banyak pengunjung yang menggunakan tempat ini sebagai tempat bermalam. Shelter yang berjumlah dua unit ini dapat menampung beberapa anggota rombongan sekaligus. Dari sini, Anda butuh sekitar tiga jam lagi dan harus melalui dua shelter lagi untuk mencapai Lembah Kahung. Tentu saja perjalanan lanjutan ini tak kalah menarik dengan perjalanan sebelumnya. Anda akan menemukan sebuah padang rumput yang luas dengan tinggi rumput hingga mencapai pinggang orang dewasa. Anda juga akan semakin sering menemui pepohonan besar.

Konservasi aneka satwa dan flora

Hutan Lembah Kahung menyimpan berbagai jenis flora, seperti karamunting, balau, keruing, berbagai jenis paku-pakuan, serta anggrek. Pesona anggrek alam yang ada di Lembah Kahung termasuk salah satu yang menjadi magnet bagi para pengunjung untuk berwisata ke sana. Pada musim tertentu, terutama pada musim bunga, pengunjung Lembah Kahung akan disuguhi indahnya anggrek dari berbagai spesies dengan warna dan corak yang beragam.

Terdapat pula jenis pepohonan yang biasanya digunakan untuk keperluan industri, contohnya meranti, damar, dan rotan. Anda juga dapat menjumpai beraneka ragam satwa. Mulai dari kupu-kupu, ular, rusa, babi hutan, burung, ikan, lintah, tupai, dan juga monyet. Keberanekaragaman flora dan fauna yang dijumpai selama perjalanan dan saat berada di Lembah Kahung akan sangat menarik bagi para penyuka kehidupan alam liar.

Air terjun kahung

Tak hanya menikmati keanekaragam flora dan fauna, Anda juga dapat melihat keindahan air terjun yang ada di kawasan obyek wisata Lembah Kahung. Air terjun ini biasa disebut dengan Kahung Waterfalls. Air terjun di sini masih sangat alami dan jarang terjamah manusia karena kondisi medan yang cukup berat, ditambah terdapat banyak Halimatak atau sejenis lintah yang siap menghadang para petualang yang akan mencapai air terjun.

Belum lagi medan yang terjal dan berliku memasuki lebatnya rimba di hutan Borneo kawasan selatan, akan semakin menambah rasa penasaran bagi tipe petualang yang hobi menaklukkan medan menantang seperti di kawasan wisata Lembah Kahung. Kesulitan demi kesulitan memang akan ditemui, namun semua akan terasa sepadan dan terbayar lunas ketika mampu menyaksikan keindahan panorama Lembah Kahung yang sangat cantik dan menyejukkan mata hingga ke relung hati. Membuat siapa saja yang sudah pernah berkunjung, akan tertarik dan ketagihan untuk berkunjung kembali.

Butuh daya tahan fisik yang prima

Meski medan yang harus dilalui untuk mencapai Lembah Kahung cukup melelahkan, termasuk waktu tempuh yang cukup lama membuat wisata ini tak disarankan untuk wisata keluarga.

Akan tetapi, hal ini tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang mungkin sudah terbiasa mengajak buah hati bertualang atau menjelajah ke wisata alam bebas. Trekking di hutan akan menjadi momen yang pas untuk menghabiskan quality time yang tidak akan pernah sang buah hati lupakan seumur hidupnya.

Meski begitu, bagi mereka yang hobi dengan perjalanan lintas alam. Trekking melewati setapak menembus hutan dan menggunakan rakit. Untuk melewati sungai menuju Lembah Kahung cukup menantang adrenalin.

Bila Anda benar-benar ingin berwisata ke Lembah Kahung, persiapkan fisik yang prima. Serta bawalah bekal makanan dan minuman yang cukup selama perjalanan. Jangan lupa, bawalah peralatan P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan). Terutama untuk berjaga-jaga bila terkena gigitan lintah maupun tak sengaja kena bisa ular. Di samping itu, dihimbau bagi para pengunjung agar selalu waspada dengan kemungkinan cuaca buruk di hutan di kala musim hujan. Maupun ekstra hati-hati dengan potensi kebakaran hutan di kala musim kemarau. Mari bertualang dan menjelajahi Lembah Kahung!  (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *