Lawang Sewu Jadi Bukti Historis Kebanggaan Semarang

Lawang SewuKota Semarang tidak hanya dikenal dengan kulinernya yang lezat dan diburu para wisatawan, tapi juga bangunan ikonik yang berdiri megah di pusat kota. Yup, Lawang Sewu yang merupakan bangunan peninggalan megah ini sayang jika dilewatkan begitu saja. Dari kejauhan, Anda pun dapat mengenalinya lewat dua menara kubah yang menjulang.

Nama Lawang Sewu disematkan karena banyaknya pintu yang ada dalam gedung tersebut. Tapi jika Anda ingin menghitungnya dengan tepat, hanya terdapat enam ratus buah daun pintu di bangunan bersejarah itu. Selain pintu-pintu yang berjumlah ratusan tersebut, Anda juga akan dibuat kagum dengan banyaknya jendela-jendela besar khas bangunan Belanda tersebut.

Terdiri dari 3 lantai

Bangunan Lawang Sewu terdiri dari tiga lantai, dengan tambahan sayap di bagian kanan dan kiri. Kesan megah makin terasa dengan penggunaan cat tembok berwarna putih yang menambah kental suasana gedung ala Eropa. Saat  memasuki gedung ini, Anda akan disambut dengan tangga besar menuju lantai dua. Di dekat tangga ini juga terdapat kaca besar yang unik, karena menampilkan gambar dua orang perempuan dengan pakaian zaman dulu. Di sini juga terdapat banyak lorong-lorong yang memperlihatkan keindahan arsitektur dan sering dimanfaatkan sebagai salah satu spot melakukan foto pre-wedding.

Baca Juga: Karimun Jawa, Surga di Utara Pulau Jawa

Tempat bersejarah di Semarang

Termasuk salah satu tempat bersejarah yang terkenal di Semarang, Lawang Sewu memiliki perjalanan yang cukup panjang. Dibangun mulai tahun 1904 dan baru selesai pada 1907, Lawang Sewu ini sebenarnya dipergunakan sebagai kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS, sebuah jawatan perkereta apian swasta milik Belanda pada masa itu.

Gedung ini pun mengalami perubahan fungsi saat Jepang berhasil menguasai Semarang pada tahun 1940an. Bangunan megah ini dijadikan sebagai tempat peristirahatan tentara Jepang, sedangkan di ruangan bawah tanahnya digunakan sebagai penjara sekaligus tempat pembantaian penduduk maupun tentara Belanda yang memberontak. Jadi bisa dikatakan bahwa Lawang Sewu telah menjadi saksi bisu kekejaman tentara Jepang yang tidak segan menyiksa dan membunuh lawannya.

Sempat jadi rebutan

Setelah Indonesia meraih kemerdekaan pada tahun 1945, Lawang Sewu kembali ke Indonesia dan sempat dijadikan kantor beberapa institusi pemerintah. Muai dari Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang lebih dikenal sebagai PT KAI, Kantor Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Kementrian Perhubungan Jawa Tengah.

Selain keindahan arsitektur dan nilai historis yang kuat, tidak bisa disangkal bahwa kisah mistis dan keangkerannya membuat Lawang Sewu ini kian dikenal. Apalagi dengan cerita pembantaian yang dilakukan secara keji oleh tentara Jepang. Tidak heran jika banyak bermunculan cerita seram di balik keindahan arsitektur Lawang Sewu.

Kisah mistis

Imejnya sebagai gedung paling berhantu di Jawa Tengah pun menarik perhatian pengunjung yang ingin menguji adrenalin. Mulai dari cerita penampakan noni Belanda bergaun merah yang selalu terlihat sebelum Maghrib di salah satu bagian bangunan, hingga suara jeritan dan tangisan yang terdengar pada malam hari.

Oleh karena itu para pengunjung yang ingin mengagumi keindahan ikon Kota Semarang tanpa mengalami gangguan mistis. Disarankan untuk menyewa guide. Selain akan memandu Anda dengan mengajak berkeliling ke sudut-sudut bangunan. Juga ada beberapa ruangan yang dilarang untuk dimasuki walau sudah mengalami pemugaran dan dibangun kembali.

Walau sempat dijadikan sebagai tempat menguji nyali dalam sebuah acara televisi. Rupanya pemerintah Kota Semarang ingin mengikis kesan mistik dari gedung antik ini. Selain mengamati keindahan bangunan gedung dan mendengarkan banyak cerita seram yang dapat membuat bulu kuduk berdiri. Pengunjung juga diperbolehkan menikmati keindahan taman yang sejuk dan terjaga kebersihannya di area sekitar Lawang Sewu. Tidak hanya dapat duduk-duduk di bawah pepohonan yang rindang, tata letak tamannya yang rapi juga sukses memanjakan mata.

Tidak hanya itu, ada banyak event besar yang diselenggarakan di tempat ini. Mulai dari fashion show dan penyuluhan. Untuk menonjolkan imej Lawang Sewu sebagai bangunan bersejarah dengan arsitektur yang mengundang decak kagum. Memasuki bangunan bersejarah ini, pengunjung akan ditarik biasa sebesar sepuluh ribu untuk orang dewasa dan lima ribu rupiah untuk anak-anak dan pelajar.

Nah tunggu apalagi, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk mengunjungi Lawang Sewu saat berada di Jawa Tengah. (jari adventure-det- image : Tabloid Wisata)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.