Lapangan Pamedan, Taman Bermain Multi Fungsi Warga Tanjung Pinang

Lapangan Pamedan  – Tanjungpinang adalah ibukota provinsi Kepulauan Riau, kota ini tergolong sebagai kota tua yang telah melalui perjalanan panjang seiring perjalanan sejarah. Tanjungpinang menjadi saksi dari berbagai macam peristiwa bersejarah yang terjadi akibat persaingan dan perebutan kekuasaan antara berbagai macam pihak yang berkepentingan.

Memorisme sejarah Tanjungpinang kota Tanjungpinang terekam di hampir di seluruh sudut kota Tanjungpinang, terutama sekali Pulau Penyengat, Istana Kota Rebah (Hulu Riau), Tanjung Unggat dan Kampung Bulang.

Seperti juga kota-kota lain di dunia, jika kita menyebut nama sebuah kota itu akan terbayang beberapa hal yang identik dengan kota tersebut. Sebagai contoh, Jakarta dengan Monas dan Kuala Lumpur dengan Menara Kembarnya.

Lokasi Lapangan Pamedan

Tanjungpinang merupakan kota yang kaya akan tempat yang hitz dan keren sampai lapangan pun disulap menjadi tempat  nongkrong santai bersama keluarga dan teman-teman . Lapangan yang beralamatkan di Jl. Basuki Rahmat, Tj. Ayun Sakti, Bukit Bestari, Kota Tanjung PinangKepulauan Riau 29122, Indonesia ini Namanya Taman Pamedan A. Yani.

Dulunya sempat menjadi Lapangan Sepak Bola atau stadion berskala kecil. Kemudian, banyak acara-acara dibuat di sini. Seperti Pameran Pembangunan, Hiburan (Joget), dan digunakan juga untuk melaksanakan Sholat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Lapangan Pamedan berdiri sekitar pada tahun 2000 Letak lapangan ini sangat lah strategis, boleh lah dikata ditengah kota, tepatnya di persimpangan Jalan Raja Ali Haji, Jl. Basuki Rachmat, Jl. Pemuda dan Jl. A. Yani, sehingga mudah ditempuh.

Fungsi Lapangan Pamedan
Sekarang ini sudah banyak yang gunakan sebagai taman, karena selain sejuk, tenang, teduh di taman ini juga dibuat Lapangan Volly, Takraw, Basket dan Climbing Wall, tak mau ketinggalan juga kursus mobil pun juga gunakan lapangan ini buat latihan. Shalat Idul Adha pun masih pakai lapangan ini. Festival-festival pun sering gunakan lapangan ini.

Makin hari tambah ramai apalagi ada Marching Band Pemerintah kota Tanjungpinang latihan. Selain lapangan yang dibuat, di pamedan ini juga ada di bangun Mushalla, rumah penjaga, kantor, toilet lengkap dengan bak air dan lampu sorot lapangan. Kantor sekarang dipakai KONI Kota Tanjungpinang, papan nama KONI itu pun ada, tapi sayangnya KONI Kota Tanjungpinang tak terlalu aktif, jadi kantor ini pun di gunakan buat simpan alat-alat marching band tadi.

Baca juga: Pulau Anambas Surga Tersembunyi di Bagian Barat Indonesia

Siput Gonggong

Seperti juga dikawasan Provinsi Kepulauan Riau yang lain, Kota Tanjungpinang juga memiliki makanan favorit yang tidak terdapat di Provinsi lain yaitu “Siput Gonggong”.

Gonggong adalah sejenis siput yang terdapat di kawasan pantai Kepulauan Riau Penyebaran Siput Gonggong ini mayoritasnya berada diantara Kabupaten Lingga dan Pulau Bintan.

Bentuk cangkang yang unik dari siput gonggong ini akan memancing rasa penasaran bagi mereka yang belum pernah mencicipinya. Soal rasanya agak sulit dideskripsikan, lebih baik coba saja sendiri, setelah makan dua atau tiga gonggong dijamin anda akan terus-terusan ketagihan.

Itulah dua hal yang paling sering diingat jika kita menyebut nama kota Tanjungpinang. Terutama sekali bagi mereka yang pernah berkunjung ke Kota Tanjungpinang. Kota kecil dengan penduduk kurang dari 200.000 jiwa ini menyimpan beragam keunikan disetiap sudut kotanya. Keunikan inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dalam dan luar negeri. Buat kalian yang suka berkuliner. Jangan sampai mengganggap tak ada kaki lima yang berjualan. Karena sekitar area  lumayan banyak tempat makan dan tentunya enak-enak di sekitar perempatan pamedan ini.

Senam pagi di hari Minggu

Saat hari Minggu pagi sering lapangan Pamedan ini sering digunakan untuk acara senam pagi dan hiburan. Minggu sore ramai masyarakat datang berkunjung ke pamedan ini. Ada yang akan latihan basket, takraw atau olahraga lainnya.

Tak ketinggalan pula keluarga-keluarga datang dengan membawa sanak keluarga. Hanya untuk  ingin naik mobil atau motor maenan yang digerakkan dengan baterai, sampai becak kecil pun ada.

Naik mobil/motor bayar 3000 perak per 10 menit. Becak bayar 5000 perak sepuasnya. Jadi banyak manfaatnya bukan dibangun lapangan pamedan ini, bila malam hari ada saja muda mudi yang berjalan santai bersama untuk refreshing , sampai orang tua pun ada.

Pernah juga lapangan pamedan digunakan untuk bazar Ramadhan, namun sekarang sudah tak boleh lagi.

Singkatnya, banyak manfaat dan kegunaan lapangan pamedan ini. Maka, patutlah juga kita ucapkan terima kasah kepada Pemerintah kota Tanjungpinang yang telah menyediakan Lapangan Pamedan ini. Harapannya semoga Lapangan Pamedan ini terjaga kebersihan dan kelestariannya. Diharapkan juga masyarakat dapat turut serta menjaga aset kota ini supaya anak cucu kita kelak dapat menikmati tempat ini

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *