Kunjungi Empat Keunikan di Kota Kijang

Kijang City Walk –  Bagi Anda yang berkunjung ke Bintan, maka bekunjunglah ke Kota Kijang. Kota ini menyimpan banyak keunikan. Yuk simak apa saja keunikan Kota Kijang ini!

Kota Kijang dulu dan Kota Kijang Sekarang

Nampaknya sebelum berjalan-jalan di kota ini anda perlu tahu kenapa kota ini diberi nama ‘Kijang’. Kota yang memiliki nama nyaris seperti nama hewan ‘Kijang’ ini rupanya kota yang dalam sejarahnya telah berpindah empat kali ditangan penjajah. Kota ini dulunya hanya bermula dari 5 kepala keluarga di desa Tun Tan dan sama sekali tak dikenal. Setelah adanya publikasi tentang adanya biji bouksit di Sungai Kolak yang ditumbuhi bunga-bunga Kolak di pinggirannya, mata dunia segera tertuju ke sungai ini.

Asal nama kijang

 

Nah, nama Kota Kijang ini adalah rubahan dari Sungai Kolak berasal dari bahasa Jepang ‘Shika’ yang menjadi pusat pertambangan saat itu. Sumber nama adalah Gunung Kijang yang banyak dihuni hewan kijang yang memilki tanduk bercabang berada di antara Galang Batang dan Sembo yang saat ini dikenal dengan Korindo.

 

Itu Kota Kijang yang dulu, Kota Kijang yang sekarang sudah menjadi sebuah kota yang menjadi tujuan parawistawan untuk dikunjungi. Saat ini Kota Kijang tidak hanya dihuni 5 kepala keluarga namun telah dihuni ribuan orang.Di Kota ini juga terdapat perusahaan yang cukup terkenal yaitu PT Antam dan Bintan Off Shore.

 

Nah, apa anda masih ragu berkujung ke Kota Kijang ini?

 

Kijang City Walk  [KCW]

Mengingat-ingat kata-kata Profesor Rowlan S. Miller dari Universitas Negeri Sam Houtton Amerika, Profesor ini bilang ‘bahwa minim dana bukanlah kendala untuk menghabiskan waktu bersama keluarga’. Rasanya ini kesempatan anda untuk  mengajak keluarga berkunjung ke Kota Kijang.

Lokasi Kijang City Walk merupakan sarana rekreasi yang dibangun pemerintahan Bintan. POsisi Kijang City Walk ini begitu strategis berada dekat dengan masjid terbesar di Kabupaten Bintan yakni Masjid Nurul Iman, Mini Zoo, Akau dan relief Antam Kijang. Untungnya, Kijang City Walk memiliki sarana bermain keluarga, sarana olahraga ringan dan area hijau kota.

Ibarat kata petatah ‘Sekali mendayung dua, tiga pulau terlapau’ . Peribahasa ini nampaknya sangat cocok untuk para wisatawan yang datang ke Kijang City Walk, karena para pengunjung bisa langsung mengujungi Mini Zoo dan tempat-tempat lain di sekitarnya.

Kijang City Walk ini merupakan destinasi paling cocok untuk liburan bersama keluarga. Anda tidak perlu berfikir dua kali untuk menikmati waktu bersama keluarga. Karena keluarga adalah bagian paling berharga. Yuk ajak keluarga rekreasi!

Lampion Cantik di Kota Kijang

Nah, ini merupakan salah satu keunikan dari sekian keunikan di Kota Kijang loh. Jangan salah Kota Kijang juga tak kalah dari Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Tidak hanya Kota Singakawang yang selalu menampilkan warna-warna meriah lampu lampion tapi juga Kota Kijang. Jika anda ingin menikmati kurang lebih 1000 buah lampion di Kota ini datang saja pada saat perayaan Imlek. Lampu-lampu lampion akan di gantung sepanjang jalan.

Baca juga: Pantai Tanjung Tinggi, Destinasi Wisata Terpopuler Belitung

 

Kota ini juga sama dengan Kota Singkawang, di mana masyarakatnya terdiri dari suku Melayu, Tionghoa, Jawa dan Padang. Eits, di sana juga terdapat pergelaran tarian barongsai loh yang dkemas dalam festival kong sei [baca:ejaan melayu] selama dua hari berturut-turut dengan acara puncak yaitu pelelangan barang-barang yang diperrcaya dapat menambah hoki.

 

Ada lagi yang menarik saat Imlek adalah musim Ikan Dingkis yang muncul saat tahun baru Cina di perairan Kepulauan Riau.

Sungguh menarik bukan?

 

Sakura In Kijang

Ingin narsis bareng bunga Sakura?Nggak usah jauh-jauh ke Jepang, anda bisa mampir ke Kota Kijang. Asli bunga Sakura loh, bukan bunga plastik.

 

Bunga Sakura yang tumbuh di Kota Kijang ini tumbuh di tepi kolam taman kota. Sekilas info, Bunga Sakura ini sebelumnya tumbuh di pertigaan ke arah bekas Rumah Sakit Antam di tanaman seorang profesor asal Jepang yaitu Prof. Tanaka, namun pohon tersebut mati. Atas hasil usaha Bapak Abdul Muin, beliau berusahamengembangbiakan Sakura dengan mengumpulkan anakan yang tumbuh di bawah pohon Sakura yang sudah mati.

Siklus mekarnya Bunga Sakura berlangsung setahun sekali, jika di Jepang atau negara lain memasuki musim semi, maka Bunga Sakura di Kota Kijang juga akan muncul. Kini orang Indonesia juga bisa menikmati Hanami [Tradisi piknik di bawah pohon Sakura] di negara sendiri.

Lui Cha di Kota Kijang

Nah satu lagi, Kuliner unik di Kota Kijang Lui Cha. Lui Cha bukanlah nama aktor luar negeri namun merupakan makanan vegetarian khas Tiangkok. Lui Cha biasa disajikan dengan nasi, lauk vege, dan kuah teh. Sangat cocok untuk para vegetarian. Lui Cha akan bertambah lezat jika di tambah dengan kacang tanah. Uniknya anda hanya bisa membeli dan menikmati Lui Cha ini pada hari minggu saja.

Semoga informasi ini menjadi refrensi untuk berlibur bersama keluarga. Selamat berlibur. (Jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *