Tak Lengkap Rasanya Ke Jakarta, Tanpa Menelusuri Kawasan Kota Tua Jakarta

Kota Tua JakartaSebagai ibukota, Jakarta selalu dikenal dengan gedung-gedung pencakar langit yang tampak megah dan modern. Tapi ada sebuah kawasan di Jakarta yang menyuguhkan pemandangan gedung-gedung vintage, khas peninggalan zaman Belanda, yang dikenal dengan kawasan Kota Tua Jakarta.

Berada di antara perbatasan Jakarta Utara dan Jakarta Barat, kawasan Kota Tua Jakarta seakan membawa traveler berada di masa lampau, berkat berbagai peninggalan yang masih terawat apik. Tidak heran banyak pengunjung yang meramaikan tempat ini terutama saat akhir pekan, untuk mengeksekusi hobi fotografi, mempelajari sejarah, atau sekadar berjalan-jalan menghilangkan penat.

Rute transportasi

Untuk mencapai kawasan ini, para pengunjung disarankan menggunakan transportasi umum seperti bus Transjakarta hingga halte busway Kota, atau memanfaatkan Kereta Rel Listrik dan turun di stasiun Beos-Kota. Lokasinya yang berdekatan dengan halte atau stasiun kota memudahkan akses pengunjung, tanpa khawatir membawa kendaraan dan mencari lahan parkir.

Ada beberapa lokasi bersejarah yang menjadi favorit para pengunjung, dan patut dikunjungi. Apa saja ya?

  1. Museum Fatahillah

Dikenal juga dengan nama Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia. Dulunya, bangunan megah ini digunakan sebagai balai kota, ruang pengadilan, dan penjara bawah tanah di era penjajahan VOC. Museum terbesar di Jakarta ini terdiri dari tiga lantai dan menyimpan kurang lebih dua puluh lima ribu koleksi benda bersejarah, mulai dari prasasti, meriam, patung dewa-dewi, mebel antik, gerabah, dan keramik.

Di sini, Anda dapat mengetahui jejak sejarah Kota Jakarta dari masa pra-sejarah hingga berdirinya kota Jayakarta pada tahun 1527. Untuk dapat memasuki museum ini, pengunjung dikenakan biaya sebesar dua ribu rupiah. Catat jadwal bukanya mulai hari Selasa hingga Minggu dan dibuka untuk umum mulai dari pukul 9 pagi hingga 3 sore.

Baca Juga: Tempat Wisata Lebaran Terpopuler Di Jakarta, Kunjungi Yuk!

  1. Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabhan ini dulunya menjadi penghubung Indonesia dengan dunia luar, dengan menjadi tempat persinggahan banyak kapal dari mancanegara, yang datang untuk berdagang. Pelabuhan yang penuh nilai historis ini bahkan telah ada sejak sebelum Kota Jakarta berdiri. Dimulai dari kerajaan Pajajaran, kedatangan Portugis, kekuasaan Kerajaan Demak, hingga dimulainya penjajahan Belanda.

Pemandangan kapal-kapal berukuran besar dan langit yang biru menjadikan tempat ini sebagai spot favorit para fotografer. Kesan vintage yang kuat membuat banyak pasangan yang memilih Pelabuhan Sunda Kelapa sebagai latar foto pre-wedding.

  1. Museum Bank Indonesia

Sebelum dijadikan museum, bangunan megah ini dulunya merupakan rumah sakit Binnen Hospital. Dalam perjalanannya, gedung ini kemudian dialihfungsikan menjadi sebuah bank yang diberi nama De Javasche Bank, yang berdiri pada tahun 1828. Dalam sejarah perbankan Indonesia, inilah awal mula kehadiran Bank Indonesia.

Saat Indonesia baru saja mengecap kemerdekaannya, pusat pengendalian ekonomi dijalankan dari bangunan ini, sebelum dipindah ke lokasi baru pada tahun 1962. Ada banyak pengetahuan sejarah yang bisa Anda dapatkan jika berkunjung ke museum Bank Indonesia ini.

Dibuka setiap hari Selasa hingga Minggu, pengunjung dapat masuk ke tempat ini dengan gratis. Catat jam bukanya ya, yaitu 08.00-14.30 untuk Selasa hingga Kamis, 08.40-11.00 untuk Hari Jumat, dan 09.00-16.00 untuk Sabtu dan Minggu.

  1. Museum Seni Rupa dan Keramik

Terletak di jantung kawasan wisara Kota Tua Jakarta, Anda tidak akan melewatkan bangunan megah ini. Kental dengan arsitektur Eropa, pengunjung banyak yang menyempatkan diri ber-selfie di depan gedung megah yang dihiasi dengan pilar-pilar tinggi yang kokoh. 

Di sini, pengunjung dapat menyaksikan 350 lukisan dan 1350 jenis keramik yang berasal dari koleksi nusantara sendiri, Asia, hingga Eropa. Museum ini dibuka untuk umum setiap hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul Sembilan pagi hingga tiga sore. Untuk tiketnya sangat terjangkau oleh kantong, yaitu dua ribu untuk dewasa, seribu untuk mahasiswa, dan enam ratus rupiah untuk anak-anak dan pelajar.

  1. Toko Merah

Sesuai dengan namanya, bangunan ini didominasi warna merah di bagian luar gedung. Toko merah ini dulunya merupakan rumah dari Baron Van Imhoff, gubernur jenderal VOC yang juga merupakan pendiri Istana Bogor. Sayangnya karena tidak terbuka untuk umum, pengunjung yang ingin masuk ke dalam bangunan ini harus mengurus perizinan yang diperlukan.

Namun Anda tidak akan merasa rugi memasuki tempat ini, karena bagian dalamnya masih tetap asli dan terawat dengan baik. Tapi wisatawan yang datang juga sudah merasa terhibur dengan melihat dan mengabadikan momen di depan gedung berjendela besar dan berpintu merah menyala ini.

Ada banyak hal yang bisa dinikmati di kawasan wisata Kota Tua Jakarta ini. Tidak hanya sekadar mengenang masa lalu ataupun berfantasi dengan gaya tempo dulu, namun para generasi muda dapat menjadikan kawasan Kota Tua Jakarta sebagai tempat yang tepat untuk belajar dan mengenal lebih dalam sejarah bangsa Indonesia di masa lampau. Sempatkan waktu untuk mengunjungi kawasan Kota Tua Jakarta ya… (jari adventure-det-image: Jak City)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *