Konon Ada Bunker Rahasianya, 6 Stasiun Peninggalan Belanda Bergaya Art deco

Salah satu transportasi yang sangat digemari oleh masyarakat umum adalah kereta api. Tahukah Anda, kereta api sudah ada di Indonesia sebelum negara ini merdeka.

Salah satu bukti pembangunan kereta api pertama adalah jalur kereta api di kawasan Desa Kemijen, Semarang, Jawa Tengah di bulan Juni 1864 oleh L.A.J Baron Sloet van den Beele, seorang Gubernur jenderal Hindia Belanda. Jalur ini dibangun sepanjang 26 km hingga ke desa Tanggung dan dibuka untuk umum pada bulan Agustus 1867.

Berhasilnya dibangunnya jalur kereta pertama ini akhirnya menginspirasi pembangunan kereta lainnya di berbagai kota di pulau Jawa hingga pulau lainnya.

Sejarah perkeretaapian Indonesia cukup panjang dan berliku. Stasiun ini dipakai kolonial Belanda sebagai jalur utama transportasi logistik, militer hingga konon banyak ruang bawah tanah rahasia alias bunker yang terhubung dengan struktur lain di kota. Tidak heran jika berbagai kota di Indonesia memiliki bangunan stasiun yang indah dan menyimpan segudang sejarah sekaligus misteri di dalamnya.

Penasaran apa saja stasiun dengan bentuk bangunan bergaya Art deco, peninggalan kolonial Belanda? Berikut ulasannya.

1.    Stasiun Solo Jebres

Stasiusn bergaya Art deco pertama adalah Stasiun Solo Jebnres yang berada di Jalan Ledoksari No 1, Purwadiningratan, Jebres, Surakarta.

Stasiun kereta api ini dulunya didirikan oleh Staatsspoorwegen pada tahun 1884 dan sekarang telah berganti menjadi stasiun heritage, sebuah bangunan cagar budaya yang kini dilindungi dan dilestarikan oleh pemerintah setempat.

Menurut sejarah, dulunya stasiun ini merupakan stasiun besar yang berfungsi sebagai pemberhentian semua kereta api ekonomi yang dimiliki Indonesia.

2.    Stasiun Bogor

Siapa yang belum pernah transit di Stasiun Bogor? Bagi yang sudah pernah, pasti Anda tahu tentang arsitektur bangunannya yang khas.

Kini, stasiun ini sangat sibuk dalam melayani penumpang. Ternyata di balik itu semua, Stasiun Bogor menyimpan sejarah Panjang dari perkeretaapian Indonesia.

Dulunya, bangunan ini dibangun ketika tahun 1881 dengan ketinggian 246 meter di atas permukaan laut. Kini stasiun ini melayani ribuan penumpang commuter line setiap harinya.

3.    Stasiun Belawan

Selanjutnya adalah Stasiun Belawan yang menyimpan sejarah Panjang. Pada masa colonial Hindia Belanda ada sebuah perusahaan kereta api milik swasta Belanda Bernama NV Deli Spoorweg Maatschappij (DSM).

Pembentukan dari DSM sendiri berasal dari usulan manager perusahaan perkebunan tembakau (Deli Maatschappij) yang bernama Mr Cremer.

Ia memberi saran kepada pihak pemerintah Hindia Belanda untuk membuka jalur kereta api agar mempermudah dalam mengangkut hasil produksi. Dengan begitu, di tahun 1883 dibangunlah jalan kereta api yang menghubungkan Belawan – Medan – Deli Tua – Timbang Langkat atau Binjai.

4.    Stasiun Padalarang

Stasiun Padalarang dulunya dibangun bersamaan dengan pembangunan jalur kereta api tahap tiga yang menghubungkan antara Cianjur dan Bandung di tahun 1884.

Bangunan ini dibangun dengan sentuhan art deco yang sangat kental sehingga bertahan sampai sekarang. Bagian atap dibangun sangat tinggi dengan tembok yang tebal.

Suasana art deconya juga bisa dilihat dari jendela-jendela besi serta brankasnya yang terlihat khas.

Stasiun ini dulunya dibangun oleh perusahaan Staatspoorwagen di Kota Cianjur dengan pemukiman padat yang mengelilinginya.

5.    Stasiun Tuntang

Memang memiliki ukuran kecil, namun stasiun yang satu ini menyimpan sejarah perkeretaapian yang Panjang. Hingga kini, stasiun Tuntang memiliki bangunan yang berasal dari peninggalan perusahaan pemerintahan Belanda, Nederlandsch Indische Spoorwe Maatsschappij  di tahun 1905 silam.

Dulunya, setelah adanya kerusakan dari setengah jalur Ambarawa – Kedungjati hingga ditinggalkan penumpang, stasiun ini berhenti beroperasi di tahun 1980-an.

Kini, Stasiun Tuntang digunakan untuk jalur persinggahan dari kereta wisata Museum Kereta Api Ambarawa.

Baca juga:

Sambut Tahun 2019, Jelajahi Destinasi Keren yang Sedang Naik Daun

 

6.    Stasiun Sukabumi

Ketika tahun 1873, Nederlandsch Indische Spoorwerg Maatscappij (NISM) akhirnya membangun jalur kereta api antara Jakarta – Bogor.

Kemudian, pemerintah melanjutkannya dengan pembangunan jalur hingga ke wilayah Priangan, Bandung, Sukabumi, serta Cianjur.

Tetapi, NISM akhirnya tidak sanggup dalam pembangunan jalur tersebut dikarenakan harus membelah hutan di pegunungan Jawa Barat.

Kemudian, proyek tersebut dilanjutkan dengan perusahaan kereta api negara staatspoorwegen sehingga berhasil selesai di tahun 1882. Tahun itu pula bertepatan dengan beroperasinya stasiun Sukabumi.

Stasiun dengan sejuta cerita sejarah di dalamnya patut kita apresiasi karena bisa bertahan hingga sekarang. Apalagi peninggalan Belanda yang bergaya art deco yang khas dan bersejarah. Lalu, stasiun mana saja yang sudah pernah Anda singgahi?

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.