Kompleks Makam Sultan Suriansyah, Tempat Wisata Sarat Akan Unsur Sejarah dan Religi di Banjarmasin

Kompleks Makam Sultan SuriansyahBagi sebagian orang, Ibukota Kalimantan Selatan, Banjarmasin, menyimpan keunikan tersendiri terkait dengan budaya dan sejarahnya. Banjarmasin juga mempunyai banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Salah satu tempat wisata yang populer di Banjarmasin adalah Pasar Terapung yang hanya buka dua jam saja setiap harinya. Ada pula Sungai Barito yang menawarkan keindahan wisata air tersendiri bagi penikmatnya. Bagi penyuka wisata sejarah dan religi, Anda dapat mengunjungi tempat wisata unik yang dimiliki Banjarmasin ini. Ya, nama tempatnya adalah Kompleks Makam Sultan Suriansyah. Obyek wisata yang terletak di Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin ini memang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Untuk menghilangkan rasa penasaran tentang tempat wisata yang satu ini, yuks langsung simak ulasannya berikut ini!

Sejarah

Kompleks Makam Sultan Suriansyah merupakan sebuah kompleks pemakaman para tokoh bersejarah yang merupakan pemimpin di Kerajaan Banjar. Para tokoh inilah yang mempelopori perkembangan Islam di Kalimantan Selatan. Sultan Suriansyah sendiri adalah raja Kerajaan Banjar pertama yang memeluk Islam. Sewaktu kecil beliau dikenal dengan nama Raden Samudera dan bergelar Pangeran Samudera setelah diangkat menjadi raja. Setelah memeluk Islam, beliau dikenal dengan julukan Sultan Suriansyah. Beliau juga dikenal dengan nama Panembahan atau Susuhunan Batu Habang. Kompleks Makam Sultan Suriansyah ini termasuk yang paling ramai didatangi para peziarah. Mereka biasanya membaca Surat Yasin, bertahlil dan berdoa serta menaburkan bunga.

Di dekat makam terdapat sumur keramat yang dipercaya sebagai tempat Sang Sultan mengambil air wudlu. Air sumur yang tak pernah kering ini dipercaya dapat mendatangkan berkah dan keberuntungan bagi peziarah sehingga banyak dari mereka yang memandikan anaknya dengan air sumur ini dan sebagian lagi membawanya pulang. 

Siapa itu Sultan Suriansyah?

Bagi yang awam atau kurang mengetahui sejarah Kerajaan Samudera Pasai di Kalimantan Selatan, pasti asing dengan nama Sultan Suriansyah. Padahal, Sultan Suriansyah sendiri merupakan salah satu pejuang atau tokoh penting di Indonesia. Pada masa kejayaannya, beliau merupakan Raja di Kerajaan Banjar, sebuah kerajaan yang ia dirikan dengan tangan dingin dan sifat ’leadership’ alami yang dimilikinya.

Konon, pada saat ia lahir, ia pernah ‘dihanyutkan’ di sungai seperti kisah Nabi Musa. Hal ini lantaran, perang saudara yang ada di dalam istana Kesultanan Daha sebagai pusat pemerintahan Kalimantan di abad ke-14. Tindakan ini dianggap sebagai satu-satunya solusi, agar sang putra mahkota tetap hidup dan kelak dapat memimpin rakyat sesuai dengan wasiat mendiang sang kakek, Maharaja Sukarama.

Baca juga: Soto Banjar, Kuliner Terpopuler Asal Kalimantan Selatan

Tidak seperti garis hirarki Kerajaan yang digantikan oleh putra tertua, Maharaja Sukarama justru ingin memberikan tahta jika ia mangkat kepada sang cucu yang sangat ia kasihi. Jelas keputusan wasiat ini sangat dibenci oleh anak-anak kandungnya. Perang saudara pun tidak bisa dihindarkan hingga akhirnya mereka saling berebut tahta. Namun, untungnya Sultan Suriansyah kecil dapat melarikan diri dan diselamatkan dengan cara menyamar sebagai seorang nelayan biasa hingga berusia remaja.

Riwayat Sultan Suriansyah

Kehidupan di luar istana, mampu mendidik Sultan Suriansyah remaja menjadi seorang pemimpin yang kuat dan cerdas. Para pengikut setia akhirnya setuju untuk mendirikan sebuah kerajaan baru dibawah kepemimpinan Sultan Suriansyah bernama kerajaan Banjar.

Dengan waktu singkat, kepopuleran Sultan Suriansyah segera naik daun hingga terdengar oleh kerajaan sang paman di Daha. Perang segera digelar untuk menumpas masalah ini. Namun, Sultan Suriansyah tak kurang akal, ia meminta bala bantuan dari tanah Jawa yang saat itu sedang dibawah pimpinan Kerajaan Demak. Pihak Kerajaan Demak dengan senang hati mau memberikan bantuan, asalkan syaratnya Sultan Suriansyah mau masuk Islam.

Kisah peperangan saudara ini berakhir bahagia, sang paman yang hendak memerangi kerajaan sang keponakan, justru terenyuh dan berpelukan ketika melihat sang keponakan yang telah beranjak dewasa. Dua kerajaan tersebut pun bersatu dan mengangkat Sultan Suriansyah menjadi Sultan dari bergelar Sultan Samudera.

Satu hal yang tak boleh dilewatkan oleh para pengunjung saat menyambangi Kompleks Makam Sultan Suriansyah adalah beribadah di Masjid Agung Sultan Suriansyah. Tidak hanya kesan damai dan sejuk di dalam hati yang segera menyergap ketika memasuki masjidnya, namun arsitektur kuno khas Banjar yang unik akan membuat mata terpesona.

Makam-makam dalam Kompleks Makam Sultan Suriansyah

Selain makam Sultan Suriansyah, beberapa makam tokoh penting di Kerajaan Banjar yang ada di sana juga menarik perhatian para pengunjung, seperti makam Sultan Rahmatullah yang merupakan putra dari Sultan Suriansyah dan raja Banjar ke-2 yang bergelar Susuhunan Batu Putih.

Ada juga makam Sultan Hidayatullah, raja Banjar ke-3 yang merupakan cucu dari Sultan Suriansyah, dan makam Ratu Intan Sari yang merupakan ibu kandung Sultan Suriansyah yang diketahui meninggal pada awal abad ke-16. Makam tokoh-tokoh lain yang dapat dijumpai di kompleks ini adalah Khatib Dayan (tokoh ulama besar dari Kerajaan Demak), Patih Masih, Senopati Antakusuma (cucu Sultan Suriansyah), Kiai Datu Bukasim (seorang menteri di Kerajaan Banjar), Syekh Abdul Malik (ulama besar di Kerajaan Banjar), Haji Sa’anah (seorang keturunan Kerajaan Brunei Darussalam), Patih Kuin (kepala kampung Kuin yang bertetangga dengan kampung Banjarmasih), Pangeran Ahmad (seorang senopati Kerajaan Banjar), Sayyid Ahmad Iderus (ulama dari Mekkah yang datang ke Kerajaan Banjar bersama-sama Syekh Abdul Malik), Pangeran Muhammad (adik kandung Pangeran Ahmad), Gusti Muhammad Arsyad, Anak Tionghoa Muslim.

Museum Kompleks Makam Sultan Suriansyah

Tak hanya berziarah, saat pengunjung mendatangi tempat wisata Kompleks Makam Sultan Suriansyah, mereka juga dapat melihat-lihat koleksi yang tersimpan di museum sejarah. Museum ini membantu mereka-mereka yang ingin mengenal lebih jauh tentang sosok Sultan Suriansyah beserta Kerajaan Banjar yang dipimpinnya. Pengunjung juga dapat mempelajari tentang seluk beluk masuknya ajaran Islam di tanah Banjar. Benda-benda bersejarah yang bisa dilihat di museum antara lain papan silsilah raja-raja Banjar, pakaian raja, lukisan Raja Banjar, cangkir minuman yang biasa dipakai raja, beberapa pecahan batu peninggalan kerajaan, senjata peninggalan Kerajaan Banjar, dan masih banyak lagi.

Tarif Gratis

Berwisata ke Kompleks Makam Sultan Suriansyah tak dikenai biaya apapun alias gratis. Bila lapar mendera, Anda dapat membeli makanan serta minuman dari para penjual yang berada di sekitar kompleks. Jika Anda mau sedikit berkeliling, Anda akan dapat menemukan warung Soto Banjar yang merupakan makanan khas kota ini.

Kompleks Makam Sultan Suriansyah ini banyak didatangi pengunjung dari luar daerah Banjarmasin. Biasanya pengunjung datang secara beramai-ramai bersama keluarga atau juga bersama sahabat ataupun teman sekolah. Mereka dapat memilih transportasi darat seperti bus ataupun transportasi air yang berupa taksi kelotok atau kelotok pribadi. Dari pusat kota Banjarmasin, kompleks makam ini bisa ditempuh sekitar 30 menit karena jaraknya hanya 3,5 km saja. Tempat wisata menarik ini paling ramai dikunjungi saat akhir pekan meski ada saja segelintir pengunjung yang datang pada hari-hari biasa.    (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *