Kemolekan Gunung Ranai, Kab. Natuna, Riau Pukau Pecinta Alam

Gunung Ranai – Memikat dan menantang. Itulah dua kata yang bisa menggambarkan keindahan Gunung Ranai. Bagi para pecinta alam, Gunung Ranai bisa menjadi pilihan destinasi wisata hiking atau camping selanjutnya. Berikut ulasannya…

Lokasi dan Transportasi Gunung Ranai

Bagi anda yang menyukai kegiatan mendaki gunung, tak ada salahnya berkunjung ke Gunung Ranai. Terletak di di pulau Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Gunung Ranai merupakan gunung yang tidak berapi. Untuk menuju kawasan Gunung Ranai, transportasi yang bisa digunakan adalah sepeda motor karena perjalanan menuju kesana melewati banyak jalan tanah yang berbatu.

Atraksi wisata Yang Ditawarkan

Meski terletak di dataran rendah yakni dengan ketinggian 1.035 meter di atas permukaan laut (mdpl), namun gradasi berbagai jenis flora disana hingga kini masih menjadi daya pikat tersendiri. Kondisi jalan ketika kita mendaki Gunung Ranai cukuplah terjal, sehingga anda harus merangkak untuk naik menuju puncak. Jadi, jangan remehkan ketinggiannya yang tidak setinggi Gunung pada umumnya, mendaki Gunung Ranai ini juga penuh tantangan.

Gunung Ranai sendiri memiliki tiga puncak dengan masing-masing ketinggian yang berbeda. Puncak yang pertama ialah Puncak Serendit dengan ketinggian 968 mdpl, di ketinggian ini kita berada di gugusan tebing yang tingginya mencapai 100 meter. Dilanjutkan dengan puncak kedua yakni Puncak Erik Samali yang berada di ketinggian 999 mdpl. Puncak kedua ini ialah tebing kedua dengan tinggi tebing kurang lebih 150 meter.

Legenda Puncak Datuk Panglima Husin

Dan puncak yang terakhir juga tertinggi adalah Puncak Datuk Panglima Husin yang tingginya mencapai 1.035 meter dpl. Sama seperti dua puncak sebelumnya, Puncak Datuk Husin merupakan tebing dengan ketinggian sekitar 200 meter. Eits, bila sudah di puncak, anda juga wajib untuk berhati-hati, pasalnya puncak gunung ini terdiri dari bebatuan raksasa. Selain itu, sesekali tiupan angin kencang juga harus diwaspadai karena memang kondisi gunung yang berada di tengah kepulauan yang dikelilingi oleh laut.

Tak hanya dapat melihat keindahan Kota Natuna dan sekitarnya, anda juga bisa merasakan segarnya air terjun Gunung Ranai yang terletak di kaki gunung. Masyarakat Natuna yang juga sebagian besar adalah seorang nelayan, menggunakan tanda-tanda yang ada di Gunung Ranai sebelum melaut, misalnya bila puncak gunung tertutup awan maka diyakini cuaca sedang tidak bersahabat, misalnya akan hujan lebat atau pun angin kencang.

Baca juga; Asyiknya Mendaki Gunung Sibayak, Sumatera Utara

Misteri Gunung Ranai

Terlepas dari segala seluk beluk gunung ini, konon kataya banyak kisah misteri yang menyelimuti Gunung Ranai. Bahkan ketika jaman dahulu, banyak warga sekitar kawasan Gunung Ranai yang dapat berkomunikasi dan menjalin hubungan layaknya dengan sesama masyarakat dengan para makhluk ghaib. Banyak cerita yang beredar mengenai tentara tak kasat mata lengkap dengan segala persenjataannya dan posisinya berada di “punggung” gunung.  Tidak hanya di gunung, cerita mistis di air terjun kaki Gunung Ranai juga tak kalah populer, menurut salah seorang warga, ia pernah melihat sekumpulan makhluk ghaib yang sedang mandi di sana. Wah, cukup membuat bulu kuduk merinding ya.

Tips untuk yang ingin berkunjung

Untuk anda yang berencana mendaki Gunung Ranai, persiapkan segala peralatan dengan sebaik mungkin, karena daerah sekitar gunung ini cukup jauh dari kota besar dan belum tersedia toko peralatan hiking di sekitaran area wisata. Jangan lupa pelajari rute dan medan yang akan ditempuh nantinya, agar tidak ada kejadian yang tak diinginkan.  

  1. Sediakan peralatan gunung yang lengkap. Seperti tenda, jaket, peralatan memasak mini, serta bahan – bahan makanan instan yang memadai.
  2. Jangan lupa untuk memberi tahu warga setempat maupun pos pendaki jika ingin mendaki Gunung Ranai. Hal ini untuk menjaga keselamatan jika butuh bantuan dalam kondisi darurat di puncak gunung.
  3. Waspadai cuaca yang kadang – kadang tidak dapat diprediksi. Hindari mendaki Gunung Ranai ketika musim hujan karena daerah ini rawan longsor ataupun terkena petir.
  4. Jika menggunakan api unggun di dalam hutan. Pastikan untuk sudah mematikan secara total api unggun sebelum meninggalkan lokasi hutan. Seringkali, terjadi kesalahan sepele yang mengakibatkan kebakaran hutan yang fatal. Bahkan, dalam beberapa kasus, bisa menyebabkan korban jiwa para pendaki yang tidak bersalah. Lebih baik lagi, jika para pendaki sedia kompor paraffin sendiri sehingga tidak menggunakan kayu bakar atau api unggun konvensional.

Yuk, siapkan diri untuk menaklukkan puncak Gunung Ranai di Kab. Natuna, Riau. Jari Adventure siap mengakomodir perjalanan wisata Anda.

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *