Kawah Ratu, Tujuan Wajib Pendaki Pemula

Kawah RatuSiapa sih yang tidak kesengsem melihat foto-foto yang berseliweran di media sosial, berisi liburan seru saat mendaki gunung. Ingin rasanya mencoba menantang stamina tubuh dan keberanian untuk melakukan hal yang sama. Sebelum mencicipi naik gunung yang sebenarnya, tidak ada salahnya memulai langkah pertama di Kawah Ratu.

Keunikan Kawah Ratu ini terletak pada kawah vulkanik aktif yang ada di lereng Gunung Salak, bukan puncaknya, sehingga rekan traveler tidak perlu melakukan pendakian utuh untuk mencapainya. Selain lebih menghemat tenaga dan waktu, lokasi ini banyak disasar para pendaki pemula karena relatif dekat dengan Jakarta. Secara administratif, Gunung Salak ada di Kabupaten Bogor, berjarak sekitar 80 kilometer dari Jakarta.

Akses lokasi menuju Kawah Ratu

Untuk mencapai tujuan wisata ini, rekan traveler harus memasuki pintu gerbang pendakian ke Kawah Ratu, yang ada di Kawasan Wisata Gunung Salak Endah. Dari Jakarta, pacu kendaraan melalui jalan tol Jagorawi lalu keluar di Pintu Tol Sentul Selatan. Dilanjut menyusuri jalan provinsi yang menghubungkan Jawa Barat dan Banten. Nantinya Anda akan melalui kampus Institut Pertanian Bogor Dramaga hingga sampai di pertigaan Cibatok.

Dari sini, ambil belokan kiri lalu susuri jalan menanjak sejauh 18 kilometer untuk sampai di lokasi yang dituju. Walau merupakan jalan menuju gunung, kondisi jalanan beraspal mulus membuat perjalanan terasa lancar tanpa hambatan. Untuk mencapai Kawah Ratu, ada tiga jalur yang biasa digunakan.

Rute dan jalur lokasi wisata Kawah Ratu

Jalur pertama adalah melalui Wana Wisata Cangkuang, di wilayah Cidahu, Cicurug, yang dapat diakses via kendaraan umum atau kendaraan pribadi. Sedangkan jalur kedua bisa dimulai dari Pasir Reungit, yang dapat dijangkau dari pertigaan Cibatok, Leuwiliang. Terakhir, jalur ketiga yang melintasi are perkemahan di Curug Seribu yang dapat dituju via angkutan umum di pertigaan Cibatok.

Dari ketiga jalur pendakian Kawah Ratu tersebut, jalur dari Pasir Reungit dan Curug Seribu memiliki jarak tempuh yang lebih dekat. Serunya lagi, dalam perjalanan rekan traveler dapat menjumpai banyak anak sungai, sehingga dapat berhenti sewaktu-waktu untuk bermain air yang segar dan sejuk. Buat pemula disarankan mengambil jalur Pasir Reungit yang relative lebih mudah.

Jika rekan traveler menyukai tantangan, maka jalur dari Curug Seribu ini bakal jadi pilihan tepat. Medan berlumpur yang licin hanya dapat ditaklukkan dengan menggunakan sepatu boot. Selain itu, perjalanan juga akan melintasi hutan pandan berduri, yang harus dilalui dengan hati-hati agar tidak tertusuk duri pandan yang menempel di pohon atau berserakan di jalur trekking.

Tantangan mendaki Kawah Ratu

Tidak salah jika Kawah Ratu diangkat sebagai titik awal bagi pendaki pemula atau pemanasan untuk pendakian yang lebih sulit. Pasalnya, sepanjang jalan didominasi oleh jalanan yang landai. Meskipun terdapat tanjakan, kondisinya tidak terlalu curam sehingga dapat dilalui dengan mudah. Buat rekan traveler yang staminanya mudah capek, disarankan untuk berjalan santai, sambil menikmati pemandangan atau berselfie, saat menyusuri 4 kilometer perjalanan yang dapat ditempuh selama 2,5 jam.

Kelelahan saat berjalan kaki menyusuri trek terbayar saat menginjakkan kaki di Kawah Ratu. Pemandangan eksotik kepulan asap, kolam-kolam kecil berisi air bergolak, dan pohon-pohon dengan ranting kering meranggas, seakan membawa ke dimensi lain. Kawah ini juga dilalui sungai yang cukup lebar beraliran deras, dengan air hangat berwarna bening keabu-abuan.

Baca Juga:

Wisata Budaya Khas Bogor, Kampung Budaya Sindang Barang

Khasiat Belerang Kawah Ratu Tangkis Jerawat

Bau belerang yang cukup menyengat dikeluarkan di beberapa titik. Sebagian pengunjung tanpa segan mengoleskan lapisan belerang ke kulit wajah, dengan harapan hasil yang lebih mulus bebas dari jerawat. ada juga yang mengumpulkan belerang dan memasukkannya ke dalam botol air mineral, untuk dibawa pulang guna menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Pemandangan yang menawan dan sungai yang hangat membuat rekan traveler betah berlama-lama berada di Kawah Ratu. Sayangnya, pengunjung dilarang keras mendirikan tenda atau mandi di hulu sungai, karena kondisi asap beracun yang dapat sewaktu-waktu keluar dari kawah dan dapat mengganggu kesehatan. Jika ingin berkemah dan menghabiskan malam di bawah langit penuh bintang, rekan traveler dapat memilih tempat yang berada di luar jangkauan asap kawah namun tidak terlalu jauh dari Kawah Ratu.

Satu tips sebelum berlibur ke Kawah Ratu, jangan lupa untuk mempersiapkan perlengkapan mendaki agar tidak jatuh sakit misalnya masker untuk melindungi pernapasan dari bau belerang yang menyengat, kacamata hitam agar tidak terasa pedih di mata, kupluk atau topi pelindung serta baju hangat.

Nah, buat rekan traveler yang ingin merasakan sensasi naik gunung yang tidak terlalu menguras tenaga dan waktu, silakan datang ke Kawah Ratu, Bogor. Biar makin seru, jangan lupa ajak keluarga atau teman-teman untuk berfoto bersama saat mencapai lokasi yang dituju. (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *