Kampung Flory, Kombinasi Wisata Edukatif dan Pertanian Terbesar Yogyakarta

Minat generasi muda terhadap bidang pertanian semakin menurun dari waktu ke waktu. Alasan inilah yang kemudian mendorong sejumlah anak muda di Pangukan Tridadi Sleman. Membtuk kelompok yang bergerak dalam bidang pertanian yakni Kampung Flory. Tak tanggung-tanggung anak muda di Kampung Flory ini pun mengembangkan daerahnya menjadi Wisata Edukatif Minat Khusus.

Kompung Flory salah satu maskot wisata baru sebagai pusat tanaman hias dan tanaman buah, selain itu Kampung Flory juga menyediakan wisata kuliner dan beberapa permainan untuk anak-anak. Bidikan utama wisata ini adalah pengembangan bibit tanaman hias dan buah-buahan yang masih ramai dicari orang.

Sejarah Kampung Flory

Pembentukan Kampung Flory ini pun muncul pada tahun 2014 dengan kerjasama yang baik dari Karang Taruna Tani Flory dan diresmikan sebagai destinasi wisata pada pertengahan tahun 2016. Para pengunjung dapat menjumpai beragam jenis tanaman hias dan tanaman buah dalam pot.

Wisata Kampung Flory ini menempati lahan yang luasnya kurang lebih 4 hektar yang dibagi ke dalam beberapa zona, yakni Zona Taruna Tani, Zona Dwi Flora, dan Zona Agro Buah. Pada Zona Taruna Tani tersedia berbagai tanaman hias, tanaman buah unggulan dan dilengkapi dengan wisata kuliner. Pada zona Dwi Flory terdapat penginapan berupa homestay. Sedangkan Agro Buah terdapat wisata petik buah langsung dari pohon dan juga wisata edukasi.

Misi dari Kampung Flory adalah ingin menjadi pusat Edukasi Pertanian terbesar di DI Yogyakarta dengan mengedepankan wisata pertanian dan wisata kuliner. Selain itu Kampung Flory diharapkan akan menjadi penyuplai tanaman buah dan bunga di DI Yogyakarta.

Dengan dikembangkannya Wisata Kampung Flory diharapkan menumbuhkan sadar dan minat para generasi muda untuk peduli terhadap bidang pertanian.

Keberadaan wisata ini diharapkan dapat menyedikan lapangan kerja bagi penduduk setempat, sehingga para generasi muda tidak perlu repot-repot mencari kerja di tempat lain.

Saat ini terdapat 20 anggota aktif yang terdiri dari para pemuda. Pada awalnya anak muda di tempat ini diberikan 100 bibit tanaman untuk dikembangkan. Tantangan tersebut terjawab saat menyelusuri Kampung Flory saat ini. Dengan mendapati pekarangan rumah-rumah warga yang penuh dengan tanaman hias untuk budidaya yang jumlahnya ribuan.

Kampung Flory berhasil meyakinkan generasi muda bahwa sektor pertanian membawa keuntungan yang tak kalah dengan perkerjaan formal bahkan dapat melebihinya. Seiring waktu, penjualan tanaman hias dan tanaman buah dalam pot cukup memuaskan, bahkan dapat menembus angka 100 juta rupiah, sehingga seluruh anggota yang berpartisipasi semakin bersemangat.

Banyak pengalaman menarik yang akan didapatkan oleh para pengunjung di kampung ini, di antaranya :

Belajar Cara Bercocok Tanam Langsung

Para pengunjung dimungkinkan dapat mengetahui ilmu tentang bercocok tanam langsung dari para petani. Di sini juga banyak pelajar maupun peneliti yang berkunjung untuk melihat langsung budidaya tanaman hias dan tanaman buah dalam pot.

Para guru sangat ingin anak-anak mengenal lebih dekat dengan lingkungan. Kampung ini menyediakan tanaman-tanaman langka yang memungkinkan para siswa untuk mendapatkan wawasan baru mengenai lingkungan alam dan tanaman.

Makanan Khas Desa Yang Murah

Di Kampung Flory juga tersedia fasilitas warung makan untuk para pengunjung yang telah kelelahan karena seharian berkeliling kampung. Berbagai sajian makanan dan minuman tradisional ala desa dapat dinikmati di sini dengan harga yang bervariatif.

Terdapat makanan olahan dari ikan tawar, wader, lele, nila, udang dan lain-lain. Umumnya harga untuk minuman berkisar antara Rp 2.000,00 sampai Rp 4.000,00 sedangkan harga makanan kira-kira Rp 10.000,00 sampai Rp 50.000,00 sesuai dengan persi dan menunya.

Terapi Ikan

Para pengunjung dapat menikmati kuliner sambil duduk-duduk di pinggir kolam ikan yang airnya jernih dan gemericik.

Selain itu para pengunjung diperbolehkan menikmati terapi ikan dengan mencelupkan kaki ke kolam ikan. Ikan-ikan hias dalam kolam akan mengerubuti kaki yang direndam.

baca juga:

Melayu Square, Serunya Nikmati Senja dan Malam di Tanjung Pinang

Berselfie dengan Latar Alami

Selain budidaya tanaman di Kampung Flory, para pengunjung dapat mengabadikan pengalaman mereka karena di tempat ini disedikan spot berfoto dengan tema-tema yang asri.

Seperti spot di tengah-tengah bunga yang berwarna-warni dan pohon-pohon buah. Berselfie di dekat pohon yang sedang berbuah lebat tentu jarang bisa dilakukan di sembarang tempat dan Kampung Flory telah menyuguhkannya bagi para pengunjung.

Wisata Edukasi Kampung Flory ini lengkapnya terletak di Dusun Jugang, Pangukan Desa Tridadi kecamatan Sleman. Berjarak lebih kurang 13 KM dari Pusat Kota Yogyakarta dan hanya akan menempuh perjalanan sekitar setengah jam/ 30 menit saja melalui Jl. Magelang. Namun para pengunjung dapat melalui jalan-jalan alternatif lain sesuai dengan kondisi lalu-lintas yang ada.

Untuk saat ini, para pengunjung tidak dikenakan biaya untuk masuk ke destinasi wisata Kampung Flory ini. Para pengunjung hanya perlu mengeluarkan uang untuk membeli tanaham hias, buah-buahan, edukasi dan menikmati kuliner.

 

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.