Jembatan Barito, Tempat Wisata Menarik yang Ada di Kalimantan Selatan

Jembatan Barito – Kalimantan Selatan merupakan daerah dataran rendah yang memiliki cukup banyak sungai. Sungai yang ada di Provinsi dengan ibukota Banjarmasin ini tergolong besar sehingga dibutuhkan jembatan yang besar pula. Salah satu jembatan yang ada di Kalimantan Selatan ini bahkan menjadi tempat wisata yang populer di kalangan masyarakat setempat bahkan hingga seluruh Nusantara. Ya, Jembatan Barito. Meski tempat wisata ini hanya berupa sebuah jembatan yang menghubungkan dua kota, yaitu wilayah Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan wilayah Kapuas, Kalimantan Tengah,  namun Jembatan Barito ini telah menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan. Cerita lebih lanjut tentang jembatan yang secara administratif berada di wilayah Kabupaten Barito Kuala dan berjarak 15 km dari Kota Banjarmasin ini dapat Anda temukan di artikel berikut ini!      

Konstruksi

Jembatan Barito memiliki nama asli yaitu Jembatan Rumpiang. Namun, tempat wisata buatan ini kemudian lebih dikenal dengan sebutan Jembatan Barito karena memang jembatan ini terbentang di atas sungai Barito. Total panjang bentang Jembatan Barito adalah 1.082 meter, sedangkan bentang utamanya sepanjang 902 meter dan jembatan pendekat sepanjang 180 meter dengan lebar jembatan mencapai 10,37 meter. Jembatan ini memiliki kontruksi yang terbuat dari pelengkung rangka baja. Dengan ketinggian ruang bebas jembatan utama mencapai 15-18 meter maka bagian bawah jembatan dapat dipergunakan untuk lalu lintas perairan seperti Kapal Tongkang. Jembatan Barito tercatat dalam rekor Muri sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia.

Sejarah

Jembatan Barito dibangun pertama kalinya dengan dana dari APBN dan APBD Kabupaten Barito Kuala dan Pemprov Kalimantan Selatan dan telah menelan biaya sekitar Rp174,5 miliar. Jembatan ini diresmikan pertama kali oleh Presiden Soeharto pada 24 April 1997.

Saat berkunjung ke tempat wisata ini, Anda dapat menikmati berbagai hal menarik. Sebut saja rumah khas Banjar yaitu rumah Bubungan Tinggi yang dilengkapi dengan lambang daerah yang terlihat di bagian utara Jembatan Barito. Menariknya, ada dua jenis rumah adat di sana yaitu Rumah Banjarmasin, Banjar, dan Barito Kuala. Sayangnya, tetumbuhan yang ada di sekitar jembatan membuat rumah adat tersebut tak begitu jelas terlihat dari arah jembatan. 

Atraksi wisata

Anda juga akan disuguhi pemandangan sungai Barito yang sangat luas. Bagi penduduk luar Kalimantan, pemandangan ini terbilang langka dan sangat menarik perhatian mereka. Ditambah dengan pemandangan yang berupa hilir mudiknya transportasi air yang ada di sana membuat wisata ke Jembatan Barito menjadi salah satu hal yang tak bisa dilupakan.

Banyak wisatawan yang mengunjungi tempat wisata ini. Mulai dari pasangan muda mudi yang memanfaatkan Jembatan Barito sebagai tempat kencan atau sekedar mencari udara segar atau para penghobi fotografi yang mengabadikan momen indah di seputaran sungai beserta aktifitas yang berlangsung di sana. Ada juga sekumpulan keluarga yang menjadikan tempat ini sebagai tempat refreshing atau tempat ngumpul bareng anggota keluarga lainnya.

Baca Juga: Pulau Sebuku, Nusa Elok di Kotabaru, Kalimantan Selatan

Bagi pejalan kaki, Anda bisa menyusuri jembatan kecil yang tepat berada di bawah Jembatan Barito yang memang diperuntukkan bagi Anda. Jadi, Anda bisa langsung mengamati tengah-tengah sungai tanpa harus berhenti di pinggir jalan. Dari sini, Anda juga dapat melihat pemandangan pegunungan hijau dari kejauhan. Selain itu, tepat di bawah Jembatan Barito terdapat sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Bakut. Oleh sebab itu, beberapa orang juga menyebut jembatan ini sebagai Jembatan Pulau Bakut.          

Hutan mangrove

Wisatawan yang datang ke Jembatan Barito juga menyukai hutan mangrove yang ada di sekitar sungai. Dengan adanya hutan ini, pemandangan disekitar jembatan nampak lebih asri dan alami. Nilai plus jembatan ini juga terletak pada tidak adanya pemukiman di pinggiran sungai seperti kebanyakan sungai di Kalimantan Selatan lainnya dimana daerah pinggiran sungai dipenuhi dengan pemukiman penduduk.

Masyarakat wilayah Kabupaten Barito Kuala khususnya dan Kalimantan Selatan pada umumnya sangat bangga dengan adanya Jembatan Barito di wilayah mereka sebab beberapa wisatawan yang datang menyebutkan bahwa struktur Jembatan Barito hampir sama dengan Jembatan Harbour Bridge. Tak heran bila masyarakat setempat dengan bangga menganggap Jembatan Barito sebagai landmark kota Marabahan.

Tips wisata ke Jembatan Barito Kalimantan Selatan

Berkunjung ke Jembatan Barito merupakan salah satu destinasi wisata wajib para pengunjung ketika berada di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Sebelum singgah ke sana, ikuti yuk tips-tips yang perlu diperhatikan berwisata ke Jembatan Barito:

1. Datang saat sore

Para pengunjung yang ingin menikmati indahnya sang surya yang tenggelam di ufuk barat, boleh datang ke Jembatan Barito di kala sore. Panorama matahari yang tenggelam dengan semburat sinar keemasan memancar begitu mempesona, terlebih saat dipandang dari atas jembatan. Para pengunjung sebaiknya mempersiapkan diri untuk hadir lebih awal untuk mendapatkan momen sunset (matahari terbenam) yang tepat.

2. Bawa kamera

Untuk para pecinta fotografi, momen saat berada di atas Jembatan Barito akan memberikan berbagai pilihan jenis kategori foto, untuk penyuka obyek jenis ‘human interest’, tentu akan ada berbagai aktivitas warga lokal yang bisa dicuri gambarnya. Kemudian, penyuka panorama juga memiliki banyak pilihan panorama dan pemandangan alam yang bisa dibidik melalui mata kamera.

3. Menjaga keselamatan diri dan anggota rombongan

Hati-hati bagi pengunjung yang membawa serta si buah hati, karena lokasi obyek wisata Jembatan Barito menyajikan panorama keindahan alam yang memukau dilihat dari atas jembatan dan di bawahnya merupakan sungai Barito yang cukup dalam. Diharapkan para pengunjung untuk selalu menjaga keselamatan dan keamanan anggota keluarga masing-masing agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

4. Tidak boleh terlalu lama di atas jembatan

Wisata yang satu ini memang membutuhkan toleransi dari masing-masing pihak. Para pengunjung sebaiknya tidak terlalu lama berada di atas jembatan, karena bisa menyebabkan kemacetan ketika kondisi lalu lintas padat.

Untuk masuk ke Jembatan Barito, pengunjung tidak dipungut biaya sepeserpun alias gratis. Pengunjung hanya dikenakan biaya parkir antara Rp. 3000- hingga Rp.5000,- untuk kendaraan yang mereka bawa. Dari Kota Banjarmasin, Jembatan Barito bisa ditempuh dengan lama perjalanan sekitar 45 menit saja. Selamat berkunjung! (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *