Jangan Salah Sebut, Ini Perbedaan Pulau Sumba dan Pulau Sumbawa

Banyak kalangan turis yang masih salah sebut tentang Sumba dan Sumbawa. Keduanya memang punya nama yang mirip. Tapi, jangan salah, lokasinya benar – benar jauh berbeda. Sumba dan Sumbawa berada di provinsi berbeda. Oleh karena itu, malu banget kalau sebagai warga Indonesia asli malah salah mengidentifikasi kepulauan sendiri.

Biar gak salah sebut, yuk pelajari lebih lanjut tentang Pulau Sumba dan Sumbawa:

Beda provinsi

sportourism.id

 

Pulau Sumba mulai terdengar gaungnya setelah kekayaan lokal berupa kain tenun ikat khas Sumba dibawa ke luar pulau oleh kalangan selebriti dan tokoh nasional. Kain tenun ikat Sumba konon digemari karena corak dan warna – warna yang memikat. Dirajut dengan ketelitian tinggi helai demi helai. Wanita Sumba yang ada di NTT (Nusa Tenggara Timur) menganggap kain tenun sebagai kehidupan. Sedangkan, Sumbawa adalah pulau yang masuk wilayah NTB atau Nusa Tenggara Barat.

Wisatawan juga pasti mengenal tentang pulau terdekat dari Sumbawa yaitu Lombok. Sedangkan, Sumba lebih dekat ke Pulau Flores.

Beda tradisi dan budaya

yukepo.com/content

 

Nama boleh mirip dan punya kesamaan, tetapi soal tradisi dan budaya, kedua pulau ini juga berlainan. Sumbawa memiliki tradisi mengembang – biakan kuda liar di padang rumput membentang yang mendominasi sebagian besar wilayahnya. Kuda ini juga punya ciri – ciri fisik yang unik. Yaitu relatif kecil, punggung rata, bulu lebat dan berekor panjang. Pada musim panas atau pertengahan tahun, akan digelar festival Moyo, tradisi balap kuda.

Sementara, di Sumba juga ada tradisi kuda. Yaitu Sandalwood pony dan Pasola yang fenomenal. Setiap tahun, acara ini digelar dengan mengundang tokoh – tokoh nasional. Bahkan, orang nomor satu alias Presiden negara Republik Indonesia.

Warna kuda asli Sumba bervariasi. Terkadang, abu – abu, belang, hitam, putih, merah, atau krem. Pasola merupakan festival yang selalu dinanti oleh wisatawan asing pada bulan Februari – Maret. Setiap suku biasanya memiliki jadwal Pasola berbeda – beda.

baca juga:

Pulau Penyengat Tanjungpinang, “Pulau Mars” di Planet Bumi, Berminat Kesini?

 

Bukit Warinding di Sumba, Pulau Kenawa di Sumbawa

frameatrip.com

 

Keindahan Sumba terpancar dari padang – padang rumput luas seakan – akan tak bertepi sejauh mata memandang. Wisatawan bisa menghasilkan foto liburan yang khas dan dramatis di salah satu spot favorit. Yaitu Bukit Warinding. Kontur perbukitan berpadu padang savana menghijau yang membentang tampak elok dengan beberapa hewan ternak dan kuda liar yang dibiarkan berlari – larian mengejar angin.

Sementara, wisatawan yang menuju Pulau Sumbawa. Bakal terkesima dengan keindahan Pulau Kenawa. Di sini, kamu bakal menemukan pantai yang damai dan tenang. Terang saja, lokasinya masih virgin alias belum terjamah banyak wisatawan. Tak cukup itu, kamu juga bisa menikmati panorama sunset atau sunrise di bukit kecil yang ada di tengah pulau.

Bayangkan, menyaksikan sang surya terbenam di pelukan samudera biru yang berpadu sinar semburat keemasan. Pemandangannya benar – benar bikin melongo. Bagi pecinta alam, wajib hukumnya untuk mendirikan tenda alias berkemah untuk menikmat keindahannya Pulau Kenawa lebih lama.

Beda rumah adat

frameatrip.com

 

Di Nusa Tenggara, kebanyakan turis bakal menjumpai rumah – rumah tradisional unik yang beratap rumput ilalang. Rumah adat khas Sumba dan Sumbawa memiliki ciri khas berbeda.

Rumah adat dari Sumba memiliki puncak atau biasa disebut dengan uma mbatangu. Model atap uma mbatangu berbentuk runcing dan tinggi. Konon, bentuk gaya atap ini masih sangat dipengaruhi oleh kepercayaan penduduk yang disebut dengan Marapu.

Di dalam rumah adat Sumba, Uma Mbatangu, ada benda – benda pusaka yang diturunkan dari nenek moyang kepada ahli warisnya. Piranti – piranti untuk upacara adat ini juga berbau supranatural atau metafisik.

Bahkan, ada juga kuburan batu di sekitar lokasi yang berumur hingga jutaan tahun lampau pada era zaman Megalitikum.

Sedangkan, bagi kamu yang melancong ke Sumbawa, di sana ada rumah adat tradisional yang disebut dengan ‘Rumah dalam Loka’. Tempat tinggal suku Sumbara ini adalah istana yang dibangun pada masa penyebaran Agama Islam. Tepatnya, pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah ke III di Pulau Sumbawa. Hingga kini, istana ini masih dipergunakan untuk museum dan galeri bersejarah untuk menyimpan benda – benda pusaka milik Kabupaten Sumbawa.

***

Sudah tahu kan, bedanya Pulau Sumba dan Sumbawa? Mau liburan kesana?  Jangan lupa, pastikan Jari Adventure sebagai mitra perjalanan terbaikmu ya..

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *