Jajal Adrenalin dan Keberanian Mendaki Gunung Patuha, Bandung

Gunung Patuha – Tidak hanya popular dengan wisata kuliner dan belanjanya, Bandung juga menyimpan banyak tujuan wisata yang menawarkan pesona alam yang masih asri. Salah satunya adalah Gunung Patuha. Tidak banyak orang yang mengetahui gunung ini, tapi lebih familier dengan Kawah Putih. Padahal danau indah ini merupakan hasil letusan Gunung Patuha pada abad ke sepuluh.

Lokasi Gunung Patuha

Berada di kawasan wisata Ciwidey , Gunung Patuha merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Barat, setelah Gunung Kenang. Selain memiliki Kawah Putih, gunung ini juga memiliki kawah lain yang diberi nama Kawah Cisaat. Menurut warga di sekitar gunung, nama Patuha berasal dari patuka, sebuah kata dalam bahasa Sunda yang berarti lereng menurun atau tebing curam. Konon penamaan ini berkaitan dengan aktivitas vulkanik gunung yang pernah mengeluarkan lahar dan menuruni lereng yang curam.

Pesona mistis

Selain memiliki keindahan yang mempesona, Gunung Patuha juga memiliki banyak cerita mistis. Bahkan tidak sedikit pengunjung yang datang untuk mencari berkah. Nah buat Anda yang hobi melakukan olah raga ekstrem, dapat memilih Gunung Patuha sebagai tujuan hiking atau mendaki. Jalur pendakian tidak memiliki rute yang berbahaya, seperti tempat-tempat wisata lainnya yang berada di Bandung Selatan.

Itulah sebabnya banyak pendaki pemula yang berani memasukkan Gunung Patuha sebagai awal petualangan mendaki gunung. Walaupun tergolong sebagai salah satu gunung yang sangat aman untuk dijelajahi, Anda tetap harus melakukan persiapan yang matang dan mengerti jalur pendakian Gunung Patuha, sehingga terhindar dari risiko tersesat.

Jalur pendakian

Mengawali pendakian Gunung Patuha, pengunjung dapat memulainya dari jalan aspal yang ada di dekat gerbang masuk obyek wisata Kawah Putih. Setelah melewati jalan setapak, Anda akan memasuki kawasan hutan yang sejuk dan memiliki banyak koleksi tanaman pakis dan bunga-bungaan. Walau terkesan rimbun, hutan yang dikelola oleh PT Perhutani ini sangat aman, karena bebas dari rute berbahaya dan tidak dihuni oleh binatang liar berbahaya.

Baca juga: Terhipnotis Hempasan Ombak di Pantai Karang Songsong Cibobos

Setelah beberapa lama berjalan, Anda akan melewati daerah Puncling. Di sini merupakan kesempatan yang baik untuk menambah perbekalan makanan dan air, dengan banyaknya orang yang menjajakan dagangannya. Langkahkan kaki kembali melewati jalan setapak yang berbatu-batu hingga menemukan pos penjaga hutan untuk beristirahat.

Pesona alam

Hanya butuh berjalan selama tiga puluh menit dari pos tersebut, pengunjung akan sampai di Pancuran Tujuh. Lokasi ini sangat terkenal karena konon memiliki nuansa mistis yang sangat kental, sehingga sering didapati orang yang datang untuk berburu berkah. Dari sini, Anda bisa langsung melewati pinggir kolam dan melewati jalan yang cukup sempit. Rasa lelah yang dirasakan akan terganti oleh indahnya pemandangan yang memanjakan mata.

Butuh satu jam berjalan di atas jalan setapak untuk mencapai puncak. Walau badan terasa capek dan pegal-pegal, semua rasa itu akan terbayar saat dapat menyaksikan hamparan area hijau yang menawan, sambil menghirup udara segar dalam-dalam. Perjalanan ini nantinya akan berhenti di Kawah Putih, yang biasanya sudah ramai dengan para pengunjung yang sibuk mengabadikan kedatangannya.

Berkemah di Lembah Jurrasic

Selain melakukan pendakian Gunung Patuha, Anda yang memiliki kecintaan pada alam dapat memutuskan untuk menghabiskan malam dengan berkemah. Biasanya lokasi yang sering dijadikan tempat mendirikan tenda adalah lembah yang ada sebelum menuju puncak Gunung Patuha. Lembah tersebut dikenal dengan nama Jurasik, karena dianggap mirip dengan gambaran yang ada dalam film Jurrasic Park.

Jaga kelestarian alam

Anda tidak akan salah mencari tempat untuk bermalam, karena ditandai oleh bangunan berupa jarring kayu, yang sengaja dibuat untuk berteduh, misalnya dari guyuran hujan. Ingatkan diri untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan, dengan tidak menebang pohon sembarangan untuk dijadikan api unggun. Selain itu, jangan mengotori lingkungan di sekitar tempat berkemping dengan sampah. Bekali diri dengan kantong yang cukup besar untuk menampung sampah untuk dibawa turun dan dibuang di tempat yang sudah disediakan.

Jika mulai merasa bosan dengan pilihan wisata yang itu-itu saja, tidak ada salahnya lho traveler mencicipi petualangan mendaki gunung. Dimulai dari Gunung Patuha yang dikenal ramah bagi pendaki pemula, namun tetap memberikan tantangan dan menyuguhkan pemandangan yang indah. Yuk taklukkan Gunung Patuha! (jari adventure-det)

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.