Istana Raja Ali Kelana, Bukti Nyata Ketangguhaan Kesultanan Riau di Masa Lampau

Situs sisa Istana Bahjah ( Istana Raja Ali Kelana ) – banyak sekali cerita di Kepulaun Riau yang erat kaitannya dengan kerajaan – kerajaan di zaman dahulu, dan sampai sekarang pemerintah masih berupaya untuk menjaga situs – situs peninggalan zaman dahulu agar masyarakat dapat mempelajari bagaimana kehidupan kerajaan di masa lalu. Salah satu situs yang terdapat di kota Tanjung Pinang adalah Situs Sisa Istana Bahjah. Dan bagaimana cerita di balik situs ini? Ikuti saja ulasan dibawah ini.

Lokasi Situs Sisa Istana Bahjah

Situs Sisa Istana Bahjah – Istana Raja Ali Kelana ini terletak di kampung Gelam, Pulau Penyengat, Kelurahan Penyengat, kecamatan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

Istana Bahjah sendiri merupakan kediaman seorang kelana atau calon yang dipertuan muda. Bangunan ini terdiri dari dinding berjendela dengan pintu gerbang masuk menelusuri anak tangga yang menyatu dengan gedung Raja Haji Abdullah. Bangunan ini juga tersambung dengan tapak bangunan yang memenuhi bukit kampung Gelam.

Mengenal sosok Raja Ali

Diketahui nama kecilnya dalah Ali, karena keturunan bangsawan kerajaan Riau – Lingga, di depan nama kecilnya melekat gelar keturunan raja sehingga menjadi Raja Ali. Beliau juga dikenal dengan nama alias yang lain seperti Raja Ali Ahmadi, Raja Ali Riau, Raja Ali Bukit.

Raja Ali dulunya adalah seorang pendiri dan pengurus inti Rusdiyah Club. Rusdiyah Club merupakan organisasi cendekiawan kerajaan Riau – Lingga. Perhimpunan ini telah menunjukkan kerja berlandaskan budaya modern dengan mengutamakan kemajuan pendidikan dan kebudayaan serta ekonomi. Karena mereka sangat menyadari bahwa ilmu dan ekonomi menjadi pilar utama. Beliau menjadi seorang pemikir dan penggeraknya. Raja Ali juga dikenal sebagai pengusaha, budayawan dan penulis. Beliau juga pernah membuat sebuah tulisan jurnalistik berupa laporan perjalanan ke Pulau Tujuh, dan laporan tersebut dikenal dengan Pohon Perhimpunan tahun 1313 H / 1819 M.

Sebagai cendekiawan, Raja Ali ikut mendirikan penerbit Al – Imam, yang kemudian pada 1906 – 1908 menerbitkan majalah Al – Imam, yang terbit di Singapura. Raja Ali menjadi donator penerbitan majalah itu.

Gelar Kelana Raja Ali

Raja Ali Haji atau Engku Kelana merupakan yan dipertuan muda kerajaan Riau Lingga, gelar kelana yang disandang merupakan jabatan di kerajaan Riau Lingga yang bertugas memeriksa seluruh ceruk, suak atau teluk rantau kerajaan sebelum menjabat yang dipertuan muda.

Bisnis Raja Ali Kelana

Raja Ali Kelana bersama seorang rekan bisnisnya, pengusaha kaya dari Singapura Ong Sam Leong, membuka sebuah pabrik batu bata modern menggunakan mesin – mesin yang diberi nama Batam BrickWorks.

Usaha patungan tersebut tidak berjalan mulus, tetapi semua mulai berubah sejak Raja Ali membeli dan menjadi pemilik tunggal Batam BrickWorks. Di tangan Raja Ali Kelana Batam BrickWorks bersinar. Ketika diambil alih pada tahun 1896 Batam BrickWorks telah mampu memproduksi 30.000 batu bata bakar yang keras per hari.

Baca juga: Pantai Nihiwatu, Surga Peselancar Belum Tersentuh

Semua batu bata bakar yang di produksi Batam BrickWorks menggunakan merek dagang BATAM. Keberhasilan Raja Ali Kelana tak terlepas dari manajemen modern yang dikendalikan dari kantor pusat di Singapura dan didukung oleh pabrik mesin modern. Sejak tahun 1901 – 1910 perusahaan Batam BrickWorks dicantumkan ke dalam direktori bisnis bergengsi di Singapura, The Singapore and Straits Directory.

Usaha Batam BrickWorks terus berkembang pesat hingga mwmungkinkan Raja Ali Kelana membeli dua buah kapal uap.

Karena mutunya batu bata Batam BrickWorks pernah mendapat award Pinang Agricultural Shoe di Pulau Pinang.

Nama Raja Ali sebagai Nama Jalan

Sebelumnya nama Raja H Ali Kelana di gunakan di Batam Centre, lalu secara tiba – tiba ditukar secara sepihak menjadi Orchard Boulevard. Warga Batam yang mengetahui pun geram, sebab Raja Ali Kelana merupakan orang yang berjasa membangun Batam sehingga menjadi Industri terkenal. Pergantian nama tersebut disinyalir untk mempromosikan kawasan Orchard Park yang berada di pertengahan jalan tersebut.

Disarankan bagi para pengunjung, agar selalu menjaga ketertiban dan kebersihan selama berkunjung di sekitar kawasan situs bersejarah Istana Raja Ali Kelana. Selamat berwisata…

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.