Istana Kantor, Kediaman Yang Dipertuan Muda Riau VIII Raja Ali

Istana Kantor  – Pulau Penyengat atau Pulau Penyengat Inderasakti dalam sebutan sumber-sumber sejarah, adalah sebuah pulau kecil yang berjarak kurang lebih 2 km dari Kota Tanjungpinang, pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau. Berukuran panjang 2.000 meter dan lebar 850 meter, berjarak lebih kurang 35 km dari Pulau Batam. Dapat ditempuh dari Tanjungpinang dengan menggunakan perahu bermotor atau lebih dikenal pompong yang memerlukan waktu tempuh kurang lebih 15 menit.

Pulau Penyengat

Pulau Penyengat merupakan salah satu objek wisata di Kepulauan Riau. Di pulau ini terdapat berbagai peninggalan bersejarah yang di antaranya adalah Masjid Raya Sultan Riau yang terbuat dari putih telur, makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Ali Haji, kompleks Istana Kantor dan benteng pertahanan di Bukit Kursi. Sejak tanggal 19 Oktober 1995, Pulau penyengat dan kompleks istana di Pulau Penyengat telah dicalonkan ke UNESCO untuk dijadikan salah satu Situs Warisan Dunia.

Kali ini saya akan bahas lebih dalam mengenai istana kantor . Kira-kira bagaimana ya bentuknya dan ada apa saja di dalamnya ?

Istana Kantor

Istana Kantor adalah istana dari Yang Dipertuan Muda Riau VIII Raja Ali (1844-1857), atau juga yang disebut dengan Marhum Kantor. Selain digunakan sebagai kediaman, bangunan yang dibangun pada tahun 1844 ini juga difungsikan sebagai kantor oleh Raja Ali.

Komplek bekas istana Marhum Kantor ini hampir sebesar lapangan sepak bola. Terlihat dari luar gedung, bangunan ini dikelilingi tembok.Istana Kantor berukuran sekitar 110 m2 dan menempati areal sekitar satu hektar yang seluruhnya dikelilingi tembok. Bangunan dan puing yang masih ada memperlihatkan kemegahannya pada masa lalu. Seperti yang telah di jelaskan sebelumnya bahwa Istana ini terletak tidak jauh dari Masjid raya Sultan Riau yang dibangun olehraja Ali Yang DIpertuan Muda Riau VII. Luas komplek istana tersebut sekitar satu hektar.

 Di kompleks istana ini dibangun tempat kediaman keluarga Raja ALi dan kerabatnya serta bangsawan istana. Seluruh area bangunan dibatasi dengan tembok keliling yang mempunyai tiga buah pintu masuk dari arah barat, utara dan timur.

Pintu gapura barat

Berupa gapura yang sekaligus berfungsi sebagai penjagaan dan pengintaian. Di pintu gerbang utara merupakan pintu gerbang untuk menuju tempat kolam pemandian. Sedangkan pintu gerbang timur berupa pintu gerbang biasa yang seolah-olah hanya merupakan pintu darurat.

Di halaman bagian dalam tembok keliling ini masih terdapat bekas sisa-sisa lantai bangunan. Menurut berbagai sumber yang ada Istana ini berada di bagian tengah sekitar 150 meter sebelah barat daya Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat.

 Istana Raja Ali sebagian sudah hancur yang tersisa hanya bangunan induknya. Bangunan utamanya merupakan bangunan bertingkat dua yang pada mulanya merupakan kantor Raja Ali.

Baca juga: Pantai Tanjung Tinggi, Destinasi Wisata Terpopuler Belitung

Dikelilingi tembok pembatas

Seluruh areal bangunan dibatasi dengan tembok keliling yang mempunyai tiga buah pintu masuk dari arah barat, utara dan timur. Gapura barat berupa gapura yang sekaligus berfungsi sebagai penjagaan dan pengintaian.

Lebih lanjut lagi, pintu gerbang utara merupakan pintu gerbang untuk menuju tempat kolam pemandian. Sedangkan, pintu gerbang utara merupakan pintu gerbang untuk menuju tempat pemandian. Sedangkan pintu gerbang timur -berupa pintu gerbang biasa yang seolah-olah hanya merupakan pintu darurat.

Di halaman bagian dalam tembok keliling masih terdapat bekas sisa-sisa pantai bangunan. Sedangkan pintu gerbang timur berupa pintu gerbang biasa yang seolah-olah hanya meru-pakan pintu darurat. Di halaman bagian dalam tembok keliling ini masih terdapat bekas sisa-sisa lantai bangunan.

Bicara tentang kemegahan kerajaan melayu memang banyak macamnya ya. Namun kondisi sekarang sebagian fisik bangunan istana ini telah hancur. Bagian bangunan yang tersisa hanyalah pintu gerbang, pagar tembok keliling gerbang samping dan menara pengintai.

Namun demikian bangunan istana sebagian telah mengalami pemugaran.Saya sebagai penulis tentu sangat berharap peninggalan sejarah nan berharga itu tetap terjaga hingga generasi penerus bisa mengagumi dan bangga dengan kehebatan generasi sebelumnya. Sayang kan aset bangsa jika tidak di jaga keberadaannya oleh karena itu jika kita berkunjung ke sana jangan samapi merusak atau jail mencoret-coret bangunan ini . Kan sayang kalau nggak di jaga?

Jari Adventure

Informasi tour, travel, dan transportation.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *